MANAGED BY:
SENIN
09 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 20 November 2019 22:47
Warga SMP 38 Pakai Air Kolam Eks Tambang

Pemkot Persiapkan Revisi SK Penetapan Akses Jalan

TERPAKSA: Siswa dan guru SMP 38 rupanya menggunakan air dari kolam eks tambang batu bara untuk wudu dan keperluan toilet, Senin (18/11). Agus menunjukkan salah satu titik sumur bor yang kini tidak berguna. Farezza Afia/KP

PROKAL.CO, Pembebasan lahan menjadi polemik utama SMP 38, Kelurahan Loa Bakung. Konsekuensinya, aliran listrik dan air pun tidak dapat masuk ke area sekolah. Genset berkekuatan 4,5 kVA menjadi satu-satunya sumber listrik selama proses belajar berlangsung. Sedangkan untuk sumber air, mereka terpaksa menggunakan air dari lubang eks tambang batu bara sekira 300 meter dari gedung sekolah.

 

SAMARINDA–Wakil Kepala SMP 38 Agus menerangkan, selama kurang lebih enam bulan sejak berdirinya bangunan sekolah tersebut, sumber listrik utama berasal dari genset. "Setiap harinya bisa menghabiskan 10 liter pertalite," ucapnya, Senin (18/11).

Kipas angin di setiap ruang, tiga komputer di ruang tata usaha (TU), serta proyektor untuk menunjang dalam pembelajaran. Sayang, alat optik untuk menampilkan gambar tersebut paling jarang digunakan. "Takut rusak," ujarnya.

Pasalnya, mesin penyalur listrik tersebut kekuatan naik-turun. "Nanti kalau rusak menambah beban anggaran lagi. Jadi, sistem belajar dengan papan tulis dulu," tambahnya.

Selain mengalirkan listrik ke 20 ruangan, genset berkekuatan 4.500 watt itu juga menyalurkan untuk beberapa kantin di belakang sekolah. Setiap harinya, sekolah harus merogoh kocek untuk membeli pertalite. "Rp 100 ribu lah," lugas pria berkulit sawo matang itu.

Selain listrik, air bersih menjadi kendala. Padahal, sumur bor di sekolah itu ada dua. Satu dibangunkan oleh kontraktor. Sedang satunya dibuatkan PDAM. Tapi, kedua tak dapat digunakan. Kini pihak sekolah memanfaatkan air kolam bekas tambang yang jaraknya 300 meter dari sekolah. "Sementara nyedot dari kolam tambang," ujarnya sambil menunjuk ke kiri sekolah, letak kolam eks tambang.

Bukan tidak ada keluhan, air kolam bekas tambang mempunyai kandungan logam berat. Bahkan, sangat tidak baik digunakan untuk cuci muka dan lain-lain. "Lengket, keset, dan sedikit bau," ucap Agus.

Tapi, mau bagaimana lagi. Polemik pembebasan lahan belum menuai titik terang antara Pemkot Samarinda dan pemilik lahan.

Pagi sebelum koran ini menemui, Agus mengatakan telah bertemu pihak PLN untuk pemasangan listrik di SMP 38. "Tadi pagi saya sudah lapor ke PLN untuk mengurus aliran listrik. Pihak PLN meminta untuk membuat surat pernyataan bahwa pemilik lahan mengizinkan untuk pemasangan jalur listrik tersebut," jelasnya.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Budi Santoso menerangkan, SK perubahan pembangunan akses jalan akan secepatnya dikeluarkan. "Minggu ini akan keluar, jadi 1 Desember deadline pembayaran," ucapnya.

Dia menambahkan, tim appraisal telah selesai melakukan perhitungan. Tapi, Budi tidak dapat menyebutkan nilainya. "Untuk nilai belum bisa di-publish," jelasnya. Dia menambahkan, secara teknis lahan yang akan dibebaskan yaitu 2.600 perkan dengan lebar 20 meter sekiranya 200-an meter. (*/eza/dns/k8)


BACA JUGA

Senin, 09 Desember 2019 14:51
Samarinda Dalam Riset Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember 2019

Tagih Komitmen Pemerintah

Komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia masih diragukan sebagaian…

Senin, 09 Desember 2019 13:27
PLN Berbakti Untuk Negeri

Berkomitmen Profesional Mengalirkan Listrik

Banyak perjalanan dilalui PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) khususnya di…

Senin, 09 Desember 2019 12:33

Selidiki Kasus Penemuan Bayi Tanpa Kepala, Polisi Hari Ini Kembali Olah TKP di PAUD

SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Samarinda…

Senin, 09 Desember 2019 10:17

Kasus Korupsi Pasar Baqa, Kerugian Negara Bertambah

Berkas tiga tersangka kasus proyek Pasar Baqa harus tuntas hari…

Senin, 09 Desember 2019 10:15

Tak Hanya Tangani Kebakaran, Damkar Juga Tangani Tawon dan Ular

SAMARINDA - Berbagai tugas diemban Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda.…

Senin, 09 Desember 2019 10:14

ABK Tenggelam Ditemukan

DUKA mendalam tampak jelas di wajah Kasmawati Daeng Baji (41).…

Senin, 09 Desember 2019 10:13

Sungai Siring Gugur, Tinggal Dua Daerah yang Dianggap Layak Sebagai Pusat Pemerintahan Samarinda

SAMARINDA - Pertimbangan pemindahan pusat pemerintahan (puspem) Kota Samarinda terus…

Senin, 09 Desember 2019 10:04

Kue Lapis Berbahan Dasar Waluh yang Khas Samarinda

SAMARINDA – Dinas Perindustrian Kota Samarinda mengunjungi dua buah home…

Senin, 09 Desember 2019 09:52

Kisah Perempuan di Balik Jeruji, Jadi Guru Kerajinan Sesama WBP

Erlina terlihat asyik sendiri. Satu demi satu manik-manik dia tautkan.…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:47

Sakit-Sakitan, Si Kakek Cabul Akhirnya Tak Ditahan, Bagaimana Proses Hukumnya..??

Walau sempat ditahan sebelumnya (31/10), Abdul Rozak (78), pelaku kasus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.