MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 02 Desember 2019 12:40
GILEE WAL..!! Konsumsi Rokok Remaja 15-19 Tahun Capai Rp 68,14 M

Kenaikan Harga Rokok Harus Signifikan

PROKAL.CO, JAKARTA- Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada 2018, 25 persen anak berusia 15–19 tahun merokok 12,3 batang per hari. Sebelumnya, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes menyatakan perokok remaja naik dari 7,20 persen remaja pada 2013 menjadi 9,10 persen remaja. Hal tersebut membuat keprihatinan berbagai pihak.

"Berdasarkan analisis kerugian, konsumsi rokok oleh anak yang berusia 15 – 19 tahun telah menghabiskan berkisar Rp 68,14 miliar per hari. Hal ini berarti sebesar Rp 24,87 triliun per tahun uang telah terbakar percuma,"ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N Rosalin kemarin (1/12). Lenny menambahkan jika uang tersebut digunakan untuk membeli sumber pangan, maka bisa memperbaiki gizi. Misalnya saja bisa menghasilkan 16,6 miliar telur bagi 22,16 juta anak per tahun atau dua telur bagi anak usia 15–19 tahun per hari.

Menurut Lenny, anak telah menjadi target dari perusahaan rokok. Jika anak telah merokok sejak usia anak, maka di usia selanjutnya mereka akan tetap merokok. "Kami berharap forum anak sebagai pelopor dan pelapor bisa menjauhkan teman–teman sebayanya dari rokok," tuturnya. 

Di sisi lain, dia juga berharap agar pemda membuat aturan mengenai larangan merokok. Terutama bagi perokok anak. "Setiap anak berhak mendapatka udara yang bersih," ungkapnya. 

Ketua Junior Doctor Network Indonesia Dokter Andi Khomeini Takdir Haruni Anak yang terpapar asap rokok atau perokok pasif akan lebih rentan penyakit. Misalnya saja asma, alergi, infeksi telinga, dan eksim. Bahkan untuk bayi, bisa mengalami Sudden Infant Death Syndrom (SIDS). "Seorang ibu yang merokok juga akan memengaruhi bayi yang lahir dari rahimnya, bayi yang lahir akan berukuran lebih kecil dari ukuran bayi pada umumnya. Bayi yang terpapar asap rokok juga akan mengalami keterlambatan pada tumbuh kembangnya,” tutur Andi. 

Menurut studi Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) untuk mengurangi perokok adalah dengan menaikkan cukai rokok. Melalui Peraturan Menteri Keuangan RI No. 152/PMK.010/2019 tentang perubahan tarif cukai hasil tembakau, Pemerintah Indonesia berupaya melindungi generasi muda dari jerat asap rokok.Manajer Program Pengendalian Tembakau PKJS-UI Renny Nurhasana mengungkapkan rata-rata kenaikan cukai hasil tembakau berdasarkan peraturan baru yaitu sebesar 21,55 persen dan batas minimal Harga Jual Eceran (HJE) sebesar 33 persen berlaku sejak 1 Januari nanti. "Saat ini harga rokok di Indonesia memang masih tergolong murah, sehingga remaja dan masyarakat miskin masih mampu menjangkau rokok dengan mudah. Sehingga, dengan naiknya cukai rokok, diharapkan rokok juga menjadi lebih mahal dan tidak mudah dijangkau," tuturnya.  

Menurut penelitian PKJS-UI terhadap 1000 orang responden, 88 persen masyarakat mendukung harga rokok naik. Bahkan 80,45 persen perokok setuju jika harga rokok naik. "Kenaikan harga rokok juga harus signifikan sehingga benar-benar mampu menekan konsumsi rokok” tambah Renny. (lyn)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 13:19

Nego Proyek KFX – IFX Berlanjut, Prabowo Ingin Pastikan Indonesia Tidak Rugi

JAKARTA– Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan Jeong Kyeong Doo berjumpa…

Jumat, 13 Desember 2019 11:23

Jadi Pro dan Kontra, Mendikbud Kukuh, Tetap Hapus UN

JAKARTA– Perubahan sistem pendidikan selalu memantik pro-kontra. Begitu pula dengan…

Kamis, 12 Desember 2019 13:50

KOK BISA..?? Terdakwa Narkotika Kabur di Pengadilan

SAMARINDA–Sidang yang bertumpuk dan pengunjung yang padat di Ruang Soebekti,…

Kamis, 12 Desember 2019 13:46

Perbaikan Runway Sesuai Progres, 16 Desember Bandara APT Pranoto Bakal Kembali Dibuka

SAMARINDA–Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Samarinda ditutup selama 25 hari.…

Kamis, 12 Desember 2019 13:24

Ujian Nasional Akhirnya Dihapus, Ini Gantinya....

JAKARTA– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim memastikan ujian…

Kamis, 12 Desember 2019 12:11

Selamat Tinggal Koruptor..!! MK Tunda Hak Politik eks Terpidana

JAKARTA– Publik Patut mengapresiasi KPK atas status terdakwa residivis koruptor…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Efek IKN, Investasi ke PPU Meningkat

SAMARINDA–Pembangunan jalan tol Balikpapan–Samarinda menyisakan 2,2 kilometer lagi. Posisinya…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Bekas Lokasi Penyulingan Kembali Ditemukan

TENGGARONG–Penindakan demi penindakan untuk memutus mata rantai pencurian minyak mentah…

Rabu, 11 Desember 2019 13:24

Membongkar Teka-teki dari Kasus Tewasnya Yusuf Ahmad Gazali

Senyum tipis Yusuf Ahmad Gazali jadi penyemangat Melisari selepas pulang…

Rabu, 11 Desember 2019 13:23

Bakal Pakai Bendungan, Enam PLTA Suplai IKN Baru

BALIKPAPAN–Kelistrikan di lokasi ibu kota negara (IKN) direncanakan mengandalkan pasokan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.