MANAGED BY:
SABTU
08 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Rabu, 04 Desember 2019 12:40
Darurat Kesehatan Mental, Bunuh Diri Bukan Solusi
SULIT: Gangguan mental illness ini membuat penderita sulit mengetahui perilaku yang dianggap normal dan tidak. Walhasil, pasien mental illness akan merasa dirinya baik-baik saja dan lambat ditangani. (PIXABAY.COM)

PROKAL.CO,

Tak hanya fisik, kesehatan mental juga bisa membuat seseorang meregang nyawa. Akrab dengan sebutan mental illness, kenali jenis-jenisnya serta cara penanganan agar Anda bisa meminimalisasi atau bahkan merangkul para penderita. Sebab, saling memberi semangat adalah cara terbaik mengobati pasien mental illness.

 

ISTILAH mental illness akhir-akhir ini sering terdengar karena ada beberapa sosok artis internasional yang mengakhiri nyawa karena depresi. Sebut saja Sulli dan Goo Hara, aktris Korea Selatan. Hal ini membuktikan, seseorang yang bergelimang harta, memiliki paras rupawan, serta dipuja-puji banyak orang, rupanya tak menjamin kebahagiaan.

Dijelaskan dr Eka Yuni SpKJ, mental illness merupakan kumpulan penyakit gangguan kejiwaan yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Membuat penderita sulit mengetahui perilaku yang dianggap normal dan tidak.“Mental illness banyak menimpa remaja hingga dewasa. Bukan saya yang ngomong tapi data dari Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2018 menyebutkan 6,1 persen penduduk Indonesia di atas usia 15 tahun mengalami depresi,” tuturnya memperingatkan.

Gangguan mental pada remaja itu diperkirakan karena kedewasaan psikologis yang belum terlalu baik saat remaja. Hingga menyebabkan tingginya risiko mengalami depresi akibat tekanan aktivitas sekolah atau bentuk pendidikan lainnya, serta tekanan dalam pergaulan termasuk percintaan.

Kondisi gangguan kejiwaan lainnya dapat terjadi pada usia yang berbeda, bahkan seseorang yang mengalami gangguan jiwa atau mental illness bisa jadi dialami sejak kecil. Eka menyebutkan, semua lapisan usia berpotensi mengalami mental illness jika tak dapat mengontrol perasaan dengan baik.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 03 Agustus 2020 11:47

Dilema Belajar Online, Guru dan Orangtua Dituntut Saling Sesuaikan Kondisi

Pandemi virus corona memaksa masyarakat beraktivitas lain dari biasanya. Imbauan…

Senin, 03 Agustus 2020 11:46

Tatap Muka Hanya untuk Zona Hijau

SURAT keputusan bersama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian…

Senin, 03 Agustus 2020 11:45
Daring Tak Efektif, Guru Harus Kreatif

Dulu Guru Sabar dengan Anaknya, Sekarang Sabar dengan Orangtuanya

SEJAK Maret, semua sekolah diimbau untuk melakukan kegiatan belajar dari…

Senin, 03 Agustus 2020 11:43

Belajar Daring, Terapkan Disiplin Tanpa Paksaan

METODE belajar paling efektif pada dasarnya adalah tatap muka. Sebab,…

Selasa, 28 Juli 2020 09:37

Ini Dia, Menu Diet yang Tepat Selama Pandemi Covid-19

Makanan bergizi harus menjadi yang utama untuk meningkatkan imun tubuh…

Selasa, 28 Juli 2020 09:34

Kayu Manis Mampu Mencegah Diabetes Tipe 2

 Kayu manis telah lama dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan. Dalam…

Senin, 20 Juli 2020 10:36

Waspada Gangguan Kulit yang Tak Bisa Sembuh

SEAKAN tidak peduli, masyarakat kerap saja percaya dengan kosmetik ilegal.…

Senin, 20 Juli 2020 10:30

Ada Izin Edar, Bikin Tenang Berjualan

PADA 2013, Ria Rahim sudah bisa meracik losion handbody. Sebagai…

Senin, 20 Juli 2020 10:14

Creamy Avokad dan Kopi Bertemu, Jadi Begini Nikmatnya...

TAK semua buah cocok bersanding dengan pahitnya kopi. Nah, buah…

Senin, 20 Juli 2020 10:13

Shawarma dengan Cita Rasa Khas

Tampil beda dengan hidangan khas hotel. Kebab atau shawarma dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers