MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 22 November 2019 21:17
Faktor Cuaca Memengaruhi Harga, Harga Ikan di Pasar Induk Mulai Melambung
MELONJAK: Harga ikan di kios Pasar Induk Sangatta mulai naik sejak beberapa hari terakhir lantaran distribusi ikan mengalami permasalahan. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, SANGATTA–Harga berbagai jenis ikan yang dijual di Pasar Induk, Sangatta Utara, diprediksi meningkat. Belum ada penyebab pasti, namun diduga faktor alam yang tidak mendukung.

Gelombang laut cukup tinggi, risiko nelayan melaut juga sangat berbahaya. Hal itu tentu berdampak pada hasil tangkapan ikan yang akan dijual.

Seorang pedagang ikan mengatakan, harga beberapa jenis ikan mengalami peningkatan. Di antaranya, ikan putih yang awalnya hanya berkisar Rp 40 ribu, kini sudah Rp 50 ribu per kilogram (kg). Ikan layang yang kerap terjual Rp 10–15 ribu, saat ini Rp 25 ribu. Hal serupa terjadi pada beberapa jenis ikan laut lain. "Harga naiknya berkisar Rp 10–15 ribu. Karena modalnya juga naik," ujar pria yang akrab disapa Daeng saat ditemui di kios dagangannya.

Menurut dia, kenaikan harga ikan jarang terjadi. Untuk diketahui, hanya ikan khusus yang tergolong mahal.

Diana Ratih (27), konsumen yang hampir setiap hari membeli ikan mengeluhkan harga kebutuhan pangan terus merangkak naik. Tidak hanya ikan, ayam dan sembako pun demikian. "Saya kira cuma ayam yang mahal, ternyata harga ikan sama," ungkap ibu dua anak tersebut. Warga lainnya, Aldian (33), yang hobi memancing menganggap mahalnya harga ikan sangat wajar. Sebab, dia merasa sulitnya mencari ikan khususnya di lautan. "Wajar saja, nyari pun susah. Ikan itu banyaknya saat air naik, tapi kalau gelombang tinggi tentu membahayakan diri juga," katanya.

Dijumpai terpisah, Kepala UPT Pasar Induk Buhori menjelaskan, kenaikan harga dipicu faktor cuaca. Jadi, stok ikan menipis dan membuat harga meningkat dari biasanya. "Info dari pedagang, harga ikan naik karena terang bulan serta cuaca di laut, sehingga hasil tangkapan kurang," singkatnya. (*/la/dra2/k8)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 12:52

Bupati Mahakam Ulu Lindungi Aparatur Kampung dengan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam rangka pelaksanaan amanat peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20…

Rabu, 11 Desember 2019 13:31

Aset Miliaran Rupiah Dilimpahkan ke Provinsi

SENDAWAR–Kejaksaan Negeri Sendawar akhirnya menunaikan tugasnya menyerahkan aset perkara dana…

Rabu, 11 Desember 2019 13:30

Wabup Bakal Dipilih Tahun Depan

Pemilihan Wabup Kukar sulit dilakukan tahun ini. Rencananya, Kamis (12/12),…

Rabu, 11 Desember 2019 13:02

Gimana Mau Selesai, Alat Perekam di Delapan Kecamatan pun Rusak

SANGATTA-Alat perekaman KTP-el  di delapan kecamatan dalam kondisi rusak. Padahal,…

Rabu, 11 Desember 2019 13:00

Menghabisi, setelah Itu Pergi, Pelaku Pembunuhan di Gresik Tertangkap di Berau

Satreskrim Polres Berau meringkus pelaku pembunuhan yang masuk daftar pencarian…

Selasa, 10 Desember 2019 12:36

Warga Pulau Maratua Mulai Kesulitan Air Bersih

Pendistribusian air bersih di dalam kota belum merata, terlebih yang…

Selasa, 10 Desember 2019 12:33

Mulai Ada Indikasi ASN Tak Netral

SANGATTA–Salah satu aparatur sipil negara (ASN) di Kutim terindikasi tidak…

Selasa, 10 Desember 2019 12:32

Bisnis Budidaya Ikan Lele Mulai Banyak Digemari Warga

TANA PASER - Potensi perekonomian masyarakat desa terus didukung pemerintah…

Selasa, 10 Desember 2019 12:30

Kasus Irigasi Anggana Tunggu BPKP

Momen Hari Anti Korupsi dimanfaatkan Kejari Tenggarong untuk membeberkan perkembangan…

Selasa, 10 Desember 2019 12:23

Barang Bukti 46 Perkara Dimusnahkan

SENDAWAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sendawar, Kutai Barat (Kubar), menggelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.