MANAGED BY:
KAMIS
30 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Selasa, 26 November 2019 13:22
Kisah Tutik Suwani, Sarjana Perhotelan yang Pilih Mengajar di SLB

Sempat Minder, Kini Bangga karena Jadi Ladang Amal

Tutik dan anak didiknya.

PROKAL.CO, Tugas seorang guru salah satu adalah mengajarkan baca dan tulis kepada muridnya. Namun pernahkah terpikir bagaimana cara mendidik anak dengan kebutuhan khusus? Seperti Tutik, yang mengabdikan dirinya di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Kencana.

Pahlawan tanpa jasa, adalah julukan yang melekat erat pada profesi seorang guru. Sosok yang mengenalkan huruf hingga cara berhitung. Seorang guru harus sabar dalam menghadapi anak didiknya. Apalagi, jika anak tersebut memiliki keterbatasan dalam proses belajar-mengajar.

Sejak 2007 Tutik Suwarni memutuskan untuk menjadi pengajar di sekolah khusus untuk anak disabilitas. Padahal ia merupakan seorang sarjana perhotelan. Selama dua belas tahun, dirinya melalui suka-duka yang tidak semua guru dapat rasakan.

SLB Dharma Kencana ialah sekolah yang dirintis oleh almarhum suaminya, Mujiyo, pada 2003. Suaminya, yang memang menempuh pembelajaran anak berkebutuhan khusus memiliki impian untuk membangun sebuah SLB di Balikpapan.

Tutik yang sempat mengajar di sekolah dasar umum, memutuskan untuk pindah. “Dari situ saya tergerak untuk mengajar di SLB. Apalagi, saat itu guru-guru SLB memang sangat sulit,” tuturnya.

Dia berkisah, saat awal-awal menjadi guru SLB dirinya sempat merasa minder. Hal itu dia rasakan pada saat pertemuan guru-guru. Seakan menjadi guru SLB saat itu adalah hal memalukan.

Akan tetapi, hal itu adalah suatu kebanggaan tersendiri baginya. Dia mengaku senang ketika anak didiknya dapat berprestasi seperti anak normal lainnya. Meski tak dapat dimungkiri, dia sedih jika anak yang dia didik belum mampu menangkap apa yang diajarkan. Namun, hal itu dia jadikan motivasi untuk lebih berusaha lagi mendidik anak-anak muridnya.

Dalam proses belajar-mengajar, ia mengatakan perlu kesabaran lebih. Khususnya pada anak-anak penyandang tunagrahita (anak yang memiliki kecerdasan di bawah rata-rata). Perlu pendekatan lebih dalam mengatur emosional dan keaktifan mereka.

Sementara untuk anak tunarungu, pembelajarannya diutamakan ke latihan verbal. Para murid diajarkan untuk menggerakkan bibir agar tidak kaku. Bahasa isyarat hanya digunakan bahasa bantu.

Di sisi lain, dia menyayangkan masih ada beberapa orangtua dari penyandang disabilitas, yang menyembunyikan anaknya dari publik. Menurut Tutik, orangtua dari anak-anak ini harusnya bangga. Sebab, mereka diberikan anak-anak pilihan yang bisa menjadi ladang amal mereka.

“Saya berharap pada semua pihak untuk tidak menyembunyikan anak-anak berkebutuhan khusus ini. Karena mereka juga punya hak untuk belajar seperti anak normal lainnya,” tuturnya.

Kini, wanita 52 tahun ini menjabat sebagai kepala sekolah di SLB Dharma Kencana. Bahkan kedua anaknya juga mengambil jurusan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Dengan enam belas guru lainnya, mereka terus berupaya untuk meningkatkan kinerja dalam mendidik para anak berkebutuhan khusus tersebut. (*/okt/ms/k18)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers