MANAGED BY:
SABTU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 22 November 2019 21:29
Kayat Akui Minta Duit ke Pengacara Terdakwa

KPK Minta Waktu Dua Pekan Susun Tuntutan

Kayat

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Perilaku Kayat, hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, membuat muruah peradilan dan pengadil memilukan. Kayat yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait vonis bebas, Mei lalu, telah melabrak kode etik maupun perilaku hakim.

 Kelakuan tidak terpuji Kayat itu terungkap dalam lanjutan sidang di PN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, (21/11). Sidang itu beragendakan pemeriksaan Kayat selaku terdakwa. Ketika gilirannya bersidang tiba, Kayat tak membantah bahwa Jonson Siburian (terdakwa lain dalam kasus OTT ini), Rossa Isabella (asisten Jonson Siburian), hingga Jumaiyah (istri Sudarman/terdakwa lain dalam kasus OTT ini) pernah menemuinya di ruang kerja hakim PN Balikpapan. 

Jumaiyah jadi pihak yang pertama kali menemuinya. Pertemuan terjadi tepat setelah dakwaan dibaca jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Balikpapan. Tapi, menurut Kayat, tak ada pembahasan apapun kala itu. Dia menolak membahas perkara itu karena belum masuk ranah pembuktian. “Di ruangan saya tak sendiri, ada Verra Lynda Lihawa (hakim PN Balikpapan) dan Darwis (hakim PN Balikpapan),” tuturnya. 

Berselang beberapa hari, barulah dia tahu dari Fahrul Azami, panitera yang mendampingi majelis hakim itu mengabarinya bahwa Jonson dan Rossa ingin bertemu. Ketika bertemu, dia langsung meminta berkoordinasi ke Verra lantaran kedua orang itu meminta bantuan mempermudah perkara yang keduanya tangani. “Saya hanya bilang kalau urusan uang langsung ke Verra,” tegasnya. 

Selepas percakapan keduanya dan Verra yang tidak lebih 10 menit, hakim Verra, lanjut dia, menunjukkan selembar kertas yang berisikan angka 500-800. Angka di kertas itu merujuk mahar untuk mengamankan perkara tersebut agar Sudarman dan dua terdakwa lainnya diberi vonis bebas. Tapi Kayat belum bersikap karena mengetahui tipikal Sudarman. “Dia (Sudarman) itu terkenal rewel mulutnya. Suka koar-koar ke mana-mana,” ketusnya. 

Lanjut dia, terdapat perbedaan pandangan yang diberikannya dalam amar putusan untuk ketiga terdakwa dalam kasus itu. “Ada dissenting opinion dua hakim anggota menilai kasus ini bebas. Tapi saya tidak,” ungkapnya. Dasar pertimbangan yang berujung diberikannya vonis bebas itu ialah keterangan Khairani, terdakwa lain dari kasus ini, jika lahan itu memang milik Kamaluddin dan La Bolosi. 

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 21 September 2020 09:52
Pilih Realistis Bukan Pragmatis

Fenomena Calon Tunggal: Antara Aksi Borong Partai hingga Kandidat Punya Kualitas

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Balikpapan dan Kutai…

Senin, 21 September 2020 09:51

Mahar Politik Bikin Pengaderan Parpol Tak Berjalan

DUA dari sembilan daerah di Kaltim hanya memiliki calon tunggal…

Senin, 21 September 2020 09:49

Mobil Terbang dari Turki

MOBIL terbang menjadi teknologi masa depan yang banyak dikembangkan beberapa…

Minggu, 20 September 2020 12:29
Korban Prostitusi Online Diperkosa Penjaga

Terbuai Janji Nikah, Rela Berikan Servis Gratis

NAJIB/KP   Bak pagar makan tanaman, penjaga menggasak korban yang…

Minggu, 20 September 2020 12:26

Hampir 4 Tahun Off, Nah....Akhir Tahun, Rumah Sakit Islam Beroperasi

SAMARINDA–Hampir empat tahun sudah bangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda…

Minggu, 20 September 2020 09:45

Langgar Protokol Kesehatan saat Mendaftar, Tiga Calon Kepala Daerah Ditegur Mendagri

BALIKPAPAN–Kontroversi kampanye di masa pandemi oleh peserta Pilkada Serentak 2020…

Sabtu, 19 September 2020 11:46

Pasien Covid-19 Dirawat di Hotel, Pemerintah Kumpulkan Hotel-Hotel Bintang 3 Sebagai Fasiltas Isolasi

JAKARTA—Pemerintah berencana akan menggunakan hotel-hotel kelas bintang 3 di seluruh…

Sabtu, 19 September 2020 11:35

Resesi Terburuk dalam Satu Dekade, Selandia Baru Optimistis Ekonomi Lekas Pulih

WELLINGTON– Selandia Baru sukses menekan angka penularan Covid-19. Hanya sedikit…

Sabtu, 19 September 2020 11:05

Picu Klaster Baru Covid-19, Tolak Kampanye Diselingi Konser, Kumpulan Massa Tak Lebih 100 Orang

SAMARINDA–Jalannya Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 memunculkan kekhawatiran.…

Sabtu, 19 September 2020 11:00

Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan

ABDUL Kadirkaget bukan kepalang. Ketika bangun dari tidurnya di atas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers