MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Sabtu, 07 Desember 2019 12:09
Tegas..!! Empat Pemerkosa Ditembak Mati
Polisi di India dipuji puji setelah menembak mati pelaku pemerkosa.

PROKAL.CO, NEW DELHI– Ratusan orang menyalakan kembang api di Cyberabad, Hyderabad, Telangana, India, kemarin (6/12). Para perempuan membagikan manisan dan sebagian lainnya terus meneriakkan puji-pujian kepada polisi sembari menaburkan bunga. Sukacita memenuhi kota yang menjadi pusat industri teknologi tersebut. Penyebabnya satu. Polisi menembak mati pelaku pemerkosaan dan pembunuhan dokter hewan yang masih berusia 27 tahun.

’’Saya senang keempat tersangka dibunuh dalam baku tembak. Insiden ini akan menjadi contoh,’’ tegas saudari korban.

Empat tersangka itu sejatinya berada di tahanan polisi sembari menunggu penyelidikan. Kemarin pagi mereka dibawa ke tempat kejadian perkara untuk mencari barang milik korban. Entah disengaja atau tidak, para tersangka itu tidak diborgol. Saat itulah insiden perebutan senjata dan penembakan tersebut terjadi.

’’Mereka terbunuh dalam baku tembak. Mereka mencoba mencuri senjata dari penjaga, tapi lantas ditembak mati,’’ ujar Wakil Komisioner Polisi Prakash Reddy kepada Agence France-Presse.

Pemerkosaan kepada dokter hewan itu terjadi 27 November lalu. Tersangka tidak hanya memerkosa korban ramai-ramai, tapi juga membunuh dan membakarnya di bawah jembatan yang jarang digunakan. Beberapa saat sebelum kejadian, korban menelepon kakaknya dan menyatakan takut dengan para lelaki di hadapannya. Sang kakak melapor polisi, tapi tak dihiraukan.

Kejadian itu membuat publik berang dan menyamakannya dengan pemerkosaan masal di atas bus 2012 lalu. Sesaat setelah pelaku ditangkap, masyarakat menyerbu penjara dan minta pelaku segera diadili. Beberapa legislator juga menyerukan agar pelaku dibunuh. Lainnya meminta agar mereka dikebiri saja.

Tak semua senang dengan kematian para pelaku. Aktivis HAM menyatakan bahwa polisi India kerap membunuh tanpa peradilan untuk memangkas proses hukum dan menghentikan kemarahan publik. Menembak mati para pelaku yang seharusnya diadili adalah hal yang tidak bisa diterima.

’’Polisi harus bertanggung jawab. Alih-alih menyelidiki dan menuntut, negara malah melakukan tindak pembunuhan untuk mengalihkan perhatian publik dan menghindari tanggung jawab,’’ tegas pengacara sekaligus aktivis Vrinda Grover.

Hal senada diungkapkan mantan Menteri Federal untuk Pengembangan Perempuan dan Anak-Anak Maneka Gandhi. Dia menegaskan, pembunuhan tidak bisa dijadikan alternatif penyelesaian masalah. Jika benar bersalah, pelaku akan dihukum gantung. Tapi, polisi tidak bisa serta-merta mengambil senjata dan menembak tersangka hanya karena ingin.

Pemerkosaan di India ibarat penyakit menahun yang tak kunjung sembuh. Sepanjang 2017, lebih dari 33 ribu kasus dilaporkan terjadi di negara tersebut. Namun, besar kemungkinan jumlah aslinya jauh di atas angka itu. Setiap tahun pula, hanya 32 persen kasus yang berakhir dengan hukuman untuk pelaku. (sha/c19/dos)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 23:45

Cegah Persebaran Virus 2019-nCov, Akses Transportasi 5 Kota di Tiongkok Ditutup

WUHAN– Wuhan ditutup. Kota itu adalah tempat pertama munculnya virus…

Jumat, 24 Januari 2020 22:53

Kebakaran Australia Tewaskan Kru AS

SYDNEY– Kebakaran hutan di Australia kembali membawa korban. Kemarin pesawat…

Kamis, 23 Januari 2020 17:38

Virus Corona Masuk AS

Amerika Serikat (AS), Selasa (21/1), melaporkan kasus virus corona baru…

Kamis, 23 Januari 2020 17:36

Cegah Demam Babi, Jerman-Polandia Bahas Langkah Tanggap

PEMERINTAH Jerman dan Polandia sedang membahas tindakan baru untuk mencegah…

Kamis, 23 Januari 2020 17:35

Presiden Perempuan Pertama Yunani

PARLEMEN Yunani memilih Ekaterini Sakellaropoulou sebagai presiden baru Yunani. Hal tersebut…

Kamis, 23 Januari 2020 15:12

Virus 2019-nCoV Mengancam, Wuhan Jadi Daerah Terbatas

BEIJING– ”Jika tidak penting, jangan datang ke Wuhan.” Peringatan itu…

Rabu, 22 Januari 2020 13:34

Pesawat Ukraina Jatuh, Iran Akui Tembakkan Dua Rudal

TEHERAN– Pemerintah Iran mengungkapkan satu lagi informasi mengenai jatuhnya pesawat…

Selasa, 21 Januari 2020 13:45

”Putri” Angola Terjerat Skandal Korupsi

LUANDA– Gelar miliuner perempuan pertama asal Afrika yang dimiliki Isabel…

Selasa, 21 Januari 2020 13:25

Virus 2019-nCoV Itu Sudah Sampai Korsel, Tiongkok Mulai Awasi Ruang Publik

BEIJING – ”Persebaran wabah harus diatasi.” Pernyataan tegas tersebut keluar…

Selasa, 21 Januari 2020 13:23

Harry Klaim Tak Ada Jalan Lain

LONDON– Pangeran Harry akhirnya angkat bicara mengenai pencopotan gelar his/her…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers