MANAGED BY:
JUMAT
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 10 Desember 2019 11:04
MANTAP..! Pulau Tukung Jadi Pelabuhan Kapal Pesiar, Ada Banyak Fasilitas Wow....
Pulau Tukung di Kawasan Melawai, Balikpapan Kota, bakal disulap jadi pelabuhan khusus. Nantinya pelabuhan tersebut melayani kapal pesiar. Jadi, dapat bersandar lebih lama saat melakukan perjalanan wisata melewati perairan Teluk Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Pulau Tukung di Kawasan Melawai, Balikpapan Kota, bakal disulap jadi pelabuhan khusus. Nantinya pelabuhan tersebut melayani kapal pesiar. Jadi, dapat bersandar lebih lama saat melakukan perjalanan wisata melewati perairan Teluk Balikpapan.

Dari hasil kajian PT Pelindo IV, selama ini kapal pesiar yang melintas hanya bersandar untuk memenuhi kebutuhan logistik dalam waktu singkat. Berkisar delapan hingga 12 jam. Itu pun tidak berlabuh di dermaga yang ada di pelabuhan. Jadi, para penumpang yang merupakan wisatawan mancanegara, tidak turun ke wilayah yang menjadi tempat kapal pesiar itu bersandar.

”Makanya kami berencana membangun pelabuhan cruise (kapal pesiar) untuk menunjang pariwisata. Sebagai integrasi pelabuhan dan pariwisata di Kaltim,” kata Dirut PT Pelindo IV Farid Padang seusai pertemuan dengan Komisi VI DPR RI, pekan lalu di Balikpapan. Rencananya, lanjut dia, ada tiga kota pelabuhan peradaban baru yang akan mengintegrasikan pelabuhan dan pariwisata di Kaltim.

Yakni kota pelabuhan peradaban Balikpapan, kota pelabuhan peradaban Samarinda dan kota pelabuhan peradaban Kuala Samboja, Kukar. “Pengembangan ini kami lakukan karena 80 persen pariwisata diangkut melalui laut. Terutama kapal cruise (pesiar),” imbuh mantan direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan PT Pelindo IV ini.

Menurutnya, pelabuhan peradaban Balikpapan akan ditunjang dengan Pelabuhan Semayang yang memiliki dermaga seluas 489 meter persegi. Ditambah terminal penumpang seluas 3.700 meter persegi. Karena keterbatasan lahan yang ada, pengembangan Pelabuhan Semayang sudah tidak memungkinkan dilakukan. Jadi, akan dilakukan penataan zonasi operasional.

“Jadi, pengembangan pelabuhan Balikpapan dapat dilakukan di daerah Pulau Tukung. Yang dijadikan sebagai pelabuhan cruise (kapal pesiar),” ungkapnya. Berdasarkan desain yang disusun, pelabuhan cruise (kapal pesiar) di Pulau Tukung akan dikembangkan jadi beberapa zonasi. Di antaranya, restoran, hotel dan tempat pertemuan, area kuliner, dan terminal penumpang.

Dengan demikian, dapat dimanfaatkan oleh wisatawan mancanegara saat kapal pesiarnya bersandar di Balikpapan. “Jadi UMKM bisa hidup dan bisa berdampak pada peningkatan devisa negara,” sebut Farid. Sementara itu, pelabuhan peradaban Samarinda akan mengandalkan Pelabuhan Yos Sudarso. Yang sebelumnya adalah pelabuhan kargo dengan luas dermaga 937 meter persegi. Pelabuhan umum ini pun, tak bisa lagi dikembangkan karena lokasinya di dalam muara dan tepian Sungai Mahakam.

Selain itu, alur pelayaran dan kolam pelabuhan dengan ketinggian -6 mlws (mean low water springs) atau tinggi rata-rata air surut, membuat pelabuhan tersebut menjadi dangkal untuk kapal berukuran besar. “Oleh karena itu, ke depannya kami akan mengubah Pelabuhan Samarinda akan dijadikan pelabuhan penumpang dan cruise/yacht,” terang dia.

Untuk menunjang keberadaan pelabuhan kapal pesiar, khususnya di Balikpapan, PT Pelindo IV akan membuat kontrak kerja sama dengan agen pariwisata. Termasuk meminta pemilik kapal pesiar melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menjadikan pelabuhan sebagai one gate system.

Dengan demikian, kapal pesiar yang semula hanya bersandar maksimal delapan jam, akan berlabuh hingga empat hari. Dengan waktu yang relatif panjang itu, bisa dimanfaatkan dengan menawarkan paket wisata berupa city tour, sehingga berdampak pada pariwisata di Kaltim. Terutama Balikpapan dan sekitarnya.

“Kami sampai membuat kontrak ke Turki dan Australia. Melalui Kementerian Pariwisata. Karena kalau tidak ada kontrak, mereka (agen pariwisata) tidak akan mau. Sebab, kontrak untuk kapal pesiar cruise dibuat setahun sebelumnya. Jadi, dengan dibangunnya pelabuhan cruise dapat menunjang ibu kota negara melalui pariwisata,” jabar dia.

Pembangunan pelabuhan kapal pesiar di Pulau Tukung ditargetkan rampung dalam tiga tahun mendatang. Sebelum pusat pemerintahan di IKN di Sepaku beroperasi pada 2024. Untuk menuntaskan perencanaan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Gubernur Kaltim Isran Noor.

“Akan disesuaikan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kaltim. Mudah-mudahan bisa segera selesai tahun depan,” harap Farid. Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI Mohammad Toha menyambut baik rencana pembangunan pelabuhan kapal pesiar di Balikpapan. Sebab, calon IKN baru yang akan dipindah ke Kaltim, perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan.

Apalagi komisi yang membidangi perindustrian, perdagangan, koperasi dan UKM, BUMN, investasi, serta standardisasi nasional tersebut, saat ini belum melihat ada pelabuhan cruise di Indonesia yang memadai. Kapal cruise yang selama ini berlabuh hanya bisa mengunjungi terminal penumpang dan pelabuhan umum. “Jadi cukup bagus, jika IKN baru memiliki pelabuhan cruise tersendiri,” pungkas anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (kip/riz/k16)


BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 16:51

PDIP Umumkan Empat Jagoan Kepala Daerah Kaltim, Siapa Saja?

JAKARTA–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi partai pertama yang mengumumkan…

Kamis, 20 Februari 2020 14:56

Terancam Longsor, Warga Desa Mulawarman Mengungsi

Adanya pergerakan tanah di Desa Mulawarman membuat warga setempat mengungsi.…

Kamis, 20 Februari 2020 12:11

Mobil Hancur, Ajaibnya Penumpang Selamat

SAMARINDA–Untuk kesekian kalinya sejak dioperasikan akhir tahun lalu, kecelakaan lalu…

Kamis, 20 Februari 2020 12:08
Mengendus Persekongkolan Pelaksanaan Tender Pemerintah

Pengawasan Lemah, Syarat Bisa Dipalsukan

Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) tak mampu menghentikan persekongkolan, antara…

Kamis, 20 Februari 2020 12:05

Masih Ada Celah Persekongkolan

KETUA Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kaltim Slamet Suhariadi…

Kamis, 20 Februari 2020 11:47

Pemerintah Serahkan RUU IKN ke DPR Pekan Depan

JAKARTA– Persiapan pembangunan dan pengelolaan ibu kota negara (IKN) yang…

Kamis, 20 Februari 2020 10:43

Kedatangan Harun Baru Tercatat 19 Januari, Imigrasi Berdalih Server Tidak Sinkron

JAKARTA -- Tim gabungan independen beberapa kementerian dan lembaga mengumumkan…

Rabu, 19 Februari 2020 12:08

Lokasi Ibu Kota Negara Tak Terdampak Banjir di Penajam

Gara-gara foto dan narasi tak terkonfirmasi di media daring, banyak…

Rabu, 19 Februari 2020 12:05

Makmur Diklaim Usung Isran, Musda Golkar Kaltim, Calon Tunggal Menguat

SAMARINDA–Hiruk-pikuk mencari pengganti Rita Widyasari memimpin Golkar Kaltim lima tahun…

Rabu, 19 Februari 2020 12:04

Makam Dibongkar, Bawa Tulang ke Jakarta

Jasad Yusuf Ahmad Gazali digali dari kuburnya kemarin (18/2). Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers