MANAGED BY:
JUMAT
03 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 22 November 2019 21:17
Faktor Cuaca Memengaruhi Harga, Harga Ikan di Pasar Induk Mulai Melambung
MELONJAK: Harga ikan di kios Pasar Induk Sangatta mulai naik sejak beberapa hari terakhir lantaran distribusi ikan mengalami permasalahan. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO,

SANGATTA–Harga berbagai jenis ikan yang dijual di Pasar Induk, Sangatta Utara, diprediksi meningkat. Belum ada penyebab pasti, namun diduga faktor alam yang tidak mendukung.

Gelombang laut cukup tinggi, risiko nelayan melaut juga sangat berbahaya. Hal itu tentu berdampak pada hasil tangkapan ikan yang akan dijual.

Seorang pedagang ikan mengatakan, harga beberapa jenis ikan mengalami peningkatan. Di antaranya, ikan putih yang awalnya hanya berkisar Rp 40 ribu, kini sudah Rp 50 ribu per kilogram (kg). Ikan layang yang kerap terjual Rp 10–15 ribu, saat ini Rp 25 ribu. Hal serupa terjadi pada beberapa jenis ikan laut lain. "Harga naiknya berkisar Rp 10–15 ribu. Karena modalnya juga naik," ujar pria yang akrab disapa Daeng saat ditemui di kios dagangannya.

Menurut dia, kenaikan harga ikan jarang terjadi. Untuk diketahui, hanya ikan khusus yang tergolong mahal.

Diana Ratih (27), konsumen yang hampir setiap hari membeli ikan mengeluhkan harga kebutuhan pangan terus merangkak naik. Tidak hanya ikan, ayam dan sembako pun demikian. "Saya kira cuma ayam yang mahal, ternyata harga ikan sama," ungkap ibu dua anak tersebut. Warga lainnya, Aldian (33), yang hobi memancing menganggap mahalnya harga ikan sangat wajar. Sebab, dia merasa sulitnya mencari ikan khususnya di lautan. "Wajar saja, nyari pun susah. Ikan itu banyaknya saat air naik, tapi kalau gelombang tinggi tentu membahayakan diri juga," katanya.

Dijumpai terpisah, Kepala UPT Pasar Induk Buhori menjelaskan, kenaikan harga dipicu faktor cuaca. Jadi, stok ikan menipis dan membuat harga meningkat dari biasanya. "Info dari pedagang, harga ikan naik karena terang bulan serta cuaca di laut, sehingga hasil tangkapan kurang," singkatnya. (*/la/dra2/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers