MANAGED BY:
RABU
29 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 21 November 2019 10:40
Segera Hapus TP4 Pusat - Daerah

Jampidsus Pastikan Seluruh Kasus Termonitor

PROKAL.CO, JAKARTAs - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD langsung mengambil langkah tegas bersama Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka sepakat menutup Satuan Tugas Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (Satgas TP4). Baik level pusat maupun daerah. 

Keputusan tersebut diambil setelah Mahfud mengunjungi Kejagung (20/11). "Tadi ada kesepakatan bahwa TP4P dan TP4D akan segera dibubarkan," ungkap dia. Saat dibentuk, satgas tersebut diberi mandat mendampingi pemerintah dalam pelaksanaan sejumlah program. Tujuannya tidak lain agar semua program pemerintah tidak dikorupsi. 

Dengan begitu, program yang dilaksanakan bersih dari praktik kotor. Mahfud menyebutkan bahwa tugas dan kerja yang dilakukan satgas itu sudah baik. Namun demikian, ada banyak keluhan muncul. "Kadang kala dijadikan alat oleh oknum-oknum tertentu. Misalnya untuk ambil keuntungan," beber Mahfud. Dia pun mencontohkan program di daerah.

 Ketika seorang kepala daerah hendak melaksanakan program, lanjut Mahfud, mereka meminta bantuan dan persetujuan dari Satgas TP4D. "Sehingga seakan-akan (program itu) sudah bersih tetapi ternyata tidak bersih," terang mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut. Selain itu, dia menyebutkan bahwa ada pula pemerintah daerah yang berlindung dari kesalahan dengan cara mamakai TP4D.

 Alhasil, kerja TP4D yang sudah baik menjadi rusak. "Hasil yang bagus itu dirusak oleh yang sedikit," imbuhnya. "Oleh oknum bupati maupun jaksa," tambah dia. Karena itu, Kejagung dan Kemenko Polhukam sepakat membubarkan satgas tersebut. "Dari pada mudarat, TP4 ini akan segera dibubarkan," tegasnya. Dia memastikan bahwa keputusan itu tidak bertentangan dengan aturan. 

Sebab, lanjut Mahfud, perintah dari presiden kepada Kejagung yang terkait dengan tugas pendampingan pemerintah tidak melulu bisa dilaksanakan oleh satgas TP4 Pusat dan TP4 Daerah. "Bisa berdasar kasus," terang dia. Mahfud juga menyebutkan, ke depan peran penindakan Kejagung dan seluruh jajarannya akan lebih diperkuat. "Kalau untuk pencegahan kayak begitu sudah ada institusinya," ujarnya. 

Mahfud mengakui, sebelumnya memang jarang ada menko polhukam menyambangi Kejagung. Menurut dia, tujuan kedatangannya tidak lebih dari upaya untuk berkoordinasi. Melaksanakan tugas yanh diberikan oleh presiden. "Dalam hampir empat minggu ini bapak jaksa agung sudah melakukan pembaruan-pembaruan untuk bersiap dengan kami," bebernya. Dari kunjungan kemarin, Mahfud menyampaikan bahwa Kejagung sudah siap secara teknologi. 

Dalam kunjungan kemarin, masing-masing jaksa agung muda (JAM) yang sudah dipilih oleh jaksa agung menyampaikan program. Jampidsus Adi Toegarisman menuturkan bahwa khusus organisasi yang dia pimpin sudah berlaku perubahan besar. Baik yang terkait dengan penanganan perkara, pelayanan publik, maupun internal organisasi. "Intinya perubahan-perubahan yang kami lakukan itu selaras dengan program reformasi birokrasi," imbuhnya. 

Adi juga mengungkapkan, pihaknya sudah menunjukkan sistem IT yang dimiliki kepada menko polhukam. "Jadi, kami bisa monitor perkara di seluruh Indonesia," ungkap dia. Mulai dari tahap penyelidikan, penyidikan, sampai penuntutan. "Secara sentral bisa kami kontrol dari Gedung Bundar ini," ujarnya. Dengan begitu, semua tahapan yang dilakukan oleh anak buahnya bisa dimonitor. Harapannya ke depan kerja-kerja Bidang Pidsus Kejagung semakin berkualitas. (syn/)


BACA JUGA

Selasa, 28 Januari 2020 14:43

Soal Penciutan Status Lahan WKP Migas, Pemprov Akan Negosiasi dengan Pusat

Wacana penciutan WKP milik Pertamina kembali mengemuka. Setelah upaya Pemkab…

Selasa, 28 Januari 2020 13:42

81 Orang Meninggal, 43 Ribu Diperkirakan Tertular

KETAKUTAN pada penularan virus 2019-novel Coronavirus (2019-nCov) melanda berbagai negara.…

Selasa, 28 Januari 2020 12:19

Selamat Jalan Black Mamba

LOS ANGELES -Perjalanan Kobe Bryant menggunakan helikopter pribadi pada Minggu…

Selasa, 28 Januari 2020 10:47

Pemerintah Tak Larang Warga Tiongkok ke Indonesia

JAKARTA– Rapat koordinasi mengenai antisipasi masuknya 2019 novel coronavirus (2019-nCoV)…

Selasa, 28 Januari 2020 10:34

Corona Buat Harga CPO Terkapar

Virus corona yang melanda Tiongkok ternyata tak hanya membuat sektor…

Senin, 27 Januari 2020 13:59

Virus Korona Lebih Berbahaya daripada SARS

BEIJING – Kewaspadaan terhadap merebaknya virus korona harus lebih ditingkatkan.…

Senin, 27 Januari 2020 13:57

2030 Tak Ada Lagi Tambang, Izin Dimoratorium, Jatam Curiga Ada Transaksi Gelap

BALIKPAPAN–Pemulihan lahan pascatambang di sekitar lokasi ibu kota negara (IKN)…

Senin, 27 Januari 2020 13:55

Masih Aman tapi Mulai Siaga

TIGA malam sudah Hong Kong diguyur hujan. Dari gerimis hingga…

Senin, 27 Januari 2020 13:54
Backpacker-an ke Hong Kong setelah Demonstrasi (4)

Siapkan Fisik Kunjungi Ten Thousand Buddhas Monastery

Ten Thousand Buddhas Monastery di Distrik Sha Tin jadi daya…

Senin, 27 Januari 2020 13:42

Virus Corona (2019-nCoV) Mengancam Gelaran Olahraga di Tiongkok, Pilih Menunda, Pindah Venue atau Tanpa Penonton

SAAT ini, virus Corona (2019-nCoV) yang terjadi di Tiongkok menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers