MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 11 Desember 2019 13:12
Rombongan Eks Pejabat Garuda Diperiksa KPK
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA- Upaya pemerintah "bersih-bersih" di lingkungan PT Garuda Indonesia (Persero) akhir-akhir ini seolah memantik semangat KPK untuk terus mendalami indikasi rasuah di perusahaan BUMN tersebut. Tidak tanggung-tanggung, total sembilan pejabat dan eks pejabat Garuda dipanggil sebagai saksi terkait perkara suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C.

Dari sembilan saksi itu, ada tiga orang yang berhalangan hadir. Yaitu Ardy Protoni Doda (Commercial Experts Garuda), Achirina (eks Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko), dan Ari Sapari (eks Direktur Operasi). "Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, kemarin (10/12). 

 KPK pun memeriksa enam orang saksi secara bergantian. Yakni Albert Burhan (eks VP Treasury Management/mantan Dirut Citilink), Agus Priyanto (mantan Direktur Komersial), Arya Respati Suryono (mantan Executive VP Services), Agus Wahjudo (pensiunan pegawai Garuda), Handrito Harjono (mantan Direktur Keuangan) dan Ester Siahaan (mantan pegawai Garuda). 

 Para saksi itu diperiksa untuk tersangka mantan Direktur Teknik Garuda Hadinoto Soedigno. Hadi ditetapkan tersangka pada Agustus lalu. Sebelumnya KPK lebih dulu menetapkan eks Dirut Garuda Emirsyah Satar dan mantan beneficial owner Connaught International Pte. Ltd Soetikno Soedarjo. Emirsyah dan Soetikno juga ditetapkan tersangka atas kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

 Usai diperiksa, Agus Priyanto paling banyak berbicara soal kondisi Garuda. Baik saat dirinya menjabat direksi hingga kasus penyelundupan Harley oleh eks Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Agus menyebut para pegawai, khususnya pejabat di Garuda, sebetulnya tahu tentang borok yang terungkap di perusahaan pelat merah itu akhir-akhir ini. 

 "Sebetulnya apa yang terjadi di Garuda itu orang "dalam" itu tahu semua, cuma tidak berani membuka," ungkap Agus usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK. Namun dia enggan membeberkan lebih jauh soal penyelundupan Harley. "Tapi kalau penyelundupan (Harley) saya nggak tahu," kilahnya. Dia menyebut praktik menyelundupkan Harley semacam itu belum pernah terjadi di era kepemimpinannya. 

 Agus mengaku menyayangkan kasus penyelundupan itu. Apalagi sampai melibatkan dirut Garuda. Menurutnya peristiwa itu merugikan Garuda sebagai perusahaan. "Yang kasihan sebetulnya Garuda sendiri. Jadi sangat disayangkan," ucapnya. Agus pernah bekerjasama dengan Ari Askhara. Kala itu Agus menjabat dirut Gapura Angkasa. Sementara Ari direktur keuangan Garuda. 

VP Treasury Management PT Garuda Indonesia 2005-2012 dan mantan Direktur Utama Citilink Albert Burhan usai pemeriksaan di KPK, Selasa (10/12/2019). MUHAMAD ALI/JAWA POS)

 

 KPK belum menyentuh kasus penyelundupan Harley sampai detik ini. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pemeriksaan para saksi itu masih terkait penyidikan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus dan Rolls-Royce. Sejauh ini, KPK telah melimpahkan dua tersangka ke tahap penuntutan. Yakni Emirsyah dan Soetikno. 

 elimpahan tahap 2 kasus suap dan TPPU itu dilakukan pada 4 Desember lalu. Rencananya persidangan akan dilakukan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sebelum sampai di tahap penuntutan, KPK membutuhkan waktu 2 tahun 11 bulan untuk menyelesaikan penyidikan kasus kakap tersebut. "Terhitung sejak sprindik (surat perintah penyidikan, Red) pada 16 Januari 2017," terang Febri. 

 elama proses penyidikan,  tim mengidentifikasi kontrak bernilai milyaran USD yang ditandatangani oleh Garuda pada saat itu. Yakni kontrak pembelian mesin dan perawatan mesin (Total Care Program) Trent seri 700 dengan perusahaan Rolls Royce. Kemudian pembelian pesawat Airbus A330 dan  Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S. 

Mantan Direktur Komersial PT Garuda Indonesia Agus Priyanto usai menjalani pemeriksaan KPK, Selasa (10/12/2019). (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

 

Selain itu, ada pula kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Lalu pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft. 

 Yang menarik, KPK menemukan dugaan aliran dana yang jauh lebih besar dalam perkara itu. Yakni dari dugaan awal sebesar Rp 20 miliar menjadi Rp100 miliar. Duit tersebut diduga mengalir ke sejumlah pejabat di Garuda. "KPK berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan proses yang lebih efisien dengan cara menggabungkan penanganan korupsi dan pencucian uang dalam perkara ini," imbuh Febri. (tyo) 


BACA JUGA

Rabu, 26 Februari 2020 13:39

Penyelamat Peserta Susur Sungai Sempor Dapat Penghargaan, Sumbangkan Uang Apresiasi untuk Masjid

Sudarwanto dan Sudiro adalah dua sosok yang punya peran besar…

Rabu, 26 Februari 2020 10:24

Kerawanan Pilkada Didominasi Wilayah Timur

JAKARTA- Indonesia Timur nampaknya masih menjadi kawasan yang membutuhkan treatment…

Selasa, 25 Februari 2020 17:13

Cuma Sehari, Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Mobil Dinas Ketua KPU Samarinda

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satuan Reserse Kriminal Polres Samarinda…

Selasa, 25 Februari 2020 15:25

Mahathir Jadi Pelaksana Tugas sampai PM Baru Terpilih

KUALA LUMPUR– Politik Malaysia meledak dalam 24 jam terakhir. Perdana…

Selasa, 25 Februari 2020 15:22

Di Kawasan Ini Diperbolehkan Bangun Pabrik Semen, Bagaimana Nasib Wisatanya...??

SAMARINDA –Draf rencana peraturan daerah zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau…

Selasa, 25 Februari 2020 15:19

Main Aman di Musda Golkar, Hindari Konflik Antarkader, Pemilik Suara “Dikondisikan”

SAMARINDA–Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kaltim tinggal menghitung hari. Rencananya, ajang…

Selasa, 25 Februari 2020 15:14

Tol Balsam Gratis sampai Lebaran

BALIKPAPAN–Tampaknya Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) bakal dilintasi secara gratis hingga libur…

Selasa, 25 Februari 2020 13:18

Tanpa Corona Batu Bara Sudah Susah

Pada awal 2020, Tiongkok yang menjadi tujuan utama ekspor Kaltim…

Selasa, 25 Februari 2020 11:47

PPU Banjir, Apakah Lokasi IKN Rawan Banjir Juga..?

JAKARTA- Salah satu kawasan yang hendak dijadikan lokasi ibu kota negara…

Selasa, 25 Februari 2020 11:41

WOW..!! Pembangunan Tol dan Mal Menjadi Incaran Swasta di Ibu Kota Baru

JAKARTA- Ibu Kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers