MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Sabtu, 07 Desember 2019 11:10
SMPN 20 Depok setelah Puluhan Siswanya Terinfeksi Hepatitis A
Diliburkan Tiga Hari, Sediakan Ujian Susulan untuk Yang Masih Dirawat
SMP Negeri 20 Kota Depok

PROKAL.CO, Pihak sekolah membantah kesimpulan Kementerian Kesehatan bahwa penular virus adalah salah seorang office boy. Pemkot Depok menanggung biaya pengobatan, juga siapkan dana untuk sekolah yang belum punya kantin.

 

 

INDRA A. SIREGAR, Depok

 

SUDAH sepuluh hari Shofa Salila Basir dirawat. Namun, sampai dengan kemarin (5/12), seluruh badan siswi kelas VIII SMP Negeri 20 Kota Depok, Jawa Barat, itu masih terasa lemas.

”Tidak bisa apa-apa,” kata dia kepada Radar Depok yang membesuknya di RSUD Kota Depok. Shofa adalah 1 di antara 40 siswa-siswi SMP Negeri 20 Kota Depok yang terinfeksi virus hepatitis A. Di ruangan lain di rumah sakit yang sama, Kayla Anugrah Bintang juga telah tujuh hari opname karena infeksi virus yang menyerang hati tersebut.

”Nggak tahu gimana bisa tertular. Tiba-tiba pada sakit semua dan mual,” kata dia kepada Radar Depok. Terungkapnya kasus infeksi masal itu dimulai saat upacara bendera pada Senin, 11 November. Ada 50 siswa dan 2 guru yang tampak lemas.

Karena tidak ada pemeriksaan kesehatan, pihak sekolah hanya menduga para siswa dan guru tersebut lemas karena belum sarapan. ”Pikiran kami, mereka memang cuma lagi kurang fit saja,” ucap Kepala SMPN 20 Depok Komar Suparman.

Hingga beberapa hari kemudian, kondisi para siswa tak kunjung membaik. Dan akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke UPT Puskesmas Mampang. Yang kemudian dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Depok. ”Ketika diperiksa, masih belum banyak yang terindikasi hepatitis. Tapi, setelah Jumat (15/11), jumlah siswa suspect hepatitis bertambah menjadi 40 orang,” tutur Komar.

Kementerian Kesehatan akhirnya menetapkan kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A di Kota Depok. Keputusan tersebut didasari meningkatnya jumlah kasus.

Dari 72 hingga mencapai 262 kasus per 3 Desember 2019. Dan, dari 262 kasus itu, 171 dinyatakan positif hepatitis A.

”Kasus hepatitis A ini terjadi di SMPN 20, tetapi persoalannya tidak berhenti di situ. Jadi, ini sebuah KLB  seperti di Pacitan (Jawa Timur) beberapa waktu lalu,” terang Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono di gedung Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu lalu (4/12).

Dafa, murid kelas VIII SMP 20 Depok lainnya, mengenang, gejala awal, dirinya mengalami mual yang tidak sembuh-sembuh. ”Saya pusing, mual, dan demam tinggi,” jelasnya.

Shofa juga awalnya merasakan demikian. ”Mual-mual, pusing, demam, hingga panas suhu tubuhnya meningkat drastis,” katanya.

Sekolah pun sempat diliburkan selama tiga hari, 26–28 November lalu. Tapi, mulai Senin lalu (2/12), para pelajar harus mulai masuk lagi untuk menjalani ujian akhir semester ganjil.

”Nggak khawatir sih. Kan ujian, jadi ya harus masuk,” kata Andika, siswa kelas VII SMPN 20 Depok, kepada Radar Depok. Komar menjamin kondisi sekolah yang dipimpinnya sudah kondusif. Ujian akhir semester pun berlangsung lancar.

Untuk enam siswa yang masih dirawat dan beberapa siswa lain yang sedang dalam masa pemulihan, telah disiapkan waktu untuk melaksanakan ujian susulan. ”Kami siapkan waktu tanggal 9 sampai tanggal 14 Januari (tahun depan) untuk ujian susulan semester ganjil,” kata Komar.

Jaminan sang kepala sekolah itu belum sepenuhnya membuat semua wali murid tenang. Rika, misalnya, sampai kemarin memilih mengantar jemput anaknya.

Alasannya, masih khawatir dengan kondisi para siswa yang belum pulih. ”Khawatir ya pasti karena menyangkut kesehatan anak,” kata Rika.

Semenjak kejadian tersebut, lanjut Rika, dirinya juga jadi lebih memperhatikan asupan makanan sang anak. Juga, mewanti-wanti sang buah hati agar tidak jajan sembarangan.

”Paling setiap pagi sekarang anak saya saya kasih vitamin dan kasih bekal makanan,” terangnya.

Terkait penularan hingga menyerang puluhan pelajar SMPN 20 Depok, investigasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan mengungkap, virus berasal dari seorang office boy (OB) di lingkungan SMPN 20 Depok. Tapi, virus itu, lanjut Anung, sebenarnya tidak berasal dari Kota Depok. Tetapi, dari Kabupaten Bogor, wilayah asal si OB.

Namun, pihak sekolah berpendapat berbeda. ”Jika kementerian menyatakan demikian, kami masih mencari penyebab utamanya,” tegas Komar.

Menurut dia, sebelum si OB, ada yang terjangkit lebih dulu, tetapi orangnya masih diselidiki. ”OB bukan yang pertama, sebelumnya ada juga yang kena, masih di lingkungan sekolah,” papar Komar.

Merespons penetapan KLB hepatitis A di Depok, Wali Kota Mohammad Idris menyatakan, pihaknya telah menyiasati anggaran kesehatan yang dapat diarahkan untuk menangani hepatitis A.

Pemerintah Kota Depok akan mengalokasikan anggaran kepada seluruh pasien yang terkena penyakit hepatitis A. Pembiayaan akan ditanggung.

Selain itu, penanggulangan hepatitis A juga dilakukan di sekolah. Salah satunya dengan penyediaan kantin untuk siswa. ”Sekolah yang belum memiliki kantin dapat membangun kantin yang dapat diusulkan melalui biaya tidak terduga,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, sarana toilet, khususnya wastafel, harus menjadi perhatian masyarakat. Baik toilet sekolah, rumah, maupun tempat umum, serta membiasakan diri untuk mencuci tangan setelah beraktivitas.

”Perhatian PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat, Red) menjadi bagian penting dalam pencegahan dengan memberikan penyuluhan,” ucap Idris.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dr Irsan Hasan SpPD-KHEH FINASIM menuturkan, virus hepatitis ditularkan melalui makanan atau feses. Berbeda dengan jenis lainnya, hepatitis A kebanyakan justru dialami orang dewasa. ”Gejalanya mata kuning. Makanya, sering disebut penyakit kuning,” ungkap dia saat ditemui Jawa Pos di Kementerian Kesehatan Rabu lalu.

Penyakit itu, menurut dia, mudah sembuh. Dia memastikan tingkat kesembuhannya mencapai lebih dari 99 persen. Jarang yang kronis. ”Penyembuhannya dengan makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup,” ucapnya.

Meski demikian, terkait kasus di Depok, Kementerian Kesehatan akan memantau hingga awal tahun depan. Pasalnya, virus tersebut mengalami inkubasi hingga 50 hari atau hampir dua bulan.

Menurut Anung, langkah tersebut merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi. ”Ada potensi penularan,” ungkapnya. (*hmi/rub/dic/ttg)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers