MANAGED BY:
SELASA
04 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 09 Desember 2019 14:42
Soal Penanganan Hal Ini, Kutim Harus Belajar dari Balikpapan

Pengelolaan Sampah Masih Parah dan Kurang Tertata

TAK PATUT: Sampah berserakan di ruas Jalan Yos Sudarso 1 membuat pemandangan kumuh tersaji. Terlebih, aroma tidak sedap mengganggu kesehatan. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO,

SANGATTASejumlah tempat penampungan sementara (TPS) sampah yang tersebar di berbagai titik, khususnya Jalan Yos Sudarso, Gang Buntu, Sangatta Utara, sampah pada hari libur meluber hingga keluar yang sudah disediakan. Hal itu dikeluhkan warga setempat.

Menurut Jumiyah Djauhari, warga sekitar menuturkan, sampah berserakan sudah terjadi sejak dua hari sebelumnya. 

"Lingkungan jadi kumuh, aroma busuk tercium setiap melintas," keluhnya saat diwawancarai kemarin (8/12). Menurut dia, kondisi tersebut seharusnya bisa diantisipasi pemerintah. Dia berharap, sampah tidak lagi menjadi tambahan masalah di Kutim. Jumiyah menjelaskan, Kutim sebaiknya mencontoh Balikpapan, daerah yang dianggap mumpuni pengelolaan sampah. Hal itu terlihat dari beberapa penghargaan piala Adipura yang mampu diperoleh Kota Minyak.

"Harusnya di sini (Kutim) ada pengaturan waktu pembuangan sampah, agar lebih bersih. Sudah berdebu, masa sampah juga berantakan," tuturnya.

Ditemui terpisah, Kepala UPT Kebersihan Sangatta Utara Rara Siti Hajrah tak memungkiri kondisi Kutim. Dia menyebut, unit pengangkut tidak mencukupi untuk membawa volume sampah yang membeludak. 

"Informasinya tadi pagi mobil kewalahan. Volume sampah lebih banyak daripada alat angkutnya. Jadi, waktu pengangkatan juga alami kendala," ungkapnya. Menurut dia, hari libur volume sampah kerap meningkat. Hal serupa terjadi pada tanggal gajian yang dilihat dari daya beli masyarakat meningkat. "Jadwal libur kantor dan sekolah juga memengaruhi, mungkin ibu rumah tangga banyak pesta dan masak di rumah," jelasnya. Terlebih, waktu pembuangan sampah warga tidak teratur. Hal itu membuat pengangkut kerap kebingungan. Pasalnya, setelah diangkut, sampah kembali menumpuk.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers