MANAGED BY:
SELASA
29 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 21 November 2019 13:50
Ayah yang Jadi Pelatih Juga Bisa Brutal
Jelena Dokic

PROKAL.CO,

BERLATIH dibawah gemblengan ayah sendiri bisa memberikan motivasi tinggi bagi seorang petenis. Keberadaan father coach idealnya membuat nyaman seorang petenis ketika menghadapi situasi tertekan sekalipun. Seperti yang saat ini dialami Alexander Zverev, ataupun Stefanos Tsitsipas, dua petenis tunggal putra potensial.

Tetapi tidak bagi Jelena Dokic, dia mengalami hal yang sebaliknya. Mantan bintang petenis tunggal putri Australia itu malah mengalami siksaan fisik maupun mental ketika berlatih bersama ayahnya Damir Dokic. Dalam autobiografi miliknya, Jelena mengungkapkan sejak usia muda dia sudah mendapatkan perlakuan keras menjurus kasar dari ayahnya.

Ditendang dan dipukul menjadi makanan rutin bagi Jelena. "Pada dasarnya itu berlangsung sejak kali pertama saya bermain tenis, dan berlanjut sampai tak terkendali," bebernya kepada Sydney's Sunday Telegraph sebagaimana dikutip USA Today.

Salah satu kejadian yang cukup menyesakkan berlangsung ketika Jelena kalah dari petenis Amerika Serikat (AS) Lindsay Davenport di semifinal Wimbledon 2000. Saat itu usia Dokic masih 17 tahun. Jelena mengatakan ayahnya menolak mengakui keberadaannya. Parahnya lagi, Jelena dilarang pulang ke hotel tempat keluarganya menginap.

Dalam situasi penuh tekanan dia luntang-lantung area pemain lapangan Wimbledon. Dia memilih bertahan di sana sampai pada akhirnya bertemu salah satu ofisial turnamen mayor tersebut. Dia membantu mengubungi agennya untuk segera mendapatkan tempat tinggal sementara.

Dokic mulai berlatih tenis di usia relatif muda delapan tahun. Sejak 1994 bersama keluarganya dia pindah dari Serbia ke Australia. Mulai saat itu, Dokic berlatih tenis di Sydney bersama ayahnya. Prestasinya terbilang bagus di level junior. Pada 1998 dia menjadi kampiun di AS Terbuka.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 13:19

Di Tarakan, 11 Orang Meninggal dari 42 Titik Longsor

TARAKAN–Hujan deras yang mengguyur Tarakan pada pukul 02.00 Wita, kemarin…

Selasa, 29 September 2020 11:47

Surat Nikah dan Akta Cerai Inggit Garnasih-Soekarno Diserahkan ke Negara

Keluarga besar tak setuju dokumen pernikahan dan perceraian Inggit Garnasih-Soekarno…

Selasa, 29 September 2020 11:41

DPR Belum Satu Suara Soal TPS Keliling

JAKARTA - Rencana tempat pemungutan suara (TPS) keliling dalam pilkada…

Selasa, 29 September 2020 10:47

Kawal Omnibus Sebelum Pengesahan, Buruh Ancam Mogok Nasional

JAKARTA-- Pembahasan RUu Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR…

Senin, 28 September 2020 18:52

Evaluasi Kontrak Tambang Disoal, Jatam Tuding Pemerintah Tak Transparan

BALIKPAPAN-Evaluasi perpanjangan kontrak tambang batu bara atau Perjanjian Karya Pengusahaan…

Senin, 28 September 2020 18:51

Beban Berat Menunda Pilkada, Anggaran Pemilu Sudah Terplot, Penunjukan Pjs Jadi Pemantik

SAMARINDA-Pilkada Serentak 2020 membawa kekhawatiran. Sempat terhenti di awal pagebluk…

Senin, 28 September 2020 18:51

Tepian Pandan Jadi Asal-usul Tenggarong yang Kini Berusia 238 Tahun

Keselamatan warga lebih utama. Begitu kira-kira gambaran perayaan HUT Tenggarong,…

Senin, 28 September 2020 18:50

Peti Mati Ramah Lingkungan

PERUSAHAAN rintisan Belanda bernama Loop menciptakan peti mati yang bisa…

Senin, 28 September 2020 18:49

Riset Sementara, Longsor di Selat Makassar Berdampak ke IKN

BALIKPAPAN­-Potensi tsunami di ibu kota negara (IKN) baru kembali menjadi…

Senin, 28 September 2020 17:53

Di PPU, Besok Denda Rp 1 Juta Berlaku

ASEP SAIFI/KP     PENAJAM - Masa sosialisasi soal Peraturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers