MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 01 Desember 2019 13:38
Setelah Persik Kediri Juara Liga Indonesia Dua Kali, Kembali ke Strata Tertinggi
PR Itu Bernama Lampu, Pagar, Tribune, Toilet, dan Pintu Utama
Petugas LIB menginspeksi rumput stadion Brawijaya.

PROKAL.CO, Stadion Brawijaya harus banyak dibenahi kalau Persik ingin main di sana. Pemkot Kediri juga masih berkomunikasi dengan berbagai pihak yang dibidik sebagai sponsor. Namun, untuk urusan teknis, mulai skuat muda sampai tim putri, mereka sudah siap.

 

 

MIFTAKHUL FS, Kediri

 

KENYATAAN pahit itu masih basah dalam ingatan Subiyantoro. Juga selalu bergemuruh di dalam dadanya. Pada tahun pertamanya dipercaya ikut mengurus Persik Kediri, kesebelasan yang bermarkas di tepi Kali Brantas itu malah dieliminasi dari Indonesia Super League (ISL)–kasta tertinggi sepak bola Indonesia–musim 2015. 

Perjuangan berdarah-darah Persik untuk kembali ke “habitatnya” seakan terasa sia-sia. Padahal, jalan untuk kembali ke orbit tertinggi sepak bola nasional setelah terdegradasi di akhir musim 2009/2010 sangat berat. Perlu waktu tiga tahun bagi Persik untuk kembali ke kasta teratas.

Namun, baru semusim mencicipi lagi atmosfer ISL, Macan Putih–julukan Persik–justru harus turun kasta kembali. “Sedih dan sakit sekali rasanya. Namun, kami harus menerima kenyataan itu. Sebab, Persik memang bermasalah secara finansial,” ujar Toro, sapaan akrab Subiyantoro, yang kala itu menjadi sekretaris umum Persik. 

Persik dieliminasi memang karena faktor finansial. Tim asal Kota Tahu itu tidak turun sendirian. Persik dieliminasi bersama Persiwa Wamena ketika itu. “Sudah tidak punya uang, Persik memiliki utang hampir Rp 4 miliar pula,” akunya. 

Meski menyakitkan, secara logika menjadi sangat wajar jika Persik dieliminasi. Itu pula yang dirasakan Toro, juga banyak pencinta Persik lainnya. Kenyataan pahit tersebut tak pernah bisa dilupakannya. Bukan disimpan sebagai rasa sakit hati. Namun, selalu dikenang sebagai pelecut untuk menjadikan Persik lebih baik lagi dan lebih bagi lagi. 

Pun demikian saat luapan kegembiraan kembali menyapa semua yang mencintai Persik seperti saat itu. Pada 25 November 2019, Persik menahbiskan diri sebagai juara Liga 2. Gelar juara yang sangat istimewa. Sebab, dua musim berturut-turut mereka berhasil promosi dengan status juara.

Setahun sebelumnya Persik menjuarai Liga 3 dan berhak promosi ke Liga 2. Kini mereka kembali ke kasta teratas dengan status juara Liga 2. Pesta pun kembali digelar di Kediri. Pada 25 dan 26 November lalu, masyarakat Kediri turun ke jalan. Merayakan kemenangan kesebelasan kebanggaannya. Tapi, pesta itu kini telah selesai. Lazimnya setelah pesta, si empunya ”rumah” harus berberes setelah pesta telah usai.

“Pengalaman musim 2015 menjadi pelajar penting. Kami tak mau terlalu lama menikmati pesta kemenangan ini. Masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus kami bereskan,” kata Toro yang kini menduduki kursi CEO Persik. 

Apalagi, seperti disebutkan Manajer Persik Beny Kurniawan, sejatinya Persik baru menargetkan naik ke Liga 1 pada musim 2022 mendatang. “Jadi ini kami terlalu cepat dua tahun. Namun, karena sudah telanjur, PR (pekerjaan rumah) yang ada harus segera kami rampungkan,” ujarnya. 

Toro, juga Beny tak menutup mata kalau PR itu begitu banyak. Dan yang paling besar menyangkut infrastruktur. PR Persik berserakan di sudut-sudut Stadion Brawijaya. Ada begitu banyak kekurangan di stadion berkapasitas 15 ribu tersebut. Lampu, pagar, tribune barat, bench pemain, toilet, juga akses menuju pintu utama stadion. 

Tentang lampu stadion misalnya. Saat itu kekuatan penerangan Stadion Brawijaya hanya 550 lux. Padahal, operator liga mensyaratkan 1.200 lux. Pagar tribune stadion kebanggaan masyarakat Kediri itu juga terlalu “ringkih”. 

Kekurangan yang “khas” Stadion Brawijaya adalah tribune barat dan akses ke pintu utama. Tribune VIP Stadion Brawijaya sangat rendah. Pandangan penonton tertutup bangku pemain cadangan. Sementara, akses ke pintu utama sangat sempit dan harus melewati gapura SMA 8 Kediri terlebih dahulu sebelum masuk ke halaman depan stadion. “Persik itu Kediri. Maka Persik harus bermain di Kediri,” tegas Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Dan Mas Abu --sapaan akrab Abdullah Abu Bakar-- sadar betul bila Stadion Brawijaya menjadi pekerjaan rumah terbesar Persik sebelum kembali tampil di kasta teratas sepak bola nasional.

Pemerintah Kota Kediri disebutnya akan membantu menyelesaikan PR di Stadion Brawijaya. “Kami tunggu dulu hasil dari tim verifikasi. Apa yang kurang, maka itu yang akan kami perbaiki. Kami ingin Persik tetap bermain di Kediri,” katanya. 

Dari kacamatanya, PR Persik memang hanya soal infrastruktur. Juga perlu tambahan sponsor untuk menyokong pendanaan di Liga 1 yang jauh lebih besar. Di luar itu, jawara Liga Indonesia dua kali tersebut sudah sangat siap mengarungi Liga 1.

Tentang tim usia muda contohnya. Sejak terdegradasi ke Liga 3 pada akhir musim 2017 lalu, Persik langsung menyiapkan tim usia muda. Mereka bekerja sama dengan SMP 2 Kediri. 

Sepak bola putri pun setali tiga uang. “Untuk Elite Pro Academy U-16 dan U-18 kami sudah memiliki tim. Sepak bola putri kami memiliki Putri Kediri. Badan hukum kami sudah punya. PR kami memang hanya infrastruktur,” papar Beny. 

Dan seperti janjinya, manajemen Persik tidak bakal sendiri menyelesaikan PR tersebut. Pemerintah Kota Kediri akan berdiri di belakang mereka. Bahkan, Mas Abu sudah menjalin komunikasi dengan beberapa pihak untuk menjadi sponsor Persik. Gudang Garam menjadi tujuan pertama. “Persik lahir di Kediri. Gudang Garam juga lahir di Kediri. Ini momentum yang tepat bagi mereka untuk berkolaborasi,” ujar Mas Abu. 

Persik era sekarang disebutnya sebagai Persik yang memiliki integritas. Bermain sepak bola dengan cara yang sehat. Juga dijalankan dengan cara-cara yang sehat pula. Sebab, Persik tak mau menerima lagi kenyataan pahit layaknya musim 2015. Kenyataan yang diyakini Toro bukan hanya masih basah dalam ingatannya. Tapi, juga basah dalam ingatan semua yang mencintai Persik. (rom/k16)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 00:21

Suaka Orang Utan Jompo 10 Km dari Calon Istana Negara

 Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan…

Kamis, 05 Desember 2019 23:13

Hakim Itu Dituntut 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

SAMARINDA–Air muka Kayat datar, kala mendengar jaksa penuntut umum (JPU)…

Kamis, 05 Desember 2019 11:32

Satu Tersangka Kembali Ditangkap

TENGGARONG-Dukungan kepada Pertamina, Polri dan TNI dalam mengungkap dalang di…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31

Bawa Misi Dagang, Gubernur Jatim Berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post

Dalam lawatan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ke…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31
Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Difungsikan Penuh Maret 2020

Beroperasi Sebagian, Tol Balikpapan-Samarinda Bakal Digratiskan

Teka-teki pengoperasian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) akhirnya terjawab. Jalan bebas…

Kamis, 05 Desember 2019 00:29

Dirut Pupuk Kaltim Diperiksa Terkait Perjanjian Pengangkutan Amoniak

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT. Pupuk…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

KPK Periksa Dirut PT Pupuk Kaltim

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:55

Stefano ’’Teco’’ Cugurra, Telepon Pembuka Jalan, dan Sejarah di Liga Indonesia

Kedekatan dengan pemain dan kepiawaian meramu taktik dengan ketahanan fisik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.