MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:33
Karena Ini, Ada Peluang Kerek Kunjungan Wisatawan
Maratua, salah satu destinasi andalan Kaltim.

PROKAL.CO, Kunjungan wisatawan ke Kaltim diprediksi meningkat. Ini dampak dari kepastian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait adanya penurunan harga tiket pesawat sebesar 30 persen hingga Februari 2020.

 

BALIKPAPAN – Arahan Kementerian Perhubungan kepada maskapai untuk memberikan diskon pada tarif penerbangan disambut positif pelaku bisnis pariwisata. Mereka yakin, keinginan masyarakat untuk bepergian dan berwisata bisa tumbuh kembali. Kunjungan wisatawan ke Bumi Etam juga diprediksi naik hingga 20 persen.

Ketua Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Kaltim Joko Purwanto menuturkan, rencana Kemenhub menurunkan harga tiket sampai 30 persen sudah cukup bagus. Apalagi jika Garuda Indonesia sebagai perusahaan pelat merah memulai penerapan terlebih dahulu. “Karena kalau harga Garuda Indonesia turun, otomatis maskapai lainnya juga akan menurunkan harga tiketnya,” tuturnya (6/12).

Menurutnya dengan diberlakukan tiket murah tentu secara otomatis akan mendongkrak wisatawan baik domestik dan mancanegara. “Kalau turun harga 30 persen pasti Kaltim akan naik minimal 20 persen wisatawan akan masuk ke Kaltim,” ujarnya. Sedangkan untuk momen tahun baru, Joko mengatakan tidak ada lonjakan penumpang ke Kaltim. Sebab yang ada hanya orang mudik.

Dia memprediksi justru lebih banyak yang keluar Kaltim. Terutama tujuan luar negeri karena harga tiket lebih murah. Joko mengungkapkan, kendala wisatawan di Kaltim untuk bepergian memang karena masalah harga tiket yang mahal. Belum lagi mereka harus memikirkan biaya bagasi yang di luar dari harga tiket.

Aturan ini langsung terasa luar biasa bagi kelangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Terutama oleh-oleh karena biayanya mahal walau pun mereka berwisata tapi tidak berani beli oleh-oleh takut kena bagasi yang jauh lebih mahal,” tutupnya.

Sebelumnya, Kemenhub menyatakan harga tiket pesawat akan turun 30 persen untuk penerbangan Senin hingga Kamis. Diskon berlaku sampai Februari 2020. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengayakan, Garuda Indonesia adalah maskapai yang sudah berkomitmen memangkas harga tiket pesawat tersebut.

Dia meyakini setelah Garuda memulai gerakan itu, maka maskapai lain akan mengikuti. Sementara soal rute, pemerintah menyerahkan kepada maskapai jenis penerbangan mana saja yang akan masuk dalam pemberian diskon 30 persen. Artinya maskapai sebagai pelaku bisnis harus siap mengikuti aturan pemerintah pusat tersebut.

Menanggapi hal itu, General Manager (GM) Garuda Indonesia Cabang Balikpapan Boydike Kussudiarso menuturkan, pemberian fasilitas diskon memang ada tertuang dalam peraturan menteri. Namun yang jelas fasilitas diskon ini tidak menjadi tanggung jawab maskapai 100 persen.

“Kami menyikapi ini tergantung dari kondisi. Istilahnya tidak jadi kewajiban juga fasilitas ini kita berikan,” ucapnya, Kamis (6/12) malam. Tetapi pada dasarnya, Garuda Indonesia tentu akan menyesuaikan aturan. Sebab pemerintah telah mengeluarkan aturan itu melalui peraturan menteri.

“Sebagai maskapai akan mengikuti aturan tersebut, jika memang harus akan kita jalani. Dalam hal ini Kemenhub sebagai regulator ya kita tunduk dan patuh,” ujarnya. Dia menegaskan, pihaknya akan mempelajari apa pun yang notabene arahan dari pemerintah.

Namun sekali lagi dia mengingatkan ada aturan yang memang jadi kewajiban dan ada yang belum tentu jadi kewajiban maskapai. Boydike menjelaskan, saat ini orang memilih berpergian memang sesuai kebutuhan. Bukan karena terpacu harga tiket murah dan sebagainya. “Kemungkinan kecil sekali dampaknya terasa karena diskon ini,” tuturnya.

Sementara terkait momen peak season Natal dan tahun baru, Garuda Indonesia Cabang Balikpapan belum bisa memprediksi arus penumpang dibanding tahun lalu. Sebab secara permintaan, frekuensi yang ada saat ini masih cukup atau mengikuti traffic yang sudah ada.

Di antaranya rute Balikpapan–Jakarta lima kali sehari, Balikpapan–Berau dua kali sehari, Balikpapan–Jogjakarta sekali sehari, dan Balikpapan–Banjarmasin sekali sehari. “Kami anggap rute ini masih cukup mengakomodasi kebutuhan, jadi belum perlu untuk menambah frekuensi penerbangan,” bebernya.

Terlebih secara umum, traffic Garuda Indonesia di Balikpapan justru mengalami penurunan sekitar 17 persen sepanjang 2019. Alasannya karena penurunan traffic ini menerapkan ekosistem, semua maskapai berupaya mengoptimalkan dari kondisi sebelumnya.

“Ada perang harga yang menjadi salah satu pemicu beratnya ongkos di bisnis maskapai,” sebutnya. Apalagi bisnis maskapai padat modal, komponen terbesar penggunaan avtur karena konversi dari dolar Amerika Serikat. Sementara pendapatan maskapai kebanyakan rupiah.

Terjadi penurunan market membuat maskapai berusaha dengan menyesuaikan traffic. Akhirnya harus ada pengurangan frekuensi. Misalnya Balikpapan–Jakarta yang awalnya delapan kali sehari hanya menjadi lima kali sehari. Terutama untuk penurunan market Balikpapan–Jakarta dan sebaliknya terjadi memang tidak terlepas karena ada perubahan traffic.

“Ada penurunan traffic dikarenakan pengguna beralih terbang dari Samarinda. Tapi bukan hanya karena itu secara keseluruhan penurunan,” pungkasnya. (gel/ndu)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 10:00
Setelah ZA Divonis Pembinaan Setahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak

Wes Mari, Aku Pengin Sekolah, Apene Ujian Iki

Meski divonis bersalah, bagi ZA dan keluarga, putusan itu adalah…

Jumat, 24 Januari 2020 09:59

Eksepsi Ditolak, Suap Proyek Jalan Berlanjut

SAMARINDA–Upaya Hartoyo menyanggah dakwaan yang menyeretnya ke Pengadilan Tipikor Samarinda…

Jumat, 24 Januari 2020 09:58
Backpacker-an ke Hong Kong setelah Demonstrasi (1)

Momen Imlek Jadi Ajang Tahunan untuk Menjajakan Bunga

Demonstrasi besar-besaran terjadi di Hong Kong belum lama ini. Unjuk…

Jumat, 24 Januari 2020 09:57

Gubernur Ibu Kota Dipilih Presiden, Katanya Hindari Tarik-menarik Kepentingan Politik

Dalam draf RUU yang sedang dirumuskan pemerintah pusat, provinsi IKN…

Jumat, 24 Januari 2020 09:56

Norwegia Lirik Investasi Energi hingga Kota Modern

RENCANA pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim turut dimonitor…

Kamis, 23 Januari 2020 15:40

Investasi Berubah Imbas Konstruksi Tanah Lunak, Pendapatan Tol Balsam Defisit

Dioperasikan selama 5 sampai 10 tahun saja, masih belum mencukupi…

Kamis, 23 Januari 2020 15:38

Kebagian Rp 400 M, Pusat Soroti Bencana di Kaltim

SAMARINDA-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyambangi Samarinda…

Kamis, 23 Januari 2020 15:35

PNS Sepaku Bisa Berubah Status, Bekerja di Kementerian hingga Antisipasi Pensiun Dini

BALIKPAPAN-Migrasi ratusan ribu PNS pemerintah pusat ke ke ibu kota…

Kamis, 23 Januari 2020 15:34
Merasakan Aura Joker Lewat 131 Anak Tangga

Joker Stairs yang Kini Jadi Spot Foto Favorit

Salah satu adegan paling kuat dalam film Joker (2019) adalah…

Kamis, 23 Januari 2020 14:44

Akhirnya..!! Boeing Hentikan Produksi 737-Max

WASHINGTON DC – Raksasa aviasi Boeing akhirnya memberlakukan penangguhan produksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers