MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 10 Desember 2019 12:36
Warga Pulau Maratua Mulai Kesulitan Air Bersih
MASIH SULIT: Warga Kampung Teluk Alulu, Maratua, memeriksa persediaan air tawarnya yang kian menipis.

PROKAL.CO, Pendistribusian air bersih di dalam kota belum merata, terlebih yang jaraknya jauh dari pusat pemerintahan, seperti di Kecamatan Maratua.

 

MASALAH air memang tidak bisa dianggap enteng. Jarak yang jauh dari pusat kota, membuat masyarakat yang berdiam di Kecamatan Maratua harus benar-benar memanfaatkan air bersih yang diperoleh. Tak jarang warga harus membeli.

Hingga kini, masih ada tiga kampung di pulau terluar itu masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di antaranya, Kampung Teluk Alulu, Bohe Silian, dan Payung-Payung. Diutarakan Kepala Kampung Teluk Alulu Mustakim, warga mengandalkan air hujan atau membeli air yang dihargai Rp 150 ribu per tandon berisi 1.200 liter. "Kalau air hujan itu tidak bisa langsung digunakan, harus dibiarkan mengendap dulu," katanya. Dia berharap, pemerintah dapat memberikan solusi terkait persoalan yang dialami warganya. “Paling tidak ada penampungan besar untuk air tawar, bahkan kalau bisa disediakan tempat penyulingan air asin ke tawar,” tambahnya.

Bupati Berau Muharram menuturkan, memenuhi air bersih di Kecamatan Maratua memang cukup sulit. Sebenarnya, pemerintah telah membangun penyulingan di Kampung Bohe Silian. Namun, biaya pemeliharaan yang mencapai miliaran rupiah membuat hal itu sulit urung terlaksana. "Satu-satunya jalan ya hanya mengubah air asin menjadi air tawar. Tetapi biayanya mahal," katanya.

Dia berencana meminta bantuan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mengatasi persoalan tersebut. "Mudah-mudahan mereka (kementerian) mau mendukung," ungkapnya.

Sambil menunggu bantuan dari kementerian, solusi jangka pendek yang dapat dilakukan ialah membawa air bersih PDAM menggunakan kapal ponton. “Itu yang sedang dipikirkan untuk memenuhi kebutuhan air tawar di Maratua,” pungkasnya. (*/hmd/sam/dra2/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 19 Januari 2020 12:19

Masalah Jalan Urung Terselesaikan, Warga Butuh Bukti

Pemkab Kubar merespons keluhan warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara…

Minggu, 19 Januari 2020 12:17

Olahan Delima Bikin Paser Berjaya

TANA PASER - Melimpahnya tanaman alam di Desa Batu Kajang…

Minggu, 19 Januari 2020 11:41

Jalur Pendekat Tenggarong Seberang Menuju Bandara APT Pranoto, Berharap Tuntas di Musrenbang

TENGGARONG-Lama tak terdengar kabarnya, jalur pendekat Tenggarong menuju Bandara Aji…

Minggu, 19 Januari 2020 11:39

2020, Paser Terima Bankeu Provinsi Senilai Rp 368 Miliar

TANA PASER - Legislator dari Karang Paci atau DPRD Kaltim,…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:53

Perpisahan Sekolah, Siswa Diminta Rp 600 Ribu, Begini Kata Kadisdik

Jelang akhir masa sekolah, sejumlah orangtua waswas. Bukan takut anaknya…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:52

Tes CPNS Sebentar Lagi, PLN dan Telkom Mesti Siap Juga Nih

ARTA KUSUMA YUNANDA/BP TANJUNG REDEB–Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:51

Merasa Terbuang, Pedagang Pilih “Ngemper”

SANGATTA–Puluhan pedagang menyebut merasa terbuang karena tidak mendapat lapak untuk…

Jumat, 17 Januari 2020 11:36

MAAF YOOO...!! Sendawar Belum Layak Anak

SENDAWAR – Status Kabupaten Layak Anak (KLA) tidak bisa disematkan…

Jumat, 17 Januari 2020 11:35

Banjir di Tenggarong Seberang Makin Parah, Wakil Rakyat Tuding Ini Biangnya....

Aktivitas tambang batu bara dituding sebagai biang banjir yang sering…

Jumat, 17 Januari 2020 11:34

Keluhan Warga Direspons Cepat

Pemkab Kutim langsung merespons keluhan masyarakat Desa Mata Air, yakni…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers