MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 22 November 2019 09:37
Terduga Teroris Berencana Menikah sebelum Ditangkap
Petugas mengamankan lokasi penangkapan terduga teroris di Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Penangkapan tiga pria terduga jaringan teroris terkait jaringan bom Polrestabes Medan di Samarinda dibawa ke Jakarta, (20/11). Mereka adalah La Olani (30), Muhammad Ismail (29), dan Fajar alias Furqon (24). Ketiganya diketahui saling kenal.

Mereka dibekuk tim Densus 88 Antiteror di tiga lokasi di Kota Tepian. Bersenjata lengkap, polisi langsung menggeledah kediaman masing-masing. La Olani, warga yang bermukim di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, dibekuk di kawasan Pasar Sungai Dama.

Selanjutnya, Muhammad Ismail (29) di Jalan Cendana, Sungai Kunjang. Terakhir, Fajar alias Furqon (24) yang tinggal di Jalan Sultan Alimudin, Gang Ketapang, Kecamatan Sambutan, diringkus di Jalan Kapten Soedjono (Sejati), tak jauh dari tempatnya bekerja.

Setelah membekuk ketiga terduga teroris yang terindikasi masuk jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), petugas menuju kediaman ketiganya pukul 13.00 Wita. Saat melakukan penggeledahan, polisi mengambil sejumlah barang yang berkaitan dengan ketiga pria tersebut. Yakni, pakaian, senjata tajam, dan sejumlah buku bacaan, yang disebut-sebut erat kaitannya dengan paham radikal.

Menelusuri dari warga sekitar kediaman ketiganya, hampir semua informasi yang diperoleh harian ini tidak jauh berbeda. Ketiganya orang yang tak begitu aktif di masyarakat. Bergaul hanya dengan orang-orang yang dianggap sepaham.

Kemarin (20/11), Kaltim Post kembali menggali informasi ketiga terduga teroris itu. Saat menyambangi kediaman La Olani di Jalan Lumba-Lumba, rumah kayu yang berada sedikit ke atas dengan rumah warga lainnya itu tampak tertutup.

Ketukan pintu berulang tanpa ada respons dari dalam. Gorden juga menghalangi pandangan dari jendela kala mencoba mengintip dari luar rumah yang baru ditinggali Olani dan istrinya selama dua tahun belakangan.

Sugeng (52), tetangga La Olani yang rumahnya hanya berkisar 6 meter, mengatakan istri Olani sudah pergi sejak semalam. Setelah suaminya dibekuk tim gabungan Densus 88 Antiteror, dua hari lalu.

“Enggak ada lagi. Ke rumah keluarga ngomongnya semalam. Di daerah Gunung Manggah (Jalan Otto Iskandardinata) katanya, cuma bilang itu saja,” ucap Sugeng. Rumah yang didiami Olani dan istrinya itu merupakan milik Hendy, pimpinan tempat terduga bekerja yang menjual obat herbal.

Meski sudah bermukim cukup lama di kawasan tersebut, Olani belum pernah memberikan identitas resmi kepada ketua RT. Dia juga dikenal tertutup dan jarang bergaul. “Jangankan ikut kerja bakti, ngobrol saja jarang, Mas. Kalau lewat itu senyum pas ketemu, dia juga belum lapor RT selama di sini (Selili), padahal sudah diberi tahu,” ungkapnya.

Sugeng menuturkan, setiap dua pekan sekali, ada orang bertamu ke kediaman Olani. Namun, dia tidak mengenal yang bersangkutan. Olani kerap pulang di atas pukul 22.00 Wita.

Harian ini berlanjut ke tempat Muhammad Ismail tinggal di Jalan Cendana, di rumah toko (ruko) Daus Parfum. Berbincang dengan Riski, juru parkir seberang ruko parfum tempat Ismail bermukim. Di matanya, Ismail jarang berbincang. “Kalau dia (Ismail) ngomong seperlunya. Jadi enggak akrab,” tuturnya.

Kepada sang pemilik wewenang, Muchlidin, ketua RT 18, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, mengatakan bahwa Ismail sudah tinggal di tempat tersebut sekitar enam bulan. Namun, sejak bermukim di tempat itu, tidak melaporkan diri ke pihaknya. Ismail juga dikenal tertutup. Namun, Didin–sapaan akrab Muchlidin–sering bertemu saat salat Subuh. “Enggak ngobrol sama sekali, selesai salat dia keluar duluan. Cuma dua temannya yang lapor ke saya,” terang Didin.

Harian ini berusaha mencari rekan Ismail yang lain. Namun, beberapa kerabat tak ada yang bisa ditemui. Sementara di Jalan Sultan Alimuddin, Gang Ketapang, RT 38, Sambutan, di kediaman Furqon, harian ini berbincang dengan Marzuki. Dia adalah pemilik rumah bangsal empat pintu yang disewa Furqon. “Belum sebulan kok,” sebutnya.

Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman Samarinda itu menuturkan, telah mengenal Furqon sejak Mei lalu. Saat yang bersangkutan masih bekerja sebagai penjual kebab. “Waktu itu, dia (Furqon) tanya tempat tinggal, jadi saya tawarkan di tempat saya (bangsal),” terangnya. “Orangnya baik, ya enggak percaya saja dengan sangkaan kalau dia terduga jaringan teroris,” sebutnya.

Namun, penampilannya memang berbeda dengan pemuda pada umumnya. Jenggot panjang namun tidak terlalu tebal. Dengan lebih intens menggunakan celana di atas mata kaki (cingkrang).

Sepengetahuan Marzuki, sejak kerja sebagai tukang isi air galon di kawasan Sejati, setiap istirahat siang, Furqon kerap pulang ke rumah. Membuat makanan sendiri. “Orangnya pekerja keras. Intinya belum percaya saja,” sebutnya.

Bukan hanya Furqon, La Olani yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dikenalnya cukup dekat. Olani merupakan teman bermain ketika sekolah. “Olani itu teman kecil saya. Kami SD bareng. Cuma dia pindah ke Buton waktu kelas lima,” bebernya.

Dia mengaku juga mengenal Muhammad Ismail saat masih bekerja bersama Furqon menjual kebab. Ketiganya juga kerap berkumpul di kediaman Furqon dan bercengkerama bersamanya. Mereka dikenal memiliki pengetahuan agama yang lebih, sehingga sering menjadi pemantik diskusi.

“Kalau ngumpul itu sampai pukul 02.00 Wita. Kami sering bakar-bakar sambil ngobrol. Terlebih kalau bahas tentang agama dan hukum pegadaian, mereka jago,” bebernya. Disinggung soal latar belakang pendidikan serta keterkaitan ketiganya saat penangkapan, Marzuki tak tahu pasti. “Kalau Furqon pernah cerita dulu kuliah, tapi saya lupa kuliah di mana, kalau yang lainnya enggak tahu,” tambahnya.

Sangat mengenal Furqon, membuat Marzuki tidak begitu memercayai kabar yang beredar tentang tuduhan terduga jaringan teroris.

Marzuki menambahkan, selama lebih dua pekan terakhir, Furqon tinggal di rumah bangsal tersebut. Dia kerap berbincang dengan warga sekitar. Sedikit pun tidak ada tanda-tanda mencurigakan. “Mana ada dia (Furqon) itu teroris. Kami akrab saja, saya kenal dia,” katanya.

Hal itu juga dibenarkan Muhammad Riswan (28), tetangga sebelah rumah bangsal Furqon. Meski baru saling mengenal, Furqon sangat sopan dan ramah. Bahkan ketika setelah berkumpul sekadar sharing ilmu agama dan makan-makan.

“Orangnya baik. Dia agamanya kuat. Sering sharing. Sosialisasinya bagus dan dia juga terbuka,” jelasnya. Furqon juga merencanakan nikah tahun depan. Namun, tidak ada yang tahu pasti siapa pasangan pemuda tersebut. (dad/*/dra/rom/k8)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 13:19

Nego Proyek KFX – IFX Berlanjut, Prabowo Ingin Pastikan Indonesia Tidak Rugi

JAKARTA– Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan Jeong Kyeong Doo berjumpa…

Jumat, 13 Desember 2019 11:23

Jadi Pro dan Kontra, Mendikbud Kukuh, Tetap Hapus UN

JAKARTA– Perubahan sistem pendidikan selalu memantik pro-kontra. Begitu pula dengan…

Kamis, 12 Desember 2019 13:50

KOK BISA..?? Terdakwa Narkotika Kabur di Pengadilan

SAMARINDA–Sidang yang bertumpuk dan pengunjung yang padat di Ruang Soebekti,…

Kamis, 12 Desember 2019 13:46

Perbaikan Runway Sesuai Progres, 16 Desember Bandara APT Pranoto Bakal Kembali Dibuka

SAMARINDA–Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Samarinda ditutup selama 25 hari.…

Kamis, 12 Desember 2019 13:24

Ujian Nasional Akhirnya Dihapus, Ini Gantinya....

JAKARTA– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim memastikan ujian…

Kamis, 12 Desember 2019 12:11

Selamat Tinggal Koruptor..!! MK Tunda Hak Politik eks Terpidana

JAKARTA– Publik Patut mengapresiasi KPK atas status terdakwa residivis koruptor…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Efek IKN, Investasi ke PPU Meningkat

SAMARINDA–Pembangunan jalan tol Balikpapan–Samarinda menyisakan 2,2 kilometer lagi. Posisinya…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Bekas Lokasi Penyulingan Kembali Ditemukan

TENGGARONG–Penindakan demi penindakan untuk memutus mata rantai pencurian minyak mentah…

Rabu, 11 Desember 2019 13:24

Membongkar Teka-teki dari Kasus Tewasnya Yusuf Ahmad Gazali

Senyum tipis Yusuf Ahmad Gazali jadi penyemangat Melisari selepas pulang…

Rabu, 11 Desember 2019 13:23

Bakal Pakai Bendungan, Enam PLTA Suplai IKN Baru

BALIKPAPAN–Kelistrikan di lokasi ibu kota negara (IKN) direncanakan mengandalkan pasokan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.