MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 11 Desember 2019 13:24
Membongkar Teka-teki dari Kasus Tewasnya Yusuf Ahmad Gazali

Enggan Berasumsi, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan DNA

Polisi melakukan prarekontruksi di lokasi awal korban diduga jatuh.

PROKAL.CO, Senyum tipis Yusuf Ahmad Gazali jadi penyemangat Melisari selepas pulang kerja. Kini, sudah tak bisa lagi dilihatnya. Tragisnya, tubuh yang ditemukan di sungai itu sangat memprihatinkan. Tanpa kepala dan organ tubuh.

 

MATA Kombes Arif Budiman tak lepas menyorot ke aliran sungai selebar sekitar 5 meter. Perwira menengah Polri yang belum genap sebulan menggantikan Kombes Vendra Riviyanto, langsung dihadapkan pekerjaan rumah (PR) besar. Kasus penemuan jasad yang tak lengkap kondisinya.

Bersedekap, tatapan Arif seolah penuh pertanyaan. Ia bersama polisi bagian reserse kriminal. Baju sipil layaknya bukan seorang aparat. Mantan ajudan Jusuf Kalla itu juga berbincang singkat dengan warga sekitar. Layaknya seorang intelijen mencari bahan informasi. Alumnus Akpol 1997 itu menyebut, jasad itu terseret sekitar 4,5 kilometer. Dari awal titik hilangnya, yakni akses PAUD Jannatul Athfaal di Jalan AW Sjahranie, Samarinda Ulu.

Perwira melati tiga di pundak itu menjelaskan, sampai hari ini, polisi tak lantas menutup kasusnya begitu saja. Meski jasad Yusuf sudah dimakamkan di TPU Damanhuri, tepat beberapa jam setelah ditemukan. “Oh, enggak mungkin begitu saja. Penyelidikan tetap jalan,” ucapnya.

Jajarannya sudah melakukan prarekonstruksi Senin (9/12) lalu. Untuk mencari tahu rentang waktu sejak masih bersama pengasuh PAUD hingga lepas dari pantauan dan dikabarkan menghilang.

Arif menyebut, masih terus mendalami kasus kematian anak ketiga dari pasangan Bambang Sulistyo dan Melisari itu. Jatuhnya Yusuf dalam parit yang berada 20 meter dari PAUD, masih menjadi dugaan awal kepolisian. “Dugaan sementara hanyut dalam parit setelah turun hujan. Namanya anak kecil berjalan tidak melihat dan jatuh di parit,” terangnya.

Persoalan jauhnya lokasi penemuan dari PAUD tempatnya dititipkan lantaran derasnya aliran air akibat hujan yang mengguyur Samarinda, dan kondisi jasad yang tak utuh juga diduga karena lamanya di dalam parit. Disinggung adanya unsur kekerasan juga masih belum bisa dipastikan.

“Kan sudah 16 hari. Jadi, tubuhnya mengalami pembusukan dan menyebabkan tubuh tidak utuh. Kalau akibat mutilasi sepertinya bukan. Kami belum bisa berasumsi jauh, yang jelas masih dugaan sementara dan mendalami adanya motif lain,” bebernya. Untuk kepastian, polisi masih menunggu hasil dari tim forensik RSUD AW Sjahranie.

Polisi juga masih menunggu hasil uji deoxyribonucleic acid (DNA) untuk memberikan kepastian identitas secara biologis balita nahas tersebut. Diperkirakan, hasil uji DNA diketahui dalam dua pekan ke depan. “Sementara belum ada hasil, soal identitasnya baru secara umum dari pakaian terakhir yang dikenakan anak tersebut,” jelasnya.

Saat ditanyakan adanya unsur kelalaian dari pihak PAUD Jannatul Athfaal, Arif belum bisa memastikan. Pihaknya masih mendalami keterangan dari saksi untuk mengetahui adanya motif kelalaian. Terlepas dari adanya unsur kelalaian, pihaknya juga menyelidiki kemungkinan lain dari kasus tersebut. “Selain menunggu hasil forensik, kami terus mendalami kasusnya, termasuk adanya motif lain dan unsur kelalaian,” tegasnya.

Di PAUD, Yusuf memang kerap bermain seorang diri. Namun, Yusuf adalah anak yang patuh. Ia selalu mendengarkan pesan-pesan orangtuanya.

UJI DNA

Walau Bambang Sulisto dan Melisari telah memastikan jasad tersebut adalah anaknya, hasil uji DNA terus dilakukan demi menjadi bukti autentik. Dokter Kristina Uli Gultom, Sp FM, kepala instalasi forensik RSUD AW Sjahranie menuturkan, telah mengambil sampel jasad balita malang tersebut. Sementara sampel pembanding dari orangtua akan diambil hari ini (11/12). “Kami ambil berupa tulang lengan atas kanan dan satu tulang iga,” tambahnya. Untuk lama proses uji DNA, diperkirakan dua pekan hingga sebulan.

Persoalan perkiraan waktu kematian Yusuf pun tidak bisa dipastikan. “Secara teori sangat sulit, berada di dalam air, perlu waktu, pengalaman, dan penelitian khusus,” terangnya. Disinggung soal adanya indikasi tindakan kekerasan, lantaran beberapa bagian tubuhnya tidak utuh, perempuan berambut pendek itu tidak bisa memperkirakan lebih jauh. Hal itu karena jasad yang ditemukan telah membusuk.

“Kondisinya parah, organ dalam juga sudah tidak ada. Memang sudah tidak beraturan. Jadi tidak bisa kami tentukan adanya bekas sayatan atau murni pembusukan,” bebernya. Soal temuan kulit hewan melata, juga belum bisa dipastikan penyebabnya bagian tubuh jasad itu terlepas. “Bisa saja dari aliran sungai yang membawa kulit hewan melata itu,” tambahnya.

Kristina menerangkan, setiap bagian tubuh, lepasnya di bagian persendian. Sementara untuk adanya bekas tindakan kekerasan, seperti patahnya tulang, tidak didapati. “Lepas tidaknya itu juga lokasi penemuannya, bisa dilihat aliran air deras atau tidak, ditambah waktu lamanya korban meninggal,” ucapnya.

Lebih lanjut, ujar dia, walau setiap persendian itu tidak mudah lepas, kondisi jasad membusuk bisa membuat beberapa sendi terlepas.

Yusuf Ahmad Gazali, sejak 11 November lalu, sudah dititipkan di PAUD Jannatul Athfaal. Meli–sapaan akrab Melisari–masih mengingat jelas bagaimana suara di ujung telepon bak membuatnya disambar petir. Kaki Meli sore itu mendadak lemas. Mendengar kabar dari PAUD tempat anaknya dititipkan. “Anak saya hilang,” ucapnya dengan nada lemas. Kerjaannya sebagai distributor kosmetik langsung ditinggalkan, ia memacu motor menuju PAUD tempat anaknya dititipkan.

Anak bungsu di antara tiga bersaudara itu memang mengalami keterlambatan tumbuh kembang. “Anak saya susah berbicara. Jadi, saya sekolahkan di sana (PAUD Jannatul Athfaal),” terangnya.

Nahas, niatan baik kedua orangtua tersebut berujung malapetaka. Bambang, bapak bocah malang itu mengatakan, kelengahan pengasuh menjadi penyebab anaknya hilang. Saat kejadian, ada dua pengasuh yang menjaga tujuh anak. Satu pengasuh ke toilet sedangkan satu lainnya membuat susu.

Pria yang keseharian sebagai ojek online juga merasa dirugikan oleh pihak yayasan. Dirinya membawa anaknya tersebut untuk dijaga dan dididik. “Saya mendapatkan rekomendasi dari teman soal yayasan itu, anaknya dari tidak bisa bicara sampai bisa,” bebernya.

Selain itu, pihaknya akan menuntut pihak yayasan. Pasalnya, Yusuf hilang saat jam dalam pengawasan yayasan, bukan saat jam pulang. “Iya, anak kami ini hilang saat jam asuh, bukan saat pulang. Artinya ini kelalaian dari yayasan yang seharusnya dijaga malah sampai kayak gini,” jelasnya. (dra/*/dad/rom/k16)


BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 16:55

Orangtua Yusuf Minta Keadilan ke Presiden

KASUS Yusuf Ahmad Gazali, balita yang ditemukan tewas tanpa kepala…

Kamis, 20 Februari 2020 16:51

PDIP Umumkan Empat Jagoan Kepala Daerah Kaltim, Siapa Saja?

JAKARTA–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai pertama yang mengumumkan…

Kamis, 20 Februari 2020 14:56

Terancam Longsor, Warga Desa Mulawarman Mengungsi

Adanya pergerakan tanah di Desa Mulawarman membuat warga setempat mengungsi.…

Kamis, 20 Februari 2020 12:11

Mobil Hancur, Ajaibnya Penumpang Selamat

SAMARINDA–Untuk kesekian kalinya sejak dioperasikan akhir tahun lalu, kecelakaan lalu…

Kamis, 20 Februari 2020 12:08
Mengendus Persekongkolan Pelaksanaan Tender Pemerintah

Pengawasan Lemah, Syarat Bisa Dipalsukan

Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) tak mampu menghentikan persekongkolan, antara…

Kamis, 20 Februari 2020 12:05

Masih Ada Celah Persekongkolan

KETUA Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kaltim Slamet Suhariadi…

Kamis, 20 Februari 2020 11:47

Pemerintah Serahkan RUU IKN ke DPR Pekan Depan

JAKARTA– Persiapan pembangunan dan pengelolaan ibu kota negara (IKN) yang…

Kamis, 20 Februari 2020 10:43

Kedatangan Harun Baru Tercatat 19 Januari, Imigrasi Berdalih Server Tidak Sinkron

JAKARTA -- Tim gabungan independen beberapa kementerian dan lembaga mengumumkan…

Rabu, 19 Februari 2020 12:08

Lokasi Ibu Kota Negara Tak Terdampak Banjir di Penajam

Gara-gara foto dan narasi tak terkonfirmasi di media daring, banyak…

Rabu, 19 Februari 2020 12:05

Makmur Diklaim Usung Isran, Musda Golkar Kaltim, Calon Tunggal Menguat

SAMARINDA–Hiruk-pikuk mencari pengganti Rita Widyasari memimpin Golkar Kaltim lima tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers