MANAGED BY:
SABTU
04 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 22 November 2019 11:49
Kasus First Travel, DPR Salahkan Kemenag
Aset First Travel yang disita.

PROKAL.CO,

JAKARTA – Sorotan terhadap Mahkamah Agung (MA) yang memutuskan bahwa aset First Travel (FT) dirampas negara terus bermunculan. Kali ini disampaikan Komisi VIII DPR. Mereka juga mempertanyakan pengawasan Kementerian Agama (Kemenag).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menyampaikan, putusan MA merupakan sesuatu yang aneh dan janggal. ’’Negara tak dirugikan sepeser pun. Kok malah aset FT dirampas negara,’’ ujar Ace dalam diskusi di Media Center DPR kemarin. Menurut dia, negara justru lalai dalam pengawasan penyelenggaraan umrah. Seharusnya negara memproteksi calon jamaah umrah. ’’Negara seperti ingin cuci tangan,’’ ungkap politikus Partai Golkar itu.

Sebenarnya, lanjut dia, kasus FT terjadi karena ketidakmampuan negara dalam memantau, mengawasi, dan memberikan perlindungan terhadap warga yang ingin melaksanakan umrah. Komisi VIII sudah beberapa kali memanggil para pejabat Kemenag. Saat itu belum ada aturan secara khusus terkait dengan penyelenggaraan umrah, termasuk First Travel atau travel-travel lainnya.

Ace menyampaikan, kala itu sebagian besar penyelenggara umrah menarik dana masyarakat tanpa dikontrol pemerintah. ’’Misalnya, bagaimana audit keuangan dari setiap penyelenggara travel tersebut,’’ ucap ketua DPP Partai Golkar tersebut. Jadi, sejak awal pemerintah lalai. Sekarang negara malah semakin aneh. Aset First Travel malah disita dan diserahkan kepada negara. ’’Inilah yang menurut saya agak aneh dan janggal. Alih-alih negara memberikan perlindungan, justru yang terjadi harta sitaan First Travel diserahkan kepada negara,’’ bebernya.

Menurut Ace, persoalan itu harus dicarikan solusi. Dia tidak tahu solusi hukumnya seperti apa. Tetapi, intinya, sitaan yang diambil negara perlu dikelola dengan baik. Menurut dia, aset-aset tersebut belum tentu mampu memenuhi sejumlah kerugian para korban. Kalau tidak salah, ucap dia, kerugiannya sampai 1 triliun.

Pria kelahiran Pandeglang, Banten, itu menyebutkan, setelah ini pihaknya memanggil Kemenag untuk menyelesaikan masalah tersebut. Menurut dia, ada beberapa cara yang bisa ditempuh. Salah satunya, para korban melakukan upaya hukum agar aset FT yang disita bisa diberikan kepada korban. ’’Bisa dengan proses perdata,’’ ujarnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 03 Juli 2020 12:08

Tunda Pemindahan Pengungsi Rohingya di Aceh

JAKARTA – Rencana pemindahan 99 orang pengungsi etnis Rohingya di…

Kamis, 02 Juli 2020 15:00

Ombudsman Sebut Jadi Lahan Komersial, Pertanyakan Rapid Test sebagai Syarat Perjalanan

JAKARTA – Hasil rapid test dan swab test Covid-19 sebagai…

Kamis, 02 Juli 2020 12:17

Pembakar Mobil Via Vallen Bermaksud Cari Perhatian sang Idola

SIDOARJO– John Lennon adalah pendiri The Beatles, band yang diidolakan…

Kamis, 02 Juli 2020 11:47

Indonesia Tampung 99 Orang Pengungsi Rohingya

Pastikan Seluruhnya Negatif Covid-19 JAKARTA– Indonesia kembali menerima puluhan pengungsi…

Kamis, 02 Juli 2020 10:46

Tersangka Pungli Bansos Covid-19 Mencapai 3.176

JAKARTA-- Polri benar-benar tegas dalam mengawal dana bansos Covid 19.…

Rabu, 01 Juli 2020 12:44

Seluruh Daerah Dapat Gelar Salat Idul Adha dan Kurban

JAKARTA – Pemerintah memberikan lampu hijau bagi umat Islam untuk…

Rabu, 01 Juli 2020 12:42

Imam Akan Ajukan Upaya Hukum Lanjutan

JAKARTA - Upaya hukum lanjutan tengah dipersiapkan pihak eks Menteri…

Rabu, 01 Juli 2020 12:29

Zonasi Mendorong Pemerintah Bangun Sekolah Baru

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 75 aduan…

Selasa, 30 Juni 2020 12:54

Jangan Ada Diskriminasi Usia di PPDB

JAKARTA–Saban tahun penerimaan peserta didik baru (PPDB) selalu memiliki masalah.…

Selasa, 30 Juni 2020 12:44

Terdampak UU Corona, Dana Desa Akan Terganggu

JAKARTA - Berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers