MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 22 November 2019 09:47
Perusahaan di Berau Masih Suka Pakai Vendor Luar Daerah, Padahal Lokal Sudah Oke
Al Hamid

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB–Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau Al Hamid menyesalkan masih ada perusahaan di Berau yang lebih memilih vendor luar daerah dibandingkan lokal. Dalam hal ini seperti katering dan labour supply (supply security dan tenaga yang sertifikasi).

Dia mengatakan, perusahaan yang beroperasi di Berau harusnya lebih mengutamakan vendor lokal. Apalagi sumber daya manusia (SDM) yang ada cukup layak, baik dari badan hukum maupun sertifikasi.

“Apa orang Berau hanya jadi penonton? Kalau orang daerah tidak mampu dari sisi perizinan, banyak kok yang sudah bersertifkat ISO. Jangan vendor-vendor besar juga diambil dari orang luar. Apa orang lokal enggak mampu?” katanya.

Dia pun melihat masih ada pihak perusahaan “nakal” di Berau. Dalam hal ini mengenai kontrak dengan vendor. Pihak perusahaan baru melakukan pemberitahuan habis kontrak satu bulan terakhir. Kemudian, tiba-tiba sudah ada vendor baru yang menggantikan.

“Tentu ada pihak yang dirugikan dalam hal ini. Apalagi pemenangnya dari luar daerah. Sedangkan orang daerah juga punya badan hukum selaku labour supply,” ucapnya.

“Sebagai ketua Apindo, saya meminta pihak perusahaan ketika mau habis kontrak dengan vendornya, segera kabari. Terus lelang terbuka, kita orang daerah siap untuk ikut,” sambungnya lagi.

Dengan adanya lelang terbuka, persaingan antar-vendor pun akan terjadi. Pihak vendor lokal pun disebutnya harus segera berbenah. Agar tidak kalah dengan vendor luar daerah.

Di sisi lain, dia menjelaskan dengan memakai jasa vendor lokal, pihak perusahaan pun telah berkontribusi memberdayakan masyarakat dan pengusaha lokal.

Al Hamid pun tidak ingin istilah “sebagai orang daerah jangan mati di lumbung padi” benar-benar terjadi di Bumi Batiwakkal. “Pengusaha di daerah itu harus bisa hidup. Jangan sampai batu bara habis, kita tinggal gigit jari. Yang merasakan orang luar, yang kena dampaknya orang daerah. Tolong berdayakan orang daerah,” tuturnya. (mar/arp/kpg/dwi/k8)

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 14 Desember 2019 11:27

Intensitas Hujan Tinggi, Proyek Penanganan Banjir Diuji

Hujan deras melanda Tenggarong dan sekitarnya kemarin (13/12). Beberapa proyek…

Sabtu, 14 Desember 2019 11:27

Hujan Deras, Loa Janan dan Sebulu Banjir

MESKI permukiman warga di Tenggarong aman dari banjir, berbeda halnya…

Sabtu, 14 Desember 2019 11:26

Mancing Malam Hari, Bocah SD Tenggelam

TANA PASER - Tragedi tenggelam kembali melanda warga Kabupaten Paser.…

Jumat, 13 Desember 2019 13:32

Pusat Akan Bangun Dua Waduk di Kukar

Untuk menunjang kebutuhan di IKN dan sekitarnya, pemerintah pusat akan…

Jumat, 13 Desember 2019 13:32

SPBU Wajib Laporkan Kuota BBM

SENDAWAR - Kepolisian Resort (Polres) Kubar akan menindak tegas pelanggaran…

Jumat, 13 Desember 2019 13:31

Jembatan Kukar Uji Dinamik, Hanya Kendaraan Ini yang Boleh Lewat

TENGGARONG - Penutupan Jembatan Kukar untuk pelaksanaan uji dinamik akhir…

Jumat, 13 Desember 2019 13:30

2020, Paser Alokasikan 146 Unit Rumah Layak Huni

TANA PASER - Pada tahun 2020 mendatang, Kabupaten Paser kembali…

Jumat, 13 Desember 2019 13:29

“Jalan Bubur” Mulai Berkurang, Perbaikan Awal 20 Kilometer

Ruas jalan di hampir seluruh kecamatan Kutai Timur (Kutim) rusak…

Jumat, 13 Desember 2019 13:28

Evaluasi Jabatan Tidak Produktif

SANGATTA–Wacana perampingan Eselon III dan IV pada 2020 di Kutim…

Jumat, 13 Desember 2019 13:27

Dana Pembebasan Terancam Hangus

TELUK BAYUR–Persoalan pembebasan lahan jalan ke stadion mini terus dibahas.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.