MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 02 Desember 2019 11:57
Curigai Lokasi Lain Produksi Minyak Ilegal

Sudah Tujuh Saksi Diperiksa Polisi, Baru Tetapkan Satu Tersangka

Petugas menemukan lokasi penyulingan minyak ilegal di Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara.

PROKAL.CO, Hampir sebulan kasus illegal tapping bergulir. Berawal dari penemuan pencurian minyak di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar). Berlanjut dengan terungkapnya kasus penyulingan ilegal di Kecamatan Sambutan dan Palaran, Samarinda serta di Jalan Masjid, Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kukar.

 

SAMARINDA-Polresta Samarinda mengklaim hingga kini masih terus mencari dalang di balik praktik penyulingan minyak ilegal tersebut. Satu tersangka telah ditetapkan. Tujuh saksi sudah dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa mengatakan, Ardiansyah yang menjadi tersangka merupakan penanggung jawab penyulingan minyak ilegal di Jalan Telkom, Kecamatan Sambutan.

Salah satu saksi yang diperiksa bernama Rudi. Rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter dari tempat penyulingan minyak mentah ilegal di Kecamatan Palaran. Rudi disebut pernah menyampaikan, setiap tiga hari ada truk tangki yang datang. Pada bagian truk ada tulisan PT IBS. Bukan hanya itu, dia juga menyebutkan nama Miko, si pemilik lahan.

Damus menjelaskan, saat para penyidiknya meminta keterangan terhadap Rudi, pria asal Toraja itu enggan berkomentar banyak. “Sudah dimintai keterangan kok dari anggota saya. Dia (Rudi) bilang enggak tahu pasti nama truk itu malahan,” ucapnya.

Dia menerangkan, keterangan yang diberikan Rudi bukan menjadi alat bukti yang kuat. Sementara Ardiansyah selaku penanggung jawab, belum bisa memberikan keterangan banyak. “Kami masih coba dikit-dikit,” tutur perwira yang pernah bertugas di Kukar tersebut.

Soal pelaku yang mendistribusikan minyak mentah ke Ardiansyah juga masih menjadi tanda tanya besar. Bukan hanya itu, jalur penjualan minyak olahan ilegal belum diketahui secara pasti. “Dia (Ardiansyah) ngakunya enggak tahu juga,” terangnya.

Perwira balok tiga tersebut menerangkan, Ardiansyah selama ini tidak mengetahui pemasok minyak mentah tersebut. Sebab dirinya hanya pengolah.

Bak mencari jarum dalam jerami, polisi masih terus mencari benang merah kasus illegal tapping. Minimnya keterangan, membuat polisi susah membongkar kasus yang merugikan negara itu.

Di lain sisi, Tim Gabungan Satuan Tugas (Satgas) PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga bersama TNI-Polri masih terus melakukan penyisiran pipa milik BUMN perminyakan itu. Legal and Relation PT Pertamina EP Asset 5 Field Sangasanga Frans Hukom masih mencurigai ada lokasi penyulingan di tempat lain. “Kecurigaan itu ada tapi belum bisa saya siarkan,” ucapnya.

Dari tujuh lokasi yang berhasil diketahui, petugas gabungan tak mendapati para pelaku. “Kalau lokasi penyulingan minyak yang kami temukan (Anggana) memang sudah tidak ada pelaku. Sepertinya sudah lama ditinggalkan,” bebernya.

Disinggung adanya kebocoran informasi sehingga hanya satu tersangka yang berhasil dibekuk petugas, Frans tak mau berspekulasi. “Kalau itu saya enggak bisa sampaikan. Mungkin karena sudah tahu (ada penertiban), jadi mereka (penyuling minyak ilegal) tiarap dulu,” tutur pria berkacamata tersebut.

Kini, lanjut dia, pihaknya hanya fokus melakukan penyisiran. Sementara proses hukum dan dalang di balik kasus illegal tapping dan penyulingan minyak ilegal diserahkan ke kepolisian. “Fokus itu dulu (penyisiran),” singkatnya.

Frans menuturkan, saat ini pihaknya ingin memastikan agar illegal tapping tidak terjadi lagi di kawasan produksinya. Jika nanti dirasa perlu, pihaknya akan menggandeng Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim agar pengungkapan kasus bisa lebih efektif. “Sementara kami berharap aparat bisa mengungkap jaringan itu,” ucapnya.

Frans berharap, kasus yang juga merugikan daerah ini dapat diusut tuntas. “Dari kerja sama antara Satgas Pertamina dengan aparat TNI-Polri dan pemerintah daerah, kami harapkan masalahnya selesai. Semoga kasusnya tak terulang,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, dalang dari kasus illegal tapping di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), dan penyulingan minyak ilegal yang terbongkar selama November ini masih belum diketahui rimbanya.

Herdiansyah Hamzah, dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda mengatakan, jika penyidikan berlarut-larut, hal serupa akan terus berulang. Proses hukum yang lambat dan pengawasan yang lemah bisa membuat kasus illegal tapping menjamur.

“Bisa jadi orang yang baru ikut bermain lantaran tidak ada penegakan hukum. Terlebih keuntungan yang didapat besar,” bebernya. Vonis hukum yang minim membuat para pelaku tidak mendapatkan efek jera. “Permasalahannya dari hulu ke hilir. Jika penegakan hukumnya lemah yah, enggak ada efek jera,” terang pria berkacamata tersebut.

Dosen yang dikenal gampang bergaul dengan wartawan itu menerangkan, kasus illegal tapping bukan hal yang mustahil untuk diungkap. “Kasus ini punya jalur yang semrawut. Namun, bukan hal yang tidak mungkin dituntaskan kasusnya,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Castro itu menyayangkan penyelesaian kasus yang merugikan negara ini lambat. “Jika ini lambat ditangani, publik bisa menyimpulkan aparat masuk angin. Mestinya jangan begitu. Harus tuntas kasusnya,” singgungnya.

Dia melanjutkan, penyidikan seharusnya seperti efek domino, satu pelaku yang berhasil ditangkap seharusnya bisa membuka pintu untuk mengungkap pelaku lain. “Kalau ketahuan satu kan bisa dilacak polanya,” pungkasnya. (*/dad/rom/k16)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 13:19

Nego Proyek KFX – IFX Berlanjut, Prabowo Ingin Pastikan Indonesia Tidak Rugi

JAKARTA– Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan Jeong Kyeong Doo berjumpa…

Jumat, 13 Desember 2019 11:23

Jadi Pro dan Kontra, Mendikbud Kukuh, Tetap Hapus UN

JAKARTA– Perubahan sistem pendidikan selalu memantik pro-kontra. Begitu pula dengan…

Kamis, 12 Desember 2019 13:50

KOK BISA..?? Terdakwa Narkotika Kabur di Pengadilan

SAMARINDA–Sidang yang bertumpuk dan pengunjung yang padat di Ruang Soebekti,…

Kamis, 12 Desember 2019 13:46

Perbaikan Runway Sesuai Progres, 16 Desember Bandara APT Pranoto Bakal Kembali Dibuka

SAMARINDA–Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Samarinda ditutup selama 25 hari.…

Kamis, 12 Desember 2019 13:24

Ujian Nasional Akhirnya Dihapus, Ini Gantinya....

JAKARTA– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim memastikan ujian…

Kamis, 12 Desember 2019 12:11

Selamat Tinggal Koruptor..!! MK Tunda Hak Politik eks Terpidana

JAKARTA– Publik Patut mengapresiasi KPK atas status terdakwa residivis koruptor…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Efek IKN, Investasi ke PPU Meningkat

SAMARINDA–Pembangunan jalan tol Balikpapan–Samarinda menyisakan 2,2 kilometer lagi. Posisinya…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Bekas Lokasi Penyulingan Kembali Ditemukan

TENGGARONG–Penindakan demi penindakan untuk memutus mata rantai pencurian minyak mentah…

Rabu, 11 Desember 2019 13:24

Membongkar Teka-teki dari Kasus Tewasnya Yusuf Ahmad Gazali

Senyum tipis Yusuf Ahmad Gazali jadi penyemangat Melisari selepas pulang…

Rabu, 11 Desember 2019 13:23

Bakal Pakai Bendungan, Enam PLTA Suplai IKN Baru

BALIKPAPAN–Kelistrikan di lokasi ibu kota negara (IKN) direncanakan mengandalkan pasokan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.