MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 11 Desember 2019 11:53
Keterbatasan Anggaran, Butuh 30 Tahun untuk Standardisasi Guru

PROKAL.CO, JAKARTA- Upaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk standardisasi kemampuan guru terbentur urusan anggaran. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan butuh waktu hingga 30 tahun untuk standardisasi kemampuan guru madrasah.

Kamaruddin menjelaskan saat ini masih ada 380 ribuan guru madras belum disertifikasi. Kemudian ada 70 ribuan guru madrasah belum memiliki kualifikasi sarjana atau S1. Dengan ketersediaan anggaran pendidikan di Kemenag, mereka hanya mampu membayar sertifikasi untuk 8.000 guru. "Maka kalau berjalan normal saja kita butuh 14 hingga 30 tahun untuk menstandarkan kemampuan guru," katanya dalam Ekspose Kompetensi Dan Profesionaliras Guru Madrasah Tahun 2019 di Jakarta (10/12).

Untuk itu dia mengatakan perlu terobosan sehingga seluruh guru dapat tersertifikasi dalam waktu lebih cepat. Apalagi di Kemenag, proses sertifikasi juga menjadi instrumen penting memastikan ide moderasi beragama untuk para guru.

Upaya yang sudah dijalankan Kemenag untuk meningkatkan mutu guru madrasah sudah cukup besar. Dana puluhan triliun lebih telah dikucurkan Kemenag melalui program sertifikasi, pembayaran tunjangan profesi, inpassing atau penyetaraan bagi guru swasta, tunjangan khusus, dan beasiswa untuk guru. 

Tahun ini tunjangan Kemenag untuk membayar tunjangan profesi sebanyak 118.983 guru PNS tersertifikasi mencapai Rp 5,06 triliun. Kemudian tunjangan profesi untuk 90.704 guru non-PNS yang sudah inpassing Rp 2,98 triliun. Lalu untuk 101.484 guru non-PNS yang belum inpassing sebesar Rp 1,82 triliun. 

Selain itu 4.500 guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar mendapatkan tunjangan sebesar Rp 72,9 miliar. Kemenag juga mengucurkan tunjangan insentif bagi guru non-PNS yang belum penyesuaian dan tersertifikasi. Total anggarannya Rp 900 miliar dengan sasaran sebanyak 241.665 guru.

Pada kesempatan yang sama Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan peningkatan kualitas guru merupakan isu inti pendidikan nasional, termasuk pendidikan Islam. "Secara berkelanjutan dan simultan terus menempuh langkah strategis meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru-guru di lingkungan Kemenag," katanya di depan 1000 undangan yang terdiri dari para guru, dosen, dan pimpinan perguruan tinggi.

Zainut lantas mengaku prihatin dengan skor Indonesia yang turun pada Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang diselenggarakan The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pada survei tiga tahunan itu kemampuan siswa Indonesia dalam membaca meraih skor rata-rata yakni 371 poin. Jauh di bawah rata-rata OECD yakni 487 poin. 

Kemudian untuk skor rata-rata matematika 379 poin. Juga masih jauh di bawah skor rata-rata OECD yaitu 487 poin. Selanjutnya untuk sains skor rata-rata siswa Indonesia yakni 389 poin. Sedangkan skor rata-rata OECD yakni 489 poin. "Untuk mewujudkan generasi bangsa yang cerdas, beban itu ada di pundak kita semua, terutama para guru," tandas Zainut. (wan)


BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 11:51

Joli Jolan, Tempat untuk Barang Tak Digunakan, Dipilih Perias Jenazah, Kosmetik Kedaluwarsa Jadi Bermanfaat

Sering membeli barang karena dorongan impulsif? Setelah terbeli, barang tak…

Kamis, 20 Februari 2020 11:30

Bertambah, Satu Orang Kru WNI Kapal Pesiar Positif Virus Korona

JAKARTA- Kru kapal pesiar Diamond Princess asal Indonesia yang terinfeksi…

Kamis, 20 Februari 2020 10:58

Pendaki Tolak Heli dan Penginapan Mewah di Rinjani, Ini Alasannya

MATARAM-Penyediaan fasilitas heli tourism dan penginapan mewah di Gunung Rinjani…

Kamis, 20 Februari 2020 10:56

PARAH..!! Oknum Polisi Jadi Bandar Narkotika, Selundupkan 10 Kg Sabu dan 60 Ribu Butir Ekstasi

JAKARTA— Bandar narkotika memang terus berupaya menggaet oknum polisi untuk…

Kamis, 20 Februari 2020 07:49

Begini Dialog SMSI Pusat Bersama Mohammad Nuh dan Hatta Rajadsa

JAKARTA - Migrasi besar-besaran dari physical space (bentuk fisik) ke…

Rabu, 19 Februari 2020 23:16

SMSI dan LPDS Sepakat Kerja Sama Jaga Kualitas Media Siber

JAKARTA - Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) yang didirikan oleh…

Rabu, 19 Februari 2020 11:02

30 Juta PBI Tak Masuk DTKS

JAKARTA– Persoalan data penerima bantuan iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan…

Rabu, 19 Februari 2020 11:00

Istri Kapten Anwar Pingsan Usai Pemakaman

SEMARANG– Pemakaman empat jenazah korban kecelakaan Helikopter MI-17 yang jatuh…

Rabu, 19 Februari 2020 10:54

Singapura Larang Warga China Masuk, Kini Andalkan Kunjungan Turis Indonesia

JAKARTA– Kebijakan pemerintah Singapura terkait dengan wabah korona bakal berdampak…

Rabu, 19 Februari 2020 10:39

Kemenag Lobi Penambahan Toilet di Mina

JAKARTA – Ketersediaan toilet di tenda-tenda jamaah haji Indonesia di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers