MANAGED BY:
RABU
29 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Sabtu, 07 Desember 2019 10:38
Tertuang di PKPU, Eks Koruptor Boleh Ikut Pilkada
PENETAPAN: KPU pun mengeluarkan PKPU baru yang berisi tidak ada pelarangan mantan narapidana kasus korupsi.

PROKAL.CO, Pilkada 2020 sebentar lagi dihelat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun mengeluarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) baru. Isinya, tidak ada pelarangan mantan narapidana kasus korupsi.

 

TERKAIT hal itu, Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan, PKPU tersebut sudah disahkan‎. Sehingga sudah berlaku untuk Pilkada Serentak 2020. “Itu kan sudah disahkan, jadi sekarang sudah berlaku,” ujar Evi saat dikonfirmasi, Jumat (6/12).

Namun, KPU tetap mengimbau partai politik untuk tidak mencalonkan orang yang pernah menjadi narapidana kasus korupsi. Akan tetapi, hal itu sifatnya hanyalah imbauan, bukan pelarangan. “Jadi di‎ Pasal 3A, kami meminta kepada partai politik untuk mengutamakan yang bukan napi koruptor,” ucapnya.

Sebagai informasi,‎ KPU menerbitkan PKPU Nomor 18/2019 yang tidak melarang mantan narapidana kasus korupsi untuk menjadi kepala daerah.

Untuk diketahui, PKPU itu tercatat dengan Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. PKPU ditetapkan pada 2 Desember 2019.

Ketentuan soal eks koruptor bisa dilihat pada Pasal 4 tentang Persyaratan Calon. Pada huruf h, hanya dua mantan narapidana yang dilarang ikut pilkada, yaitu bandar narkoba dan pelaku kejahatan seksual pada anak.

Meski mantan narapidana kasus korupsi bisa maju, KPU menambahkan satu pasal dalam Peraturan KPU ini dengan mengimbau partai politik untuk tidak mencalonkan eks napi korupsi dalam pilkada. Tepatnya dalam Pasal 3A angka 4, sebagai berikut, ‘Bakal calon perseorangan yang dapat mendaftar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota diutamakan bukan mantan terpidana korupsi’. (jpc/dns/k8)

 


BACA JUGA

Rabu, 29 Januari 2020 13:05

Danau Batur Jadi Hijau, Ikan Masih Aman

BANGLI- Air Danau Batur masih berwarna hijau, Selasa (28/1). Perubahan…

Rabu, 29 Januari 2020 12:46

EMANGNYA MANJUR ..?? Puluhan Peserta Tes CPNS Kantongi Jimat

MALANG KOTA - Ribuan calon abdi negara kembali berjibaku dengan…

Rabu, 29 Januari 2020 12:14

Dirjen Imigrasi Jadi Tumbal Kaburnya Harun Masiku

JAKARTA – Polemik kedatangan buron tersangka suap komisioner KPU Wahyu…

Rabu, 29 Januari 2020 11:59

Putri Raja Faisal Tertipu Pembelian Vila di Bali

JAKARTA- Putri Kerajaan Arab Saudi Lolowah binti Mohammed bin Abdullah…

Selasa, 28 Januari 2020 13:35

Tuai Penolakan, Wisatawan Tiongkok Pulang Lebih Cepat

PADANG- Penolakan dari berbagai unsur masyarakat di tengah kekhwatiran terhadap…

Selasa, 28 Januari 2020 12:59

119 Babi Mati di Marga, Diduga Terkena Virus AFC

TABANAN- Kasus kematian babi di Tabanan semakin merebak. Sebelumnya puluhan…

Selasa, 28 Januari 2020 10:40

Jika Pemerintah Bentuk DKN, Menko Polhukam Diusulkan Dibubarkan

JAKARTA- Rencana pemerintahan membentuk Dewan Keamanan Nasional (DKN) mendapat penolakan…

Selasa, 28 Januari 2020 10:39

Aset Tanah Seluas 1,9 Juta Meter Persegi Terpidana BLBI Dicurigai Dikorupsi dan Dijual

"Kami mencium ada potensi aset-aset tersebut dikorupsi oleh para jaksa…

Senin, 27 Januari 2020 14:14

Pakai Ilmu Apa Si Harun Masiku? KPK Bilang Seperti Cari Jarum dalam Sekam

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kewalahan mencari tersangka kasus suap…

Senin, 27 Januari 2020 14:08

Bisnis Pasar Gelap yang Menggiurkan di Batam, Akali Pajak, Harga Jadi Lebih Murah

Salah satu lapak di platform penjualan online itu langsung menarik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers