MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Senin, 02 Desember 2019 11:42
Usut Jalur Penjualan Batu Bara, Cuma Layangkan Teguran Tertulis ke PT TES
TUNGGU SANKSI: Aktivitas pertambangan PT TES di SMP 25 dihentikan. Selain itu, surat teguran dari Dinas ESDM telah dilayangkan. SAIPUL ANWAR/KP

PROKAL.CO, Kasus pertambangan di Samarinda seperti selalu menemui babak baru. Teranyar, lokasi pertambangan yang hanya berjarak 10 meter dari SMP 25 Samarinda. Modusnya melakukan pematangan lahan.

 

SAMARINDA–Masih lekat di ingatan, penambangan yang hanya berjarak 10 meter dari SMP 25 Samarinda. Dengan berkedok pematangan lahan, emas hitam di keruk dari lahan sekolah seluas 17.000 meter persegi. Peraturan Lingkungan Hidup (Permen-LH) Nomor 04 Tahun 2012, seperti tak diindahkan.

Aktivitas tersebut dikabarkan telah berjalan selama tiga minggu, sebelum terkuak pada 21 November lalu. Kini aktivitas pertambangan tersebut telah dihentikan. Teguran tertulis dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim juga telah diberikan kepada PT Transisi Energi Satunama (TES).

Kepala Dinas ESDM Kaltim Wahyu Widhi Heranata menerangkan, PT TES memiliki IUP resmi di bawah kewenangan Dinas ESDM Kaltim. "IUP-nya resmi di bawah kewenangan saya, sudah diberikan surat teguran sesuai peraturan perundang-undangan," terangnya.

Surat teguran itu juga akan dikirim ke Gubernur, KPK, dan Dirjen Minerba. Selain aktivitas yang dihentikan, PT TES diminta menutup lubang pengerukan dan membuat pagar pembatas.

Saat disinggung soal dokumen yang ditunjukan Kepala SMP 25 Samarinda Widhi tak mengetahui secara pasti. "Saya nggak tahu kalau soal itu, yang pasti ini IUP resmi makanya kami tegur," lanjut Widhi. Proses investigasi juga masih terus berlangsung guna mengetahui alur penjualan batu bara tersebut.

Soal konsekuensi yang diberikan jika melakukan penjualan emas hitam, Widhi menegaskan akan memberikan sanksi. "Yah harus ada dong, investigasi masih berjalan, kami akan lihat sanksinya apa soal batu bara yang dijual itu," tegasnya. Terkait dokumen izin pematangan lahan Widhi tak mengetahui. "Saya kan belum lihat yang izin pematangan lahan, saya urus IUP-nya saja, terkait adanya permainan, nanti KPK yang usut sesuai surat tebusan," pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa menerangkan, pihaknya telah memintai keterangan dari Dinas Pendidikan Samarinda. "Itu terkait dari penjelasan sekolah yang ada minta izin ke Dinas Pendidikan," terangnya.

Persoalan perizinan, Damus belum bisa memastikan adanya praktek ilegal. "Belum soal itu (izin aktivitas tambang), kami juga mengawasi batu bara yang dikarungi biar nggak dijual," pungkasnya. (*/dad/dns/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers