MANAGED BY:
RABU
16 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 22 November 2019 21:17
Faktor Cuaca Memengaruhi Harga, Harga Ikan di Pasar Induk Mulai Melambung
MELONJAK: Harga ikan di kios Pasar Induk Sangatta mulai naik sejak beberapa hari terakhir lantaran distribusi ikan mengalami permasalahan. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO,

SANGATTA–Harga berbagai jenis ikan yang dijual di Pasar Induk, Sangatta Utara, diprediksi meningkat. Belum ada penyebab pasti, namun diduga faktor alam yang tidak mendukung.

Gelombang laut cukup tinggi, risiko nelayan melaut juga sangat berbahaya. Hal itu tentu berdampak pada hasil tangkapan ikan yang akan dijual.

Seorang pedagang ikan mengatakan, harga beberapa jenis ikan mengalami peningkatan. Di antaranya, ikan putih yang awalnya hanya berkisar Rp 40 ribu, kini sudah Rp 50 ribu per kilogram (kg). Ikan layang yang kerap terjual Rp 10–15 ribu, saat ini Rp 25 ribu. Hal serupa terjadi pada beberapa jenis ikan laut lain. "Harga naiknya berkisar Rp 10–15 ribu. Karena modalnya juga naik," ujar pria yang akrab disapa Daeng saat ditemui di kios dagangannya.

Menurut dia, kenaikan harga ikan jarang terjadi. Untuk diketahui, hanya ikan khusus yang tergolong mahal.

Diana Ratih (27), konsumen yang hampir setiap hari membeli ikan mengeluhkan harga kebutuhan pangan terus merangkak naik. Tidak hanya ikan, ayam dan sembako pun demikian. "Saya kira cuma ayam yang mahal, ternyata harga ikan sama," ungkap ibu dua anak tersebut. Warga lainnya, Aldian (33), yang hobi memancing menganggap mahalnya harga ikan sangat wajar. Sebab, dia merasa sulitnya mencari ikan khususnya di lautan. "Wajar saja, nyari pun susah. Ikan itu banyaknya saat air naik, tapi kalau gelombang tinggi tentu membahayakan diri juga," katanya.

Dijumpai terpisah, Kepala UPT Pasar Induk Buhori menjelaskan, kenaikan harga dipicu faktor cuaca. Jadi, stok ikan menipis dan membuat harga meningkat dari biasanya. "Info dari pedagang, harga ikan naik karena terang bulan serta cuaca di laut, sehingga hasil tangkapan kurang," singkatnya. (*/la/dra2/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 Juni 2021 11:36

Illegal Fishing di Kutai Barat Masih Marak

SENDAWAR–Jajaran Polres Kutai Barat (Kubar) akan fokus penindakan tegas terhadap…

Selasa, 15 Juni 2021 11:36

Jetty di Kukar Diduga Banyak Ilegal

Tak hanya aktivitas kapal pandu dan tunda tak berizin yang…

Selasa, 15 Juni 2021 10:41

Proyek Bandara di Paser Dilanjutkan, Katanya Sih Tanpa APBD

Ada titik terang. Dari lanjutan pembangunan bandara di Kabupaten Paser.…

Selasa, 15 Juni 2021 10:38

SORRY...!! Tak Ada Anggaran untuk Perbaikan Jembatan Sungai Payang

TANA PASER - Anggota Komisi III DPRD Paser Budi Santoso…

Selasa, 15 Juni 2021 10:36

Kasus APBDes Masuk ke Ranah Hukum, Kades Gunung Intan Mempersilakan Cek ke Kantor

PENAJAM-Persoalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2020 Gunung Intan,…

Senin, 14 Juni 2021 11:53

Sendawar Raya Akhirnya Diperbaiki, Bupati: Uang Pemerintah Lama Prosesnya

Kerusakan jalan protokol, yakni Jalan Sendawar Raya di Kampung Sendawar, Kecamatan…

Senin, 14 Juni 2021 11:51

Soal Jalan Putus di Desa Makarti karena Ditambang, Perusahaan Klaim Lahan Sudah Dibebaskan

TENGGARONG - Putusnya badan jalan di Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu…

Senin, 14 Juni 2021 11:48

Kutim Masih Kondusif dari Premanisme, Kapolres Bilang “Ada Preman, Kami Sikat”

SANGATTA - Baru saja, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan…

Senin, 14 Juni 2021 11:47

Mulai Ramai ke Kaniungan, Terus Ingatkan Wisatawan Patuhi Prokes

BIDUK-BIDUK - Setelah sempat sepi, kunjungan wisatawan di Kecamatan Biduk-Biduk,…

Senin, 14 Juni 2021 11:46

Jalan Babak Belur di Utara Kutim, Dewan Minta Pemkab Perjelas Status

Sulitnya akses transportasi di pedalaman Kutai Timur (Kutim) masih menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers