MANAGED BY:
SELASA
28 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 03 Desember 2019 10:35
Insentif Investasi Pertanian dan Peternakan Ditambah
KEBUTUHAN BESAR: Pemerintah mempermudah investor yang ingin mengembangkan peternakan sapi di Tanah Air, termasuk Kaltim.

PROKAL.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan insentif pajak bagi investasi di bidang pertanian, tanaman rempah-rempah, aromatik atau penyegar, narkotik dan obat-obat lainnya dengan cakupan pala. Insentif tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2019 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu.

Dalam beleid yang diteken Jokowi 12 November lalu, insentif diberikan dengan tiga kriteria. Pertama, memiliki nilai investasi tinggi atau untuk ekspor. Kedua, memiliki penyerapan tenaga kerja besar. Ketiga, memiliki kandungan lokal tinggi.

Kalau syarat investasi tersebut terpenuhi, investor akan diberikan insentif berbentuk pengurangan penghasilan netto sebesar 30 persen dari jumlah nilai penanaman modal yang berupa aktiva tetap berwujud. Modal tersebut termasuk tanah yang digunakan untuk kegiatan utama investasi yang dibebankan selama enam tahun, dengan besaran masing-masing sebesar 5 persen per tahun.

Fasilitas pajak penghasilan tersebut dapat dinikmati investor sejak mulai produksi komersial. Selain fasilitas tersebut, investor bisa mendapatkan insentif lain berbentuk pengenaan pajak penghasilan atas dividen yang dibayarkan kepada wajib pajak luar negeri. Selain bentuk usaha tetap di Indonesia sebesar 10 persen atau tarif yang lebih rendah menurut perjanjian penghindaran pajak berganda yang berlaku dan kompensasi kerugian investasi dengan lama lima tahun tapi kurang dari 10 tahun.

Untuk kompensasi kerugian diberikan dengan beberapa ketentuan. Salah satunya, tambahan satu tahun apabila mengeluarkan biaya untuk infrastruktur ekonomi atau sosial di lokasi usaha paling sedikit Rp10 miliar.

Selain bidang usaha tersebut, ada banyak bidang yang diberikan kesempatan Jokowi untuk mendapatkan insentif tersebut. Bidang tersebut antara lain, pertanian jagung, kedelai, padi hibrida, aneka umbi palawija, tebu, buah tropis dan subtropis, lada. Juga bidang usaha sapi potong, pembibitan dan budidaya sapi perah, pengusahaan hutan jati, pinus, sonokeling dan cendana.

Untuk pertambangan, fasilitas bisa dinikmati investor bidang gasifikasi batu bara, pengusahaan tenaga panas bumi, pertambangan bijih logam, bijih besi, nikel, tembaga, bauksit, mangan dan lain sebagainya. Dalam penjelasan beleid tersebut, Jokowi mengatakan kebijakan tersebut diberikan untuk mendorong percepatan realisasi investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan dan percepatan pembangunan di daerah tertentu dan pedalaman.

"Penentuan bidang usaha tertentu dan daerah tertentu yang menjadi tujuan penanaman modal yang memperoleh fasilitas pajak penghasilan dilakukan dengan prioritas pengembangan sektor guna menciptakan suatu ekosistem perekonomian yang menyeluruh," katanya seperti dikutip dari beleid tersebut, Senin (2/12).

Jokowi juga menyatakan beleid tersebut diterbitkan untuk memenuhi pelaksanaan pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik dan mempercepat pelaksanaan berusaha. (ndu2)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…

Senin, 27 Januari 2020 10:17

Ada Berbagai Kemudahan, Momen Tumbuhkan UMKM

Tahun ini jadi momen yang tepat untuk mengembangkan usaha mikro…

Jumat, 24 Januari 2020 23:06

Tekanan Luar Negeri untuk Ekspor Kian Besar

SAMARINDA – Perkembangan ekonomi internasional tahun ini semakin penuh tantangan.…

Jumat, 24 Januari 2020 23:05

Realisasikan DBH Sawit dengan Omnibus Law

Sejak dulu pemerintah daerah kesulitan merealisasikan permintaan dana bagi hasil…

Jumat, 24 Januari 2020 20:39

Kepala OJK Kaltim Berganti, Ini Komentar Pejabat Baru soal Kondisi Perbankan

SAMARINDA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur…

Jumat, 24 Januari 2020 09:42

2019, Pengunjung Plaza Balikpapan Naik 43 Persen

BALIKPAPAN – Plaza Balikpapan sepanjang 2019 berhasil mencatatkan pertumbuhan cukup…

Jumat, 24 Januari 2020 09:42
Mengelola Bisnis Keluarga ala Nurul Karti Handayani (2-Habis)

Harus Tampil Beda dan Berani Mencoba

Konsisten menjadi kunci kesuksesan Nurul Karti Handayani dalam menjalankan bisnis…

Kamis, 23 Januari 2020 15:23

Kasus Jiwasraya Tak Pengaruhi Ekonomi

JAKARTA– Kondisi ekonomi dalam negeri masih menunjukkan stabilitas yang terjaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers