MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 24 November 2019 11:33
Akomodasi Budaya Lokal di IKN Baru
Areal Hutan Tanaman Industri di Desa Bumi Harapan, Sepaku. Di lokasi ini kelak berdiri IKN.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Desain calon ibu kota negara (IKN) yang baru di Kaltim bakal mempertimbangkan budaya dan kearifan lokal. Khususnya budaya adat Paser dan Kutai. Yang akan jadi acuan penyusunan rancangan pemindahan ibu kota ke Kecamatan Sepaku dan Samboja.

Lokasi yang dipilih menjadi calon IKN baru telah memiliki regulasi perlindungan adat setempat sendiri. Untuk adat Paser di PPU diatur oleh Perda 2/2017 tentang Pelestarian dan Perlindungan Adat Paser. Pun demikian dengan adat Kutai di Kukar yang dilindungi melalui Perda 2/2016 tentang Pelestarian Adat Istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Tentunya semua aturan yang ada di daerah akan kami jadikan acuan. Kalau nanti menjadi ibu kota, ada aturan baru yang khusus. Namun, aturan daerah itu harus menjadi pertimbangan ketika akan membuat aturan baru,” kata Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti kepada Kaltim Post.

Mengenai desain pada calon IKN baru saat ini masih disayembarakan Kementerian PUPR. Sayembara dimulai sejak 3 Oktober 2019. Saat ini memasuki tahapan input karya, yang dimulai 18–29 November 2019.

“Ada 755 tim yang mendaftar. Nanti setelah semua karya masuk pada 29 November 2019, kami akan memilah dan melakukan evaluasi penjurian. Tim jurinya sudah ada semua,” imbuh perempuan berambut pendek itu.

Tim juri yang diketuai Imam Santoso Ernawi akan melakukan evaluasi persyaratan administrasi pada 2–6 Desember 2019. Selanjutnya penjurian dilaksanakan dengan dua tahap. Pertama 11–13 Desember 2019 dan kedua 16–20 Desember 2019. Sekaligus penetapan pemenang. Pengumuman pemenang pada 23 Desember 2019.

Akan ada lima pemenang terpilih. Pemenang pertama mendapat hadiah Rp 2 miliar, lalu pemenang kedua Rp 1,25 miliar, dan pemenang ketiga Rp 1 miliar. Selain itu, ada pemenang harapan satu yang mendapat Rp 500 juta dan pemenang harapan dua Rp 250 juta.

“Pemenang terpilih akan mengikuti pengayaan dan pengembangan gagasan. Jadi, diharapkan mendapatkan hasil dokumen perencanaan teknis yang komprehensif agar desain ibu kota baru dapat menjadi yang terbaik di dunia,” ungkap Diana.

Anggota tim juri Nyoman Nuarta menyampaikan, kearifan lokal dapat menjadi daya tarik budaya tersendiri. Dengan mempertahankan kebudayaan setempat, calon IKN baru tentunya lebih berwibawa dan memiliki identitas tersendiri. Mengingat ekspansi budaya luar yang terus menggerus kebudayaan lokal di Indonesia.

“Untuk itulah perlunya membangkitkan budaya asli dari lingkungan kita di sini,” pesan praktisi pemahat patungtersebut.

Dia mencontohkan Singapura. Untuk mempertahankan kebudayaannya, mereka giat mengundang seniman. Menggelar event kesenian dan kebudayaan. Tujuannya menutupi kekurangan kebudayaan lokal yang telah punah karena perkembangan negaranya yang cukup pesat.

“Bangsa yang besar tidak hanya cukup ekonominya, tapi harus nyaman, aman, dan rupawan. Kalau nanti penduduk aslinya dipindahkan karena ketinggalan zaman itu berbahaya, menurut saya. Karena itu, pemerintah harus meningkatkan kualitas mereka,” harapnya.

Masyarakat adat Paser yang bermukim di PPU berharap diperhatikan. Mengingat selama ini, keberadaan mereka seperti tak mendapat perhatian pemerintah walaupun mereka sudah dilindungi melalui Perda 2/2017.

“Tapi belum sepenuhnya dijalankan pemerintah daerah,” keluh Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) PPU Musa kepada Kaltim Post.

Dia menambahkan, pada prinsipnya, masyarakat adat Paser setuju dan mendukung pemindahan IKN ke Kaltim. Terlebih yang bermukim di Kecamatan Sepaku. Namun, perlu komunikasi lebih dulu antara pemerintah dan masyarakat adat Paser. Sebab, selama ini, menurut Musa, perhatian pemerintah kepada masyarakat adat masih sangat kurang.

Karena itu, sebelum IKN resmi pindah ke Kaltim, dia berharap, keinginan masyarakat adat bisa terpenuhi. Menurut data LAP PPU, jumlah masyarakat adat Paser di Benuo Taka terdata sekira 100 ribu orang. Terbanyak di Kecamatan Penajam. Meliputi Kelurahan Riko, Sepan, dan Sotek serta Kelurahan Pemaluan di Kecamatan Sepaku.

“Harapan kami, setiap pembangunan di IKN melibatkan masyarakat adat Paser, sehingga nantinya tidak terpinggirkan. Seperti yang sudah terjadi di Jakarta,” pinta Musa.

Dalam Perda 2/2017, LAP juga memiliki fungsi untuk menampung dan menyalurkan pendapat masyarakat kepada pemerintah daerah. Termasuk memberdayakan, melestarikan, dan mengembangkan adat-istiadat atau kebiasaan masyarakat yang positif untuk memperkaya budaya daerah.

Selain itu, memberdayakan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan. “Pada prinsipnya, kami ingin dilibatkan dalam pembangunan IKN nanti dan perlu dilakukan pembinaan. Sebab, dari segi SDM kami masih kurang. Termasuk memprioritaskan masyarakat adat Paser untuk menjadi PNS,” ujarnya.

Namun, yang tak kalah penting, masyarakat adat Paser diberi hak memiliki hutan adat. Itu merupakan rekomendasi yang dituangkan dalam maklumat hasil Kongres Masyarakat Adat Paser pada Oktober 2019 lalu.

Dalam maklumat itu, ada beberapa poin rekomendasi yang diminta kepada pemerintah. Di antaranya, masyarakat adat suku Paser meminta presiden segera mengesahkan Undang-Undang Pengakuan dan Perlindungan Adat.

Selanjutnya, meminta pemerintah pusat dan daerah memfasilitasi pemetaan wilayah adat di PPU. Yang terbentang dari Kelurahan Mentawir sampai Kelurahan Maridan di Kecamatan Sepaku. Sebab, selama ini dikuasai oleh konsesi perusahaan.

“Karena secara nasional, kami memang belum diakui dalam undang-undang walau ada perda yang mengatur tentang perlindungan adat Paser,” terang dia. (kip/dwi/k16)

 


BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:46

Dokter yang Menangani Pasien 2019-nCov Meninggal

HONGKONG – Usaha untuk membatasi persebaran 2019-novel Coronavirus (2019-nCov) gagal.…

Minggu, 26 Januari 2020 11:39
Berkas Perkara Dua Penyiram Novel Dikirim ke Jaksa

Kasus Novel, Aktor Intelektual Belum Juga Terungkap

JAKARTA—Kendati aktor intelektual penyiram Novel Baswedan belum terungkap. Polri telah…

Minggu, 26 Januari 2020 11:38

Seluruh Pasien Negatif 2019-nCoV, tapi Belum Mau Keluar Rumah Sakit

JAKARTA– Pemeriksaan pasien diduga mengidap 2019 novel conoravirus (2019-nCoV) sudah…

Minggu, 26 Januari 2020 11:34

Indonesia Minta Malaysia Perketat Pengamanan Perairan

JAKARTA– Penculikan warga negara Indonesia (WNI) saat melintasi perairan di…

Minggu, 26 Januari 2020 11:27

Tes CPNS Mulai Besok, BKN Siapkan 425 Lokasi Ujian

JAKARTA – Ujian atau tes kompetensi dasar (TKD) seleksi CPNS…

Minggu, 26 Januari 2020 11:26

Waspadalah Bencana, Hujan Lebat Sampai Akhir Bulan

JAKARTA– Hujan lebat diprediksi terjadi hingga akhir bulan di sejumlah…

Minggu, 26 Januari 2020 10:56

Maskapai Indonesia Dilarang Terbang ke Wuhan

JAKARTA - International Notam Office Beijing telah menerbitkan NOTAM G0108/20.…

Minggu, 26 Januari 2020 00:12

Kerja Keras di Tahun Tikus Logam

PERJODOHAN enteng. Kerja lebih keras lagi. Juga, tak gegabah dalam…

Minggu, 26 Januari 2020 00:06

Mantau dan Bakpao yang Turun-temurun

MANTAU dan bakpao. Mirip tapi beda. Roti kukus khas Tiongkok…

Minggu, 26 Januari 2020 00:05

Mi Sebagai Lambang Panjang Usia

SEMANGKUK besar mi sudah terhidang. Aneka makanan pendamping juga sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers