MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 09 Desember 2019 12:53
Jika Masih Gagal, Bentuk TGPF Kasus Novel

Jokowi Panggil Kapolri Hari Ini Terkait Novel

Novel Baswedan

PROKAL.CO, JAKARTA- Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu Kapolri Jenderal Idham Aziz di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari (9/12). Dalam pertemuan tersebut, Jokowi bakal menangih progres penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Asfinawati pesimis persoalan Novel akan selesai pada pertemuan siang ini. Menurutnya, pertemuan antara Presiden dan Kapolri lebih kepada upaya kegiatan formalitas untuk meredam publik. "Ini semacam gula-gula untuk publik bahwa kasus ini bergerak," ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin (8/12).

Anggapan itu bukan tanpa sebab. Melainkan didasarkan pada pengalaman yang sudah-sudah. Di mana beberapa kali deadline yang diberikan presiden kepada Polri tidak pernah pernah memunculkan hasil. Namun pada akhirnya, presiden terus memberikan waktu.

Persoalannya, lanjut dia, adalah tidak adanya itikad baik dari pemerintah maupun Polri untuk menuntaskan kasus tersebut. Sebab, secara teknis, alat bantunya mencukupi. Mulai dari adanya gambar CCTV, banyaknya saksi, hingga petunjuk awal yang jelas. "Temuan Komnas HAM dan tim polisi, ini kan ada kaitannya dengan pekerjaan novel," ungkapnya.

Untuk itu, jika memang ada itikad baik, Asfinawati menantang pemerintah untuk tidak lagi memberikan waktu tambahan. Sebaliknya, pemerintah bisa membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta. "Kalau dia punya itikad baik sudah waktunya bentuk TGPF. Semua deadline yang diberikan gagal berkali-kali. Masa masih diberikan," tuturnya.

Meski relatif telat, dia menilai TGPF bisa menjadi solusi untuk memecah persolan tersebut. Yang terpenting, lanjutnya, TGPF diisi oleh nama-nama yang kompeten. "Anggota harus yang ga punya konflik kepentingan kasus korupsi," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan akan menagih penanganan kasus Novel siang ini kepada Kapolri Idham Aziz. Hal itu sebagai tindaklanjut atas perintah yang disampaikan Presiden saat melantik Idham Aziz sebagai Kapolri awal November 2019 lalu. Jokowi optimis, ada perkembangan signifikan dalam penanganan kasus itu. "Saya yakin insyaallah ketemu," ujarnya, Jumat sore (6/12).

Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan bahwa tim teknis telah melakukan berbagai langkah, dari penyelidikan yang bersifat induktif dan deduktif. Alat bukti juga terus diperkuat dan sketsa wajah juga telah dibuat berdasarkan masukan masyarakat.

”Namun, memang banyak kasus yang belum terungkap, ada seperti kasus mahasiswa UI dan di Jakarta Barat kasus sekeluarga meninggal dunia,” tuturnya.

Masukan dari Komnas HAM juga sedang dikaji. Penyidik akan mempelajari apa yang telah dilakukan Komnas HAM. ”Semua itu masih berjalan,” terang mantan Kabidhumas Polda Jawa Timur tersebut. Bagian lain, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menjelaskan, sudah saatnya dibentuk tim pencari fakta yang bekerja secara independen. Untuk benar-benar menuntaskan kasus penyiraman terhadap Novel. ”Dulu tim pakar, lalu tim teknis dari internal Polri. Kalau belum juga terungkap artinya butuh tim pencari fakta,” ungkapnya.

Bila tidak segera membentuk tim pencari fakta, tentunya akan ada krisis kepercayaan terhadap keamanan di Indonesia. Perlu diingat, Novel itu merupakan penegak hukum, yang ternyata dapat dengan mudah dicelakai. ”Pelakunya juga belum terungkap,” tuturnya.

Dari kondisi itu, maka masyarakat akan menyadari bahwa seorang penegak hukum saja bisa diperlakukan semacam itu. Bagaimana dengan masyarakat biasa. ”Ini yang akan membuat krisis kepercayaan terhadap keamanan,” paparnya.

Terpisah, untuk memperingati hari antikorupsi dunia (hakordia), KPK menggelar beberapa kegiatan. Salah satunya Anti-corruption Film Festival 2019 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Kegiatan itu merupakan bentuk pendekatan membangun nilai antikorupsi melalui seni.

"Film, lagu, puisi, dongeng, foto dan komik dan karya sejenis lainnya merupakan pendekatan penting (membangun nilai antikorupsi, Red)," kata Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK Giri Suprapdiono, kemarin (8/12).

Giri mengatakan pendekatan itu bertujuan untuk membuka pikiran dan menyentuh hati semua orang agar lebih peduli dengan isu pemberantasan korupsi. Strategi pencegahan korupsi itu diyakini semakin menyentuh hati seseorang saat filem-filem yang diproduksi berangkat dari realitas lingkungan masyarakat.

"Semoga ke depan semakin banyak proses kreatif yang bergelut di isu antikorupsi ini," ungkap pejabat asal Ponorogo itu. Menurut dia, konsolidasi kekuatan dan keteguhan bersama memberantas korupsi seluruh elemen menjadi penting di tengah upaya menyerang balik dan mengepung pemberantasan korupsi. (far/idr/tyo)


BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:46

Dokter yang Menangani Pasien 2019-nCov Meninggal

HONGKONG – Usaha untuk membatasi persebaran 2019-novel Coronavirus (2019-nCov) gagal.…

Minggu, 26 Januari 2020 11:39
Berkas Perkara Dua Penyiram Novel Dikirim ke Jaksa

Kasus Novel, Aktor Intelektual Belum Juga Terungkap

JAKARTA—Kendati aktor intelektual penyiram Novel Baswedan belum terungkap. Polri telah…

Minggu, 26 Januari 2020 11:38

Seluruh Pasien Negatif 2019-nCoV, tapi Belum Mau Keluar Rumah Sakit

JAKARTA– Pemeriksaan pasien diduga mengidap 2019 novel conoravirus (2019-nCoV) sudah…

Minggu, 26 Januari 2020 11:34

Indonesia Minta Malaysia Perketat Pengamanan Perairan

JAKARTA– Penculikan warga negara Indonesia (WNI) saat melintasi perairan di…

Minggu, 26 Januari 2020 11:27

Tes CPNS Mulai Besok, BKN Siapkan 425 Lokasi Ujian

JAKARTA – Ujian atau tes kompetensi dasar (TKD) seleksi CPNS…

Minggu, 26 Januari 2020 11:26

Waspadalah Bencana, Hujan Lebat Sampai Akhir Bulan

JAKARTA– Hujan lebat diprediksi terjadi hingga akhir bulan di sejumlah…

Minggu, 26 Januari 2020 10:56

Maskapai Indonesia Dilarang Terbang ke Wuhan

JAKARTA - International Notam Office Beijing telah menerbitkan NOTAM G0108/20.…

Minggu, 26 Januari 2020 00:12

Kerja Keras di Tahun Tikus Logam

PERJODOHAN enteng. Kerja lebih keras lagi. Juga, tak gegabah dalam…

Minggu, 26 Januari 2020 00:06

Mantau dan Bakpao yang Turun-temurun

MANTAU dan bakpao. Mirip tapi beda. Roti kukus khas Tiongkok…

Minggu, 26 Januari 2020 00:05

Mi Sebagai Lambang Panjang Usia

SEMANGKUK besar mi sudah terhidang. Aneka makanan pendamping juga sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers