MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Jumat, 22 November 2019 22:23
Soal ASN yang Dipecat namun Masih Gajian, Pemangku Kebijakan Saling Lempar

PROKAL.CO, Polemik ASN di lingkup Pemprov Kaltim yang masih menerima gaji walau sudah diberhentikan, menimbulkan tanda tanya. Berbagai pihak enggan berkomentar banyak atas kejadian itu. Padahal, ASN yang bersangkutan divonis bersalah atas kasus narkotika yang menimpanya.

 

SAMARINDA–Kabid Pembinaan BKD Kaltim Adi Surya Agus tampaknya enggan berkomentar soal ASN Pemprov Kaltim yang sudah dipecat namun masih menerima gaji bulanan.

“Bukan wewenang saya berkomentar. Namun, ini menjadi catatannya yang akan disampaikan ke biro hukum,” ungkapnya saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Begitu pun ditanya soal dokumen pemberhentian ASN yang telah ditetapkan pada SK Gubernur yang informasinya tidak didistribusikan ke Biro Umum Sub-Bagian Belanja Pegawai, dia juga mengaku tidak tahu pasti. “Saya baru saja menjabat di sini,” lagi-lagi berkata akan berkoordinasi dengan biro hukum, lalu mencatat pertanyaan media ini dalam kertas note berwarna kuning.

Sama halnya saat ditanya mengenai ASN yang terjerat kasus korupsi yang sudah diberhentikan sesuai SK Gubernur atau yang belum berkekuatan hukum tetap, pejabat yang memiliki ruangan di lantai 4 tersebut juga mengaku tidak tahu.

Sementara itu, seorang pegawai resepsionis berkata, Kepala BKD Ardiningsih saat ini berada di luar kantor. “Sejak jam 1 siang tadi Ibu dipanggil gubernur,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang terima media ini dalam proses pemotongan gaji terhadap ASN yang menerima hukuman disiplin. Menurut pengurus gaji sekretariat daerah Pemprov Kaltim, diketahui bahwa dokumen terkait pemotongan gaji terhadap pegawai yang memiliki kasus tindak pidana tidak didistribusikan oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah) kepada Biro Umum Sub-Bagian Belanja Pegawai. Jadi, pembuat daftar gaji pegawai tidak memiliki informasi yang memadai atas kasus-kasus yang dialami pegawai.

Di sisi lain, sistem aplikasi penggajian yang digunakan Pemprov Kaltim belum mengakomodasi proses pemotongan gaji bagi pegawai berkasus sesuai nominal yang dituliskan dalam SK Gubernur. Pemotongan gaji pegawai yang sedang memiliki kasus hukum dengan status diberhentikan sementara diberlakukan pemotongan secara otomatis sebesar 25 persen.

Namun, pada pelaksanaannya, sistem aplikasi tersebut tidak terdapat menu pilihan input manual, sehingga angka yang ditampilkan dalam sistem aplikasi penggajian tidak akan sama dengan angka yang ditetapkan dalam SK Gubernur.

Selain itu, terdapat kebijakan kepala Biro Umum Sub-Bagian Belanja Pegawai untuk menahan gaji bagi pegawai yang terkena kasus hukum sebagai upaya pengendalian untuk pengembalian ke kas daerah. Apabila proses hukum atas pegawai yang bersangkutan memiliki kekuatan hukum tetap dan dinyatakan bersalah serta dipidana.

Namun, kebijakan itu juga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebab, hasil pemeriksaan brankas pengurus gaji oleh tim BPK pada 9 Desember 2016 ditemukan uang tunai Rp 20.951.000. Namun, berdasar keterangan pengurus gaji, uang tersebut titipan pegawai untuk pembayaran koperasi pegawai dan bukan gaji yang ditahan. (adw/dns/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:47

Sakit-Sakitan, Si Kakek Cabul Akhirnya Tak Ditahan, Bagaimana Proses Hukumnya..??

Walau sempat ditahan sebelumnya (31/10), Abdul Rozak (78), pelaku kasus…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:44

Jukir Nyambi Jadi Maling Sangkar Burung

SAMARINDA–Memasang closed circuit television (CCTV) menjadi sebuah keuntungan. Selain mengamati…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:53

Sungai Mahakam “Telan” Korban, Niat Perbaiki Kapal, ABK Hilang saat Menyelam

SAMARINDA–Ketenangan permukaan Sungai Mahakam tidak seperti arus di dalamnya. Kabar…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:26

Surat Palsu Kepemilikan Tanah, Mantan RT Dinyatakan Bersalah, Tuntut NCI Ganti Rugi

Merasa tanahnya "dirampas", untuk memuluskan bisnis emas hitam, Buhaera geram.…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:25

Rp 1 Miliar Percantik Trotoar Kusuma Bangsa

SAMARINDA–Penyalahgunaan trotoar oleh pengendara roda dua sebagai alternatif mengatasi kemacetan…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:25

Masalah SKM Berlarut-larut, Asisten II Diganti..!! Sosok Penggantinya Perempuan

SAMARINDA–Meski hingga saat ini belum menuai kepastian, rehabilitasi Sungai Karang…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:21

Truk Senggol Motor, Satu Orang Tewas, Kemana Sopir Truknya?

SAMARINDA–Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan P Suryanata, Kelurahan Bukit…

Jumat, 06 Desember 2019 15:01

Ke Markas Polres Samarinda, Ini Arahan Kapolda Kaltim yang Baru

SAMARINDA - Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono melakukan kunjungan kerja…

Jumat, 06 Desember 2019 14:27

Taspen Serahkan Manfaat Pensiun dan THT ke Kabid Perbendaharaan BPKAD Kaltim

SAMARINDA - PT TASPEN (Persero) menyerahkan manfaat pensiun dan THT…

Kamis, 05 Desember 2019 23:22

Perlu Duduk Bersama Bahas Pembebasan Lahan

SAMARINDA–Pembebasan lahan jalan pendekat Jembatan Mahkota II masih abu-abu. Dinas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.