MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:06
Melihat “Panti Jompo” Orangutan di Lokasi Ibu Kota Negara

Siapkan Pulau Khusus, 24 Jam Diawasi Kamera Pengintai

BERUSIA BELASAN TAHUN: Petugas yang tengah merawat orangutan di PSO Arsari di Sepaku, PPU. HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

PROKAL.CO, Sekitar dua bulan lalu, orangutan (Pongo pygmaeus) pipi lebar bernama Bento dan Iskandar dipulangkan ke Kalimantan. Ada asa bagi keduanya, bisa menghabiskan masa tua di alam setelah menjalani karantina.

 

M RIDHUAN, Balikpapan

 

RIAK di wajah Bento dan Iskandar berubah. Muncul kerutan di dahi dan pipi lebarnya. Bahunya diangkat. Rambut di sekitar kepala berdiri. Sebagai jantan 19 tahun berbobot 170 kilogram, dirinya terganggu, ketika puluhan manusia mendekat ke kandang mereka.

Setelah berhasil menjalani translokasi dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Minahasa Utara, akhir September lalu, dua orangutan jantan itu kini menjalani hidup di karantina di Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari, Kelurahan Maridan, Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). “Di sini kondisi mereka membaik,” jelas Manajer Operasional PSO Arsari Odom.

Tandanya, kedua orangutan sudah lebih banyak menghabiskan waktu bergelantungan di bagian atas kandang. Rambut di tubuh Bento dan Iskandar lebih lebat dari sebelumnya. Mereka makan dengan lahap. Feses pun tidak encer dan masalah flu sudah tidak ada. Bahkan interaksi ditemukan di antara individu itu. “Pernah kami dapati mereka berbagi jeruk,” sebutnya.

Namun, tetap ada kekhawatiran. Orangutan tak bisa berlama-lama berada di kandang. Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) memang sudah menyiapkan pulau khusus. Pulau Kalawasan seluas 253 hektare dan Pulau Benawa Besar dengan luas 46 hektare. Termasuk di dalam lahan hak guna bangunan (HGB) PT ITCI Kartika Utama milik Hashim Djojohadikusumo.

“Pulau itu statusnya HPL (hak pengelolaan) di bawah Pemkab PPU. Kami masih menunggu rekomendasi,” kata Ketua YAD HashimDjojohadikusumo setelah meresmikan PSO Arsari, Senin (2/12).

Rencana Hashim, melepas Bento dan Iskandar ke Pulau Kalawasan segera dilakukan setelah pihaknya mendapatkan rekomendasi. Baik dari Pemkab PPU maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dan segera, program mendatangkan tiga orangutan dewasa jantan dari Eropa bakal dijalankan. “Target kami awal ini melepas lima orangutan di pulau itu,” kata adik dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu.

Pulau Kalawasan hanya tahap awal. Hashim telah menyiapkan kawasan seluas 19 ribu hektare dari 173 ribu hektare lahan HGB PT ITCI Kartika Utama. Terdiri atas beberapa pulau. Luasnya bervariasi. Yang terkecil 10 hektare hingga yang terbesar mencapai 453 hektare. Termasuk 4.300 hektare di dalamnya adalah badan air berupa danau.

Di Pulau Kalawasan, orangutan akan diawasi 24 jam dengan kamera pengintai, citra satelit, dan penggunaan drone. Disediakan enam lokasi pemberian makan. Ada pula petugas yang akan mengawasi. Ada sejarah oknum masyarakat membabat hutan bakau di pulau-pulau yang akan dijadikan suaka. “Tentu ada ancaman apalagi dengan lokasinya dekat dengan ibu kota baru,” ujarnya.

Digagasnya tiga tahun lalu, suaka orangutan itu memang tidak dirancang untuk bertetangga dengan lokasi ibu kota negara (IKN). Apalagi, dari informasi yang diperoleh Hashim dari mantan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kini Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional), jika suaka sangat dekat dengan titik nol calon ibu kota baru.

“Jaraknya hanya sekitar 7–10 kilometer dari Istana Negara jika memang lokasinya tidak jauh dari Menara Sudarmono (menara pengawas api di wilayah PT ITCI Hutani Manunggal),” bebernya.

Namun, olehnya itu dijadikan keuntungan. Jika berhasil, PSO Arsari bisa masuk grand design ibu kota baru. Apalagi danau air tawar direncanakan jadi pemasok air bersih untuk ibu kota baru. Bisa jadi kawasan itu menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia. “Lantaran program ini menunjukkan komitmen negara terhadap satwa yang dilindungi khususnya yang endemik Kalimantan,” bebernya.

Tak hanya orangutan, ada rencana yayasan untuk mendatangkan satwa dilindungi lainnya. Di antaranya, 70 beruang madu yang tersebar di penjuru negeri yang perlu tempat hidup yang layak. Baru-baru ini, pihaknya menyelamatkan Baning Cokelat (Manouria emys), kura-kura darat langka yang dilindungi dari warga yang hendak menjadikannya sup.  “Kalau memungkinkan termasuk menyelamatkan badak kalimantan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno berjanji akan mengeluarkan rekomendasi untuk Pulau Kalawasan. “Segera. Ini hanya masalah waktu,” ucapnya.

KSDAE, sebut dia, juga akan ikut mengontrol perkembangan Bento dan Iskandar. Program konservasi itu disebut sangat memengaruhi nasib orangutan dewasa yang sudah tak bisa dilepasliarkan. Memberikan kesempatan agar bisa menghabiskan sisa hidup di alam, di tanah kelahiran. “Program ini menerapkan prinsip animal-ethic dan animal-welfare dalam perlindungan satwa liar,” ucap Wiratno.

Diketahui, Bento saat usia lima tahun disita dari warga yang memeliharanya secara ilegal di Manado pada 8 September 2005. Sementara Iskandar diselamatkan pada 30 Oktober 2004, saat usianya masih 2 tahun dari upaya perdagangan ilegal ke Filipina. Selama 15 tahun keduanya menghabiskan hidup di PPS Tasikoki.

Chief Science Officer (CSO) Arsari Enviro Industri Willie Smits menjelaskan, setelah Bento dan Iskandar, dia bertekad untuk memulangkan 100 orangutan dewasa yang kini masih berada kandang-kandang sempit di kebun binatang yang tersebar di sejumlah negara Eropa. “Saya tidak menjamin program ini berhasil. Namun, ini usaha tulus kami untuk mencoba,” kata Willie. (rom/k16)


BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 10:00
Setelah ZA Divonis Pembinaan Setahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak

Wes Mari, Aku Pengin Sekolah, Apene Ujian Iki

Meski divonis bersalah, bagi ZA dan keluarga, putusan itu adalah…

Jumat, 24 Januari 2020 09:59

Eksepsi Ditolak, Suap Proyek Jalan Berlanjut

SAMARINDA–Upaya Hartoyo menyanggah dakwaan yang menyeretnya ke Pengadilan Tipikor Samarinda…

Jumat, 24 Januari 2020 09:58
Backpacker-an ke Hong Kong setelah Demonstrasi (1)

Momen Imlek Jadi Ajang Tahunan untuk Menjajakan Bunga

Demonstrasi besar-besaran terjadi di Hong Kong belum lama ini. Unjuk…

Jumat, 24 Januari 2020 09:57

Gubernur Ibu Kota Dipilih Presiden, Katanya Hindari Tarik-menarik Kepentingan Politik

Dalam draf RUU yang sedang dirumuskan pemerintah pusat, provinsi IKN…

Jumat, 24 Januari 2020 09:56

Norwegia Lirik Investasi Energi hingga Kota Modern

RENCANA pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim turut dimonitor…

Kamis, 23 Januari 2020 15:40

Investasi Berubah Imbas Konstruksi Tanah Lunak, Pendapatan Tol Balsam Defisit

Dioperasikan selama 5 sampai 10 tahun saja, masih belum mencukupi…

Kamis, 23 Januari 2020 15:38

Kebagian Rp 400 M, Pusat Soroti Bencana di Kaltim

SAMARINDA-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyambangi Samarinda…

Kamis, 23 Januari 2020 15:35

PNS Sepaku Bisa Berubah Status, Bekerja di Kementerian hingga Antisipasi Pensiun Dini

BALIKPAPAN-Migrasi ratusan ribu PNS pemerintah pusat ke ke ibu kota…

Kamis, 23 Januari 2020 15:34
Merasakan Aura Joker Lewat 131 Anak Tangga

Joker Stairs yang Kini Jadi Spot Foto Favorit

Salah satu adegan paling kuat dalam film Joker (2019) adalah…

Kamis, 23 Januari 2020 14:44

Akhirnya..!! Boeing Hentikan Produksi 737-Max

WASHINGTON DC – Raksasa aviasi Boeing akhirnya memberlakukan penangguhan produksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers