MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Rabu, 11 Desember 2019 11:50
Mimpi Bosz Ikuti Mathi
Peter Bosz

PROKAL.CO, PERUNTUNGAN Peter Bosz di ajang Eropa tak semanis Matthijs De Ligt, bek Juventus yang dia besarkan tiga musim silam di Ajax Amsterdam. Saat masih sama-sama di Ajax Bosz dan De Ligt tak pernah mampu merasakan atmosfer Liga Champions. Tersisih di playoff meski berhasil lolos ke final Liga Europa.

Tapi, begitu berpisah, musim lalu Matthi, sapaan akrab De Ligt, mampu mengantar Ajax ke semifinal. Bosz? Tacticus berjuluk Si Jenderal Kecil itu bersama Borussia Dortmund mentok di fase grup dua musim lalu. Nah, musim ini, De Ligt yang lebih dulu membawa Juventus main di fase knockout.

Sedangkan Bosz bisa mengikuti jejak mantan anak didiknya itu dini hari nanti WIB, saat Bayer Leverkusen menjamu Juve di BayArena, Leverkusen (siaran langsung Champions TV 2 pukul 03.00 WIB). ''Aku berharap aku bisa menuntaskannya (lolos ke fase knockout),'' ucapnya, dilansir laman T-Online.

''Banyak yang menganggap peluang kami lebih kecil (dibanding Atletico Madrid). Tetapi kami masih punya kesempatan dan kami ingin memanfaatkannya. Dengan memenangi laga ini, kami hanya tinggal berharap Atletico tak mampu menang (melawan Lokomotiv Moskva),'' kata pelatih yang sudah dua musim menangani Lars Bender dkk.

Ya, bukan hanya mengikuti jejak De Ligt. Dengan memastikan tiket fase knockout, maka itu akan jadi pencapaian terbaik pelatih yang disebut memiliki pendekatan taktik mirip nahkoda Manchester City Pep Guardiola tersebut. Tren apik Die Werkself, julukan Leverkusen, pada dua laga terakhir di fase grup jadi alasannya.

Pasca mengalahkan Atletico Madrid 2-1 di matchday keempat (7/11), Leverkusen belum tersentuh kekalahan. Termasuk saat dapat mempecundangi Bayern Muenchen di Allianz Arena, Muenchen 1-2 (1/12). ''Dia (Bosz) sedang dalam laju terbaik bersama tim ini. Jika kami mampu mengalahkan Bayern, kami juga bakal melakukannya kepada Juve,'' dukung Direktur Olahraga Leverkusen Rudi Voller, dilansir laman resmi klub.

''Bayangkan jika De Ligt melakukan blunder untuk mentornya,'' sindir laman Stern. Tapi, kali terakhir De Ligt melakukan blunder di Liga Champions ketika La Vecchia Signora, julukan Juve, imbang 2-2 kontra Atleti di Wanda Metropolitano, Madrid (19/9). Di laman La Gazzetta dello Sport tadi malam mengklaim ada kemungkinan De Ligt tidak dibawa allenatore Maurizio Sarri ke Jerman. (ren)


BACA JUGA

Rabu, 22 Januari 2020 13:40
MAN United vs Burnley

Berharap Besar pada 3M

MANCHESTER– Ketidakhadiran Marcus Rashford langsung berefek pada hasil laga Manchester…

Rabu, 22 Januari 2020 13:38
Juventus vs AS Roma

Mengembalikan Tradisi

TURIN– Maurizio Sarri bukan pelatih yang punya tradisi memenangi Coppa…

Rabu, 22 Januari 2020 13:37

Ogah Main Alasan Cedera

EDINSON Cavani benar-benar sudah tidak betah di PSG. Kemarin waktu…

Rabu, 22 Januari 2020 13:36

Transplantasi Rambut Ingin Modis di TV

BAGI pelatih timnas Wales Ryan Giggs, penampilan adalah segalanya. Terlebih…

Rabu, 22 Januari 2020 13:33

Ada Apa dengan Mitra Kukar?

TENGGARONG - Di saat sebagian besar kontestan Liga 2 2020…

Rabu, 22 Januari 2020 13:32

Sepakat Bangun Prestasi

SAMARINDA – Meski banyak pemain yang pergi, Borneo FC masih…

Rabu, 22 Januari 2020 13:30

Tantangan Jaga Kualitas Kiper

SAMARINDA - Dua musim terakhir Borneo FC memproduksi kiper-kiper berkualitas,…

Selasa, 21 Januari 2020 13:43

Stroll-Wolff akan Beli Mercedes

BRACKLEY-Di tengah persiapan menuju Formula 1 musim 2020, desas-desus menggemparkan…

Selasa, 21 Januari 2020 13:14

Dua Pemain Muda yang Modifikasi Posisi pun Tetap Oke

Pelatih Arsenal Mikel Arteta dan pelatih Chelsea Frank Lampard menaruh…

Selasa, 21 Januari 2020 13:05

Maradona pun Angkat Bicara

MESKIPUN sudah hampir tiga dekade meninggalkan San Paolo, hati Diego…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers