MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 11 Desember 2019 13:15
Masuk ke Pusat Suaka Orang Utan, Jangan Pakai Parfum, Lihat Wanita Gelisah karena Belum Pernah Kawin

Bento dan Iskandar setelah Pulang ke Hutan, Mulai Belajar Memanjat dan Mencari Makan

Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

PROKAL.CO, Sebagai orang utan, yang mereka butuhkan adalah hutan. Belasan tahun hidup dalam kandang layaknya tahanan, Bento dan Iskandar belajar memanjat hingga mencari makan saat dilepaskan.

 

FERLYNDA PUTRI, Jawa Pos

 

Namanya Bento. Tak butuh rumah realestat. Tak perlu mobil banyak apalagi harta berlimpah. Begitu pula Iskandar dan ribuan orang utan lain. Yang mereka butuhkan adalah hutan dengan limpahan buah-buahan.

Sejak bayi, keduanya dipisahkan dari keluarga mereka di hutan. Mereka dibawa ke Sulawesi Utara hingga berusia 17 dan 19 tahun. Belasan tahun dipelihara secara ilegal. Bahkan, hingga kini Iskandar masih trauma kepada manusia karena melihat orang tuanya dibunuh pemburu liar yang ingin mengambilnya.

Kini keduanya berada di Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Sudah dua bulan mereka di situ. Sebelumnya, mereka berada di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki di Minahasa Utara.

Jawa Pos menemui mereka pada Senin (2/12). Sebelumnya, Manajer Operasional PSO Arsari Odom memberi tahu agar tidak ribut. Waktunya pun dibatasi. Lebih baik tidak pakai parfum juga. Agar mereka tidak stres. Kalau stres, mereka bisa berantem atau melukai diri sendiri. ’’Kalau lihat perempuan, mereka gelisah. Maklum, belum pernah kawin,’’ tutur pria asli Dayak itu.

Saat wartawan datang, Bento memandangi dengan saksama dari pojok kandang besi setinggi 7 meter. Sementara Iskandar langsung menjauh. Orang utan pipi lebar itu mencermati orang-orang yang datang. Lambat laun, kulit pipinya berkerut. Mereka mulai gelisah. Wah, tanda-tanda stres. Wartawan diminta mundur.

Odom melanjutkan ceritanya di kantor. ’’Sejak di sini, mereka lebih baik. Mau manjat untuk cari makan,’’ ucapnya. Itu terjadi karena ranger selalu memberikan makan di atas kandang. Tempatnya pun berbeda-beda. Untuk naik, mereka memanjat tali.

Mereka cukup pemilih soal makanan. Harus yang matang. Kalau masih mentah, pasti dibuang. Ranger juga memberikan serangga serta daun-daun muda. ’’Kalau serangga, mereka sudah mencari-cari dengan dahan,’’ ujar Odom. Yang dilakukan Iskandar dan Bento seperti yang dilakukan di alam.

Secara fisik, kondisi Bento dan Iskandar membaik. Bulu-bulunya mulai lebat. Badannya yang semula 170 kg mulai diatur. Supaya tidak obesitas.

Dokter hewan PSO Arsari drh Satria Anugrah Dewantara mengungkapkan, kedua orang utan berkondisi sehat setelah dua bulan tinggal di pusat suaka tersebut. Meski demikian, kondisi psikis mereka belum stabil. Jika bertemu dengan orang yang jarang memberi makan, mereka bisa stres. Dampaknya, bisa melukai diri sendiri.

’’Iskandar kalau malam mau melakukan longcall, tandanya memanggil betina dan menandai wilayah,’’ ungkapnya.

Meski keduanya jantan dan biasanya berebut wilayah kekuasaan, ada kelakuan unik dari mereka. Pada suatu waktu, Satria duduk mengamati dua orang utan itu. Saat diberi jeruk, Bento membelah buah tersebut. Separo diberikan kepada Iskandar. ’’Sayangnya tidak sempat didokumentasikan,’’ katanya.

Lalu, kapan Iskandar dan Bento mulai dilepas? Setidaknya ketika naluri liar mereka sudah muncul. Selain itu, PSO Arsari akan menyiapkan pulau khusus untuk suaka orang utan. Suaka itu diperuntukkan khusus bagi orang utan yang lama dikurung karena perdagangan ilegal atau yang lama di kebun binatang. Suaka tersebut khusus untuk orang utan jantan.

Chief Science Officer Arsari Enviro Industri Willie Smits menyatakan, ada 100 orang utan di Eropa yang hendak dilimpahkan ke PSO Arsari. Orang utan-orang utan itu sudah pensiun dari kebun binatang. Biasanya, mereka yang sudah pensiun hanya dikurung di kandang hingga mati.

PSO Arsari memang ditujukan untuk memperbaiki kualitas hidup orang utan tua. ’’Mereka berhak bahagia sampai mati,’’ tegasnya.

Pemilik PSO Arsari Hashim Djojohadikusumo menuturkan, PSO Arsari didirikan untuk menjawab kebutuhan suaka bagi orang utan yang sudah tua dan bertahun-tahun berada dalam kandang. Tidak hanya menyelamatkan populasi orang utan dari kepunahan, Hashim juga bercita-cita, dengan adanya PSO Arsari, para orang utan yang berhasil diselamatkan bisa hidup bahagia tanpa harus dirantai.

Rencananya, kawasan suaka diletakkan di Pulau Kelawasan dan Pulau Benawa Besar. Saat ini masih dalam proses persiapan. Studi sudah dilakukan. Di antaranya, kajian vegetasi dan kondisi alamnya. ’’Ke depan bisa untuk tamu VIP negara di ibu kota baru,’’ katanya.

Iskandar dan Bento serta orang utan lain hanya pasrah. Tak bisa memilih atau minta rumah yang nyaman. Mereka hanya ingin tetap berkumpul dengan keluarga. Sama seperti kita pada umumnya. (*/c5/ayi)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 16:51

PDIP Umumkan Empat Jagoan Kepala Daerah Kaltim, Siapa Saja?

JAKARTA–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai pertama yang mengumumkan…

Kamis, 20 Februari 2020 14:56

Terancam Longsor, Warga Desa Mulawarman Mengungsi

Adanya pergerakan tanah di Desa Mulawarman membuat warga setempat mengungsi.…

Kamis, 20 Februari 2020 12:11

Mobil Hancur, Ajaibnya Penumpang Selamat

SAMARINDA–Untuk kesekian kalinya sejak dioperasikan akhir tahun lalu, kecelakaan lalu…

Kamis, 20 Februari 2020 12:08
Mengendus Persekongkolan Pelaksanaan Tender Pemerintah

Pengawasan Lemah, Syarat Bisa Dipalsukan

Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) tak mampu menghentikan persekongkolan, antara…

Kamis, 20 Februari 2020 12:05

Masih Ada Celah Persekongkolan

KETUA Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kaltim Slamet Suhariadi…

Kamis, 20 Februari 2020 11:47

Pemerintah Serahkan RUU IKN ke DPR Pekan Depan

JAKARTA– Persiapan pembangunan dan pengelolaan ibu kota negara (IKN) yang…

Kamis, 20 Februari 2020 10:43

Kedatangan Harun Baru Tercatat 19 Januari, Imigrasi Berdalih Server Tidak Sinkron

JAKARTA -- Tim gabungan independen beberapa kementerian dan lembaga mengumumkan…

Rabu, 19 Februari 2020 12:08

Lokasi Ibu Kota Negara Tak Terdampak Banjir di Penajam

Gara-gara foto dan narasi tak terkonfirmasi di media daring, banyak…

Rabu, 19 Februari 2020 12:05

Makmur Diklaim Usung Isran, Musda Golkar Kaltim, Calon Tunggal Menguat

SAMARINDA–Hiruk-pikuk mencari pengganti Rita Widyasari memimpin Golkar Kaltim lima tahun…

Rabu, 19 Februari 2020 12:04

Makam Dibongkar, Bawa Tulang ke Jakarta

Jasad Yusuf Ahmad Gazali digali dari kuburnya kemarin (18/2). Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers