MANAGED BY:
JUMAT
10 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 02 Desember 2019 12:07
Polemik UN, Tak Perlu Tunggu Fase Terakhir Belajar Siswa
Pelaksanaan Ujian Nasional beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO,

JAKARTA – Ide Ujian Nasional (UN) tetap dipertahankan sebagai pemetaan dianggap tak sesuai dengan fakta di lapangan. Tak ada perbaikan nyata setelahnya. Bahkan, waktu pelaksanaanya pun dirasa kurang tepat. 

Menurut Pengamat Pendidikan Asep Sapaat, pelaksanaan UN saat ini memang sudah jauh mendingan dibanding dulu. Dulu UN masih jadi syarat kelulusan nasional. Tentu ini jadi keputusan yang tidak fair ketika melihat kondisi di lapangan, kualitas pendidikan masih tidak merata. 

’’Seperti balapan. Satu pakai ferari satu mobil biasa. Papua sama Jakarta, gak usah dibalapin juga ketahuan hasilnya,” tuturnya pada koran ini (1/12). 

Ketetapan itu pun bahkan menjerumuskan siswa dan guru. Pada masa itu, dilaporkan adanya 1.300 kasus contek massal yang melibatkan tenaga pendidik. Artinya, ini semangat yang paradoks. Di satu, sisi ingin menguatkan pendidikan karakter tapi di sisi lain UN justru menciptakan ketidakjujuran yang terstruktur, sistematis, dan masif. 

Tapi, bukan berarti pelaksanaan saat ini sudah membaik. Alasan UN untuk pemetaan dan perbaikan sistem pendidikan nyatanya tak ada hasil. ’’Itu pun gak jelas datanya. Apakah benar-benar digunakan untuk perbaikan sistem sekolah dan kompetensi guru atau tidak kita gak tahu,” paparnya. 

Sebab, lanjut dia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak pernah membuka datanya. Ketika hasil UN keluar dan sudah ditelaah, pemerintah tak menjabarkan faktor apa yang harus diperbaiki dan sejauh apa progress perbaikan setelahnya. Misal ketika nilai UN matematika siswa anjlok di suatu daerah. Ada identifikasi penyebab, apakah terkait sarana atau tenaga pendidik. Kemudian, bagaimana penyelesaiannya. ’’Tapi kan gak pernah dibuka juga. Jangan sampai UN hanya prosedural saja. karena ini biayanya mahal sekali, bisa miliaran sampai triliunan,” tegasnya. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 Juni 2020 20:44

Perempuan 48 Tahun di Paser Positif Corona Meninggal Dunia

SAMARINDA - Kasus meninggal dunia positif Corona (covid-19) di Kaltim…

Rabu, 24 Juni 2020 17:37

Kaltim Tertinggi di Kalimantan, Angka Pengangguran Meroket karena Corona

SAMARINDA- Akibat penyebaran virus corona (covid-19) di Kaltim, Dinas Tenaga…

Selasa, 23 Juni 2020 20:35

Kasus Covid-19 Tambah 9 di Balikpapan dan 3 di Berau, Total 447 di Kaltim

SAMARINDA - Kasus positif virus corona (covid-19) di Kalimantan Timur…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

Tiga Jam Tengah Malam Bersama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh

Minggu (21/6) malam, manajemen Kaltim Post ngobrol santai bersama Ketua…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

PDIP Ingatkan Peta Politik Bisa Berubah

DARI Balikpapan, sejauh ini ada dua figur yang mencuat ke…

Selasa, 23 Juni 2020 13:04

Ngos-ngosan Usung Kader Sendiri

SAMARINDA–Manuver Demokrat dan Golkar menyambut Pilkada Samarinda masih terbilang landai.…

Senin, 22 Juni 2020 13:19

Balita di Balikpapan Positif Covid-19

SEMENTARA itu, masih terlalu dini untuk menilai apakah penularan Covid-19…

Senin, 22 Juni 2020 13:17

Heri Yulianto, Sembuh dari Stroke setelah Rutin Bersepeda

Dia mengaku sebagai gila sepeda. Rela bercapek ria menempuh ratusan…

Senin, 22 Juni 2020 12:41

Pilwali Samarinda, PDIP Belum Tentukan Sikap, PAN Resmi Usung Barkati-Darlis

SAMARINDA–Duet Barkati dan Darlis Pattalongi yang sudah mengantongi restu DPP…

Senin, 22 Juni 2020 12:39

Sering “Kecolongan” Pendatang lewat Pelabuhan

BALIKPAPAN- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan masih mencari formulasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers