MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Jumat, 22 November 2019 11:30
Progres 85 Persen, Dibuka Awal Tahun Depan
Kemacetan di Balikpapan Utara, khususnya di Simpang Kilometer 5, Jalan Soekarno-Hatta, tak lama lagi terurai. Awal tahun depan, jalan alternatif via Perumahan Grand City yang dibangun PT Sinarmas Wisesa, dipastikan dibuka untuk umum.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Kemacetan di Balikpapan Utara, khususnya di Simpang Kilometer 5, Jalan Soekarno-Hatta, tak lama lagi terurai. Awal tahun depan, jalan alternatif via Perumahan Grand City yang dibangun PT Sinarmas Wisesa, dipastikan dibuka untuk umum. Hingga kemarin (21/11), progres pembangunannya sudah 85 persen.

Limjan Tambunan, head PT Sinarmas Wisesa Divisi Kalimantan dan Sulawesi, menuturkan, pengerjaan jalan perumahan yang sekaligus menjadi jalan alternatif menuju Kilometer 7 sudah dinanti-nanti warga. Aktivitas pengerjaan teranyar, lanjut dia, pihaknya telah melakukan pengaspalan tahap pertama sebagai fondasi aspal. Kemudian, dalam waktu dekat, tinggal melakukan pengaspalan tahap kedua untuk memperhalus jalan.

“Pengerjaan aspal ada dua layer. Sekarang ini sudah satu kali aspal tipis TB atau fondasi aspal. Nanti aspal yang kedua bagian halus, ketebalan sekitar 4 sentimeter,” bebernya. Begitu pula untuk fasilitas penerangan jalan umum (PJU), pedestrian, dan taman juga langsung dibangun oleh pengembang. Saat ini, PJU sudah menyala dan berfungsi dengan baik. Selain pengaspalan tahap kedua, pihaknya tinggal membangun landscape berupa taman penghijauan dan markah jalan.

Untuk diketahui, panjang jalan alternatif ini 2,3 kilometer dan total lebar 32 meter. Jalan ini memiliki dua jalur dan enam lajur. Sesuai yang tertuang dalam analisis dampak lalu lintas (andalalin), jalan alternatif ini masuk klasifikasi jalan kelas IIIA. Artinya, jalan arteri atau kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor. Termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton. “Maksimal 8 ton dua sumbu. Masih bisa untuk kendaraan 119 PS dan mobil box. Kalau truk besar tidak bisa,” imbuhnya.

Apabila pengaspalan telah rampung, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Balikpapan untuk melakukan survei kesiapan jalan ini sebagai akses alternatif. Sebelum nanti dibuka uji coba open traffic pada Januari. Kemudian, bertepatan momen HUT Kota Balikpapan, Februari jalan tembus bisa diresmikan untuk umum.

“Rencana Desember ada inspeksi awal untuk mengukur sejauh mana keselamatan, rambu, kesiapan sebelum nanti open traffic untuk masyarakat. Jadi ada uji coba dulu,” ungkapnya. Sebab, salah satu persyaratan untuk pembukaan jalan harus telah melewati uji coba tersebut. Namun, rencana ini juga masih mengikuti kondisi dan progres pembangunan. Dia berharap, Pemkot Balikpapan bisa membuat regulasi terkait kriteria mobil yang boleh melewati jalan tersebut. Baik dalam bentuk peraturan daerah (perda) maupun peraturan wali kota (perwali).

“Kalau itu tidak cepat segera dilakukan, takut ketika open traffic malah kebablasan,” pintanya. Menurut dia, jalan alternatif ini bukan memindahkan lalu lintas yang ada sebelumnya. Namun, untuk memecah kemacetan di jalan existing. Jadi, dia berharap, kendaraan berat tetap bisa melewati jalan utama. “Sementara kami ajukan sebagai Jalan Sinarmas Land Boulevard karena dari beberapa perumahan yang sudah kami buat, baru ini bangun jalan bernama Sinarmas,” bebernya.

Saat ini, status jalan masih milik Sinarmas. Meski ke depan tentu prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) ini akan diserahkan ke Pemkot Balikpapan. Total waktu pembangunan jalan sekitar setahun lebih. Meningat, sempat ada rujukan dari Dirjen Bina Marga terkait pengairan drainase yang mengapit di sisi kiri dan kanan jalan. Rekayasa drainase perlu dilakukan agar embung bisa berfungsi dan mengalir ke Bendungan Grand City. Drainase menjadi antisipasi banjir di sekitar perumahan. Pengerjaan cukup lama karena kedalaman 8–9 meter. “Tapi sekarang itu sudah beres semua,” ucapnya.

Keberadaan jalan alternatif ini bisa memangkas waktu sekitar 15–30 menit menuju Balikpapan Utara dibanding lewat jalan nasional di Kilometer 5. Harapannya dengan jalan tembus ini bisa mengurai kemacetan. Jadi, kendaraan tidak tertumpuk di satu jalan seperti sekarang. “Tujuan awal sesuai masterplan, pembangunan tidak hanya cari profit bangun rumah, namun ikut membangun kota,” ucapnya. Konsepnya saat membebaskan tanah, sedari awal pengembang memilih lokasi yang terintegrasi dengan pengembangan kota.

Sehingga orang lain juga bisa merasakan manfaat dari pembangunan perumahan tersebut. “Kami komitmen bangun infrastruktur agar ekonomi akan maju juga. Masyarakat luar juga bisa ikut menikmati fasilitas jalan,” tutupnya. (gel/riz/k8)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 12:19

Senin, Notaris Arifin Divonis

BALIKPAPAN - Kasus dugaan penggelapan dengan terdakwa notaris Arifin Samuel…

Minggu, 26 Januari 2020 12:18

Meriahnya Imlek di Tahun Tikus Logam

BALIKPAPAN – Meriahnya perayaan Imlek tersaji di Kota Balikpapan. Salah…

Sabtu, 25 Januari 2020 22:35

Polisi Masih Buru Penikam di Warkop

KURANG lebih delapan hari anggota Unit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan…

Sabtu, 25 Januari 2020 22:34

Lapak Dirobohkan, Bingung Lunasi Pinjaman Bank

Atas nama izin administrasi, puluhan pedagang kehilangan lapak sekaligus kehilangan…

Sabtu, 25 Januari 2020 22:26

Permendikbud Baru, Proses PPDB Berubah, Kuota Zonasi Sisa 50 Persen

BALIKPAPAN – Tahun ini sejumlah aturan untuk penerimaan peserta didik…

Jumat, 24 Januari 2020 23:42

WADUH BAHAYA..!! Kasus HIV di Kota Ini Naik 8 Persen

  BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat sepanjang…

Jumat, 24 Januari 2020 09:55

Jukir Liar Diangkut

  SEBANYAK 12 juru parkir (jukir) liar di sepanjang Jalan…

Jumat, 24 Januari 2020 09:54

Sabu 1,4 Kg Gagal Beredar, Lima Tersangka Diciduk, 1 Perempuan

BALIKPAPAN – Pengungkapan kasus narkoba kian marak. Lima orang pelaku…

Jumat, 24 Januari 2020 09:53

Sidang Dugaan Pencabulan Anak Bawah Umur, Pembelaan Oknum Polisi Ditolak

BALIKPAPAN- Perkara dugaan pencabulan anak di bawah umur disidangkan di…

Jumat, 24 Januari 2020 09:53

Tak Ada Izin, Diperingatkan sejak September 2019, Pasar Beller Diratakan

Karena keberadaannya yang ilegal, sejumlah petak pedagang di kawasan Beller…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers