MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 02 Desember 2019 12:40
GILEE WAL..!! Konsumsi Rokok Remaja 15-19 Tahun Capai Rp 68,14 M

Kenaikan Harga Rokok Harus Signifikan

PROKAL.CO, JAKARTA- Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada 2018, 25 persen anak berusia 15–19 tahun merokok 12,3 batang per hari. Sebelumnya, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes menyatakan perokok remaja naik dari 7,20 persen remaja pada 2013 menjadi 9,10 persen remaja. Hal tersebut membuat keprihatinan berbagai pihak.

"Berdasarkan analisis kerugian, konsumsi rokok oleh anak yang berusia 15 – 19 tahun telah menghabiskan berkisar Rp 68,14 miliar per hari. Hal ini berarti sebesar Rp 24,87 triliun per tahun uang telah terbakar percuma,"ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N Rosalin kemarin (1/12). Lenny menambahkan jika uang tersebut digunakan untuk membeli sumber pangan, maka bisa memperbaiki gizi. Misalnya saja bisa menghasilkan 16,6 miliar telur bagi 22,16 juta anak per tahun atau dua telur bagi anak usia 15–19 tahun per hari.

Menurut Lenny, anak telah menjadi target dari perusahaan rokok. Jika anak telah merokok sejak usia anak, maka di usia selanjutnya mereka akan tetap merokok. "Kami berharap forum anak sebagai pelopor dan pelapor bisa menjauhkan teman–teman sebayanya dari rokok," tuturnya. 

Di sisi lain, dia juga berharap agar pemda membuat aturan mengenai larangan merokok. Terutama bagi perokok anak. "Setiap anak berhak mendapatka udara yang bersih," ungkapnya. 

Ketua Junior Doctor Network Indonesia Dokter Andi Khomeini Takdir Haruni Anak yang terpapar asap rokok atau perokok pasif akan lebih rentan penyakit. Misalnya saja asma, alergi, infeksi telinga, dan eksim. Bahkan untuk bayi, bisa mengalami Sudden Infant Death Syndrom (SIDS). "Seorang ibu yang merokok juga akan memengaruhi bayi yang lahir dari rahimnya, bayi yang lahir akan berukuran lebih kecil dari ukuran bayi pada umumnya. Bayi yang terpapar asap rokok juga akan mengalami keterlambatan pada tumbuh kembangnya,” tutur Andi. 

Menurut studi Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) untuk mengurangi perokok adalah dengan menaikkan cukai rokok. Melalui Peraturan Menteri Keuangan RI No. 152/PMK.010/2019 tentang perubahan tarif cukai hasil tembakau, Pemerintah Indonesia berupaya melindungi generasi muda dari jerat asap rokok.Manajer Program Pengendalian Tembakau PKJS-UI Renny Nurhasana mengungkapkan rata-rata kenaikan cukai hasil tembakau berdasarkan peraturan baru yaitu sebesar 21,55 persen dan batas minimal Harga Jual Eceran (HJE) sebesar 33 persen berlaku sejak 1 Januari nanti. "Saat ini harga rokok di Indonesia memang masih tergolong murah, sehingga remaja dan masyarakat miskin masih mampu menjangkau rokok dengan mudah. Sehingga, dengan naiknya cukai rokok, diharapkan rokok juga menjadi lebih mahal dan tidak mudah dijangkau," tuturnya.  

Menurut penelitian PKJS-UI terhadap 1000 orang responden, 88 persen masyarakat mendukung harga rokok naik. Bahkan 80,45 persen perokok setuju jika harga rokok naik. "Kenaikan harga rokok juga harus signifikan sehingga benar-benar mampu menekan konsumsi rokok” tambah Renny. (lyn)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 Mei 2020 20:35

15 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Hari Lebaran, Banjir Bakal Lama

SAMARINDA - Luapan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Karang…

Minggu, 24 Mei 2020 13:30

Lebih Ganas, Banjir Lumpuhkan Perumahan Bengkuring di Hari Raya

SAMARINDA - Banjir melumpuhkan perumahan Bengkuring Sempaja di hari raya…

Minggu, 24 Mei 2020 10:56

Pemerintah Usulkan Pilkada Tetap 9 Desember, KPU Beri Banyak Prasyarat

JAKARTA - Pemerintah akhirnya menyampaikan sikapnya terkait nasib pelaksanaan Pilkada…

Minggu, 24 Mei 2020 10:40

Jangan Ada “Klaster Lebaran” Corona di Kaltim

BALIKPAPAN–Tidak ada lagi perdebatan soal awal 1 Syawal 1441 Hijriah.…

Minggu, 24 Mei 2020 10:32

Waspada Orang Tanpa Gejala dan Transmisi Lokal

HINGGA Jumat (22/5), 271 orang di Kaltim dinyatakan positif terjangkit…

Minggu, 24 Mei 2020 10:27

Robot Pengingat Penggunaan Masker

BANGKOK–Di berbagai belahan dunia, mal memang menjadi daya tarik sendiri.…

Minggu, 24 Mei 2020 10:23

JANGAN MAIN-MAIN..!! Pegawai Mudik, Kadis Terancam Dicopot

SANKSI pencopotan mengintaiaparatur sipil negara (ASN) yang nekat mudik Lebaran…

Minggu, 24 Mei 2020 10:21

Waspadai Siklon Mangga saat Lebaran

SAMARINDA – Jelang Lebaran, sebagian wilayah di Kaltim diguyur hujan.…

Sabtu, 23 Mei 2020 18:05

Ruang Isolasi RSUD AW Sjahranie Kosong, Tak Ada Pasien Covid-19, Ini Kunci Keberhasilannya

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie ruang isolasi kini kosong…

Sabtu, 23 Mei 2020 11:28

Pesawat Pakistan Bawa 91 Orang Jatuh di Permukiman

Kabar duka datang dari Pakistan jelang akhir Ramadan. Sebuah pesawat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers