MANAGED BY:
KAMIS
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Selasa, 03 Desember 2019 11:06
Paus Bungkuk Mati di Perairan Balikpapan
Paus Itu Mati sebelum Terdampar, Lalu Dibakar di Pantai
Paus yang terdampar itu akhirnya dibakar.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-- Penemuan bangkai paus bungkuk di perairan Balikpapan, persisnya di pantai Lanud Dhomber Balikpapan pada Minggu (1/11) malam menghebohkan banyak warga dan netizen. Kematian hewan bernama ilmiah Megaptera novaeangliae ini bisa jadi dikarenakan beberapa faktor, baik alamiah ataupun pencemaran.

Ketika ditemukan, bangkai paus memiliki panjang 10 meter 60 sentimeter, berdiameter perut 5 meter dengan berat diperkirakan 2 hingga 3 ton. Dari bentuk tubuhnya paus tersebut masuk kategori dewasa, dan diperkirakan telah berusia lebih dari 10 tahun.

Kondisi paus sendiri sudah ditemukan dalam kondisi kode C4, di mana terjadi pembusukan parah, sehingga tidak dimungkinkan untuk dilakukan autopsi atau pembedahan pada bagian organ dalam tubuh paus. Terpaksa paus dibakar agar tidak terjadi pencemaran lingkungan mengingat aroma tubuh paus yang membusuk.

Hery Seputro, Koordinator TPI Klandasan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan menuturkan, paus bungkuk atau humpback whale adalah mamalia yang hidup dalam lautan dalam. Paus bungkuk menjadikan kriil, yaitu krustasea kecil yang mengonsumsi ganggang sebagai makanannya. Di banyak negara, paus bungkuk termasuk hewan yang dilindungi dan tengah langka.

Soal temuan bangkai paus ini, ia berkomentar, "Kematiannya bisa karena faktor alamiah, yakni adanya mangsa atau musuh paus, yakni ikan hiu sebagai predator".

Di luar itu, kematian paus bisa saja dikarenakan ulah manusia, di antaranya seismik, di mana perusahaan tengah melakukan pengeboran atau pencarian minyak, dan tumpahan minyak ini mengenai sonar pada ikan paus.

"Ketika terkena pencemaran (minyak) menyebabkan paus kehilangan fungsi sonar, sehingga mereka tidak bisa mencari makan, ataupun mencari keluarganya. Itu bisa mengganggu arah paus dan perlahan-lahan akan mati," jelas pria yang juga dikenal sebagai pemerhati lingkungan, khususnya biota laut ini.

"Kemungkinan karena sampah plastik, itu sangat masuk akal juga," timpalnya.

Perairan Balikpapan termasuk kawasan teduh dan hangat, di mana berbagai mamalia air lainnya juga hidup di dalamnya. Seperti dugong, pesut dan lumba-lumba hidung botol. Itu pula yang tak menutup kemungkinan kata Hery membuat paus bungkuk tertarik berkunjung. Biasanya paus betina mampir di perairan hangat untuk melahirkan, sedangkan paus jantan datang ketika musim kawin tiba.

Wilayah pesisir Balikpapan sendiri terdiri dari dua sisi, yakni pesisir barat dan pesisir timur. Pesisir timur berbatasan dengan Selat Makassar yang berupa lautan dalam di mana kemungkinan asal paus datang.

Dirinya pun menjelaskan, paus betina hidup dalam berkelompok dan paus jantan bertipe soliter atau hidup menyendiri. Meskipun tidak secara jelas, tetapi ketika dilihat secara kasatmata, bangkai paus diduga berkelamin jantan.

"Paus betina memiliki tubuh lebih bulat, sedangkan jantan tubuhnya memanjang," bebernya.

Terkait pengawasan di wilayah, sejauh ini pihak kota tidak bisa melakukan, karena batas wilayah perairan 0 hingga 12 mil sudah masuk wewenang provinsi. Hery juga tidak menerima laporan dari warga ataupun nelayan sebelumnya yang melihat kedatangan paus ini di perairan Balikpapan dalam kondisi hidup. (lil/ms/k15)


BACA JUGA

Selasa, 10 Desember 2019 11:46

Somber Bakal Dihidupkan Lagi, Tapi Tunggu Ini

Pelabuhan Somber akan digunakan untuk kapal tujuan Palu dan Mamuju…

Selasa, 10 Desember 2019 11:41

Ini Imbauan KPU Jelang Pilkada Balikpapan 2020

BALIKPAPAN – Menyongsong Pilkada Balikpapan 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Selasa, 10 Desember 2019 11:39
Hari Ini Diskusi Publik di Uniba, Hadirkan Guru Besar UGM

FKMB Dorong PDAM Jadi Persero

BALIKPAPAN – Hari ini, Selasa (10/12) menjadi waktu penyelenggaraan diskusi…

Selasa, 10 Desember 2019 11:38

Warga Jeneponto Terjun ke Laut, Lalu 12 Jam Sembunyi, Takut Dibunuh

BALIKPAPAN – Saldi (23) bikin geger setelah aksinya terjun ke…

Senin, 09 Desember 2019 13:48

Keluarga Duga Bripda Budi Tewas Akibat Kekerasan, Penyidik Tunggu Hasil Autopsi

BALIKPAPAN – Penggalian makam Bripda Budi Setiawan (21), anggota Sabhara…

Senin, 09 Desember 2019 13:47

Jumlah Penghulu Masih Kurang

BALIKPAPAN – Jelang pembangunan ibu kota negara (IKN) jumlah pendatang…

Senin, 09 Desember 2019 13:23

Lupakan Sungai Tengin, Pusat Rekomendasikan Waduk Sepaku untuk Bahan Baku PDAM

Badan Wilayah Sungai dan Ditjen SDA lebih menyarankan pemanfaatan Waduk…

Senin, 09 Desember 2019 10:37

Juara Video Berbagi Pengalaman, Menyampaikan Sesuatu Tak Harus Melalui Lisan

Zaman kian berkembang. Generasi muda berlomba mengukir prestasi di berbagai…

Senin, 09 Desember 2019 10:36

Pakai Plat Palsu, Modus Curanmor

BALIKPAPAN - Pengembangan dilakukan Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur terhadap…

Senin, 09 Desember 2019 10:35

Penuhi JKN-KIS, Solusi Dorong PDM

Sejumlah persoalan pelayanan kesehatan dibahas dalam Clinic Management Talk. Kegiatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.