MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 22 November 2019 11:36
Hujan Deras, Dua Kecamatan di Solsel Dikepung Banjir
Tujuh nagari di dua kecamatan, Solok Selatan (Solsel) dikepung banjir pasca diguyur hujan deras sejak Rabu (20/11) malam.

PROKAL.CO, SOLSEL--Tujuh nagari di dua kecamatan, Solok Selatan (Solsel) dikepung banjir pasca diguyur hujan deras sejak Rabu (20/11) malam. Sebanyak 2.959 jiwa terdampak bencana dan ratusan warga sempat mengungsi semalam. Hingga Kamis (21/11) dini hari, terdata 924 rumah terendam air bah dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 589.300 juta. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Padang Ekspres kemarin, bencana banjir melanda kecamatan Sungai Pagu dan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD). Tujuh nagari dihondo air bah. Yakni, Nagari Pasar Muaralabuh, Pasirtalang Selatan dan Pulakek di Sungai Pagu dan Nagari Pakan Rabaa, Pakan Rabaa Timur, Pakan Rabaa Utara termasuk Nagari Persiapan Batang Lolo di KPGD. 

Pemukiman warga tersebut dibanjiri luapan sungai Batang Bangko dan Ulu Suliti. Debit air mulai naik dan merendam ratusan rumah warga dari pukul 09.30, Rabu malam. Puncak ketinggian air terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.15, dengan debit mencapai hampir dua meter dalam rumah warga. 

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Richi Amran mengatakan, dari hasil data sementara, dampak banjir tersebut merendam 924 unit rumah. Sebanyak sebanyak 2.959 jiwa yang terangkum dalam 631 kepala keluarga terdampak bencana. 

"Namun begitu, kondisi saat ini sudah normal kembali. Warga sudah kembali ke kediamannya masing-masing untuk membersihkan material banjir. Tenaga Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) di BPBD dan kawan-kawan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) juga sudah turun membantu," sebut Kalaksa.

Secara keseluruhan sambung mantan Kepala Bagian Umum Sekretariat Solsel itu, banjir melanda 11 jorong yang tersebar pada tujuh nagari di dua kecamatan di daerah itu. Empat jorong di Kecamatan Sungai Pagu yakni, Jorong Kampung Palak, Kepala Bukit dan dua Jorong di Pasar Muaralabuh. 

Kemudian, tujuh Jorong yang terdampak ada di KPGD. Yakni, Jorong Pasia Putih, Pasia Panjang, Banca, Pakan Rabaa, Panduang dan dua jorong dekat aliran sungai nagari Pakan Rabaa Timur. 

Wilayah yang terdampak paling parah terdapat di Nagari Pasar Muaralabuh dengan jumlah korban mencapai 2.252 jiwa dari 450 kepala keluarga. Bahkan katanya, 320 jiwa dari dua Jorong di nagari itu terpaksa mengungsi ke rumah karib kerabatnya. 

"Dua jorong warga di Nagari Pasar Muaralabuh, terpaksa mengungsi karena debit air yang tinggi masuk ke rumah mereka. Totalnya ada 320 jiwa yang mengungsi. Sebanyak 200 jiwa dari mereka yang mengasingkan diri dari bencana itu semalam berasal dari Jorong Pasar Utara dan 120 jiwa dari Jorong Pasar Timur," paparnya. 

Banjir lanjut Kalaksa, merupakan bencana tahunan di Solsel. Luapan air sungai yang melanda kali ini merupakan banjir genangan yang tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap rumah-rumah warga. Kondisi air saat ini bahkan sudah normal kembali. 

Hasil perhitungan sementara kerugian yang ditimbulkan bencana tersebut mencapai Rp 589.300 juta. Pihaknya kata Richi bakal mengajukan permohonan bantuan ke BPBD Provinsi untuk para korban sesuai rekapitulasi dampak dan kerugian yang terdata. 

"Pemkab sendiri saat ini baru ikut membantu pembersihan lokasi dan menyediakan makan siang untuk korban di Pinti kayu yang ada 90 jiwa. Untuk korban di kampung tarandam pagi tadi kami sudah menyalurkan bantuan juga berupa sarapan pagi sebanyak 1. 000 bungkus," ujarnya. 

Sedangkan untuk bantuan tenda, pihaknya menilai belum diperlukan korban saat ini. Sebab, korban tidak ada yang mengalami kerusakan rumah permanen yang mengharuskan mereka untuk mengungsi di tenda. 

"Semua korban sudah kembali ke rumahnya. Semalam itu, hanya banjir genangan dan saat ini sudah kering dan normal kembali," jelasnya. Selain meredam rumah warga, air bah juga merendam dan merusak sejumlah fasilitas umum. Beberapa fasilitas umum yang dilaporkan terendam banjir berupa empat unit sekolah dan tiga masjid. Sementara dua jembatan mengalami kerusakan pasca diterjang banjir. 

Camat KPGD, Syahrul Munir mengatakan, akses publik yang rusak akibat banjir itu ada di Sungai Pangkua dan di Panduang. Pihaknya berharap agar Pemkab segera memperbaikinya sehingga tak mengganggu kelancaran mobilitas warga sekitar. 

"Kedua lokasi yang terdapat kerusakan jembatan tersebut sudah kami tinjau bersama Pak Sekda Solsel, Yulian Efi, Asisten II, Kalaksa BPBD beserta anggota PSM," katanya. 

Di sisi lain, banjir yang melanda di waktu malam hari itu sukses membuat warga yang terdampak, kerepotan. Berjibaku sendiri menyelamatkan diri dan harta bendanya. Selain menyisakan duka yang mendalam bagi para korban, bencana itu turut melahirkan keluhan.

 Muhammad Riski Ilahi, warga Pasar Muaralabuh mengaku, keluhan yang datang dari sebagian masyarakat menyoal lambatnya penanganan dari pihak terkait. Perahu karet tidak tersedia saat air memuncak, logistik darurat pun tidak merata didapat masyarakat usai bencana.

 "Keluhan itu sudah ada dari semalam tentang susahnya pihak berwenang dihubungi dan lambatnya turun ke lokasi membantu. Hingga pagi tadi, masyarakat juga mengeluhkan tidak ratanya pembagian bantuan logistik ke mereka. Harap ini jadi perhatian ke depannya," sebut Uda Solsel itu.(cr19)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.