MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 20 November 2019 22:43
Mengaku Tak Tahu Izin Jual Kosmetik

Dari Kasus Penjualan Kosmetik Tanpa Izin di PN Samarinda

ilustrasi

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Perkara peredaran kosmetik tanpa izin edar hasil inspeksi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dan Polda Kaltim medio Juni 2019 bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, (18/11).

Agendanya, pemeriksaan Mayliza Adelita, terdakwa dalam kasus ini. Di depan majelis hakim yang dipimpin Hongkun Otoh bersama Hendry Dunant Manahua dan Abdul Rahman Karim itu, terdakwa mengaku kosmetik, obat-obatan, hingga suplemen yang dijualnya via online itu mayoritas dibelinya dari luar negeri. “Tapi ada juga yang dari Sidoarjo,” akunya.

Dia menegaskan, barang-barang tersebut bukan oplosan karena dibelinya langsung dari klinik kesehatan di beberapa negara, dari Jepang, Malaysia, hingga Thailand. Untuk kosmetik atau obat-obatan dari Sidoarjo, dia mengaku bekerja sama langsung dengan produsen.

Barang-barang itu juga dipasarkan di Samarinda dengan harga berkisar Rp 200–250 ribu. Sementara itu, kosmetik yang dipasarkannya lebih murah berkisar Rp 170 ribu. “Karena beli dari luar negeri harganya sekitar Rp 120 ribu,” terangnya.

Hongkun Otoh, ketua majelis hakim, pun langsung menanyakan ihwal keterangan terdakwa dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) yang mengaku rutin ke luar negeri membeli kosmetik atau obat-obatan. “Di BAP, terdakwa ngaku dua kali dalam sebulan ke luar negeri untuk beli ini,” tanyanya. Sementara itu, Mayliza mengaku usaha jual-beli kosmetik via online berawal dari liburan keluarga dan ada beberapa kerabatnya yang meminta jasa titip pembelian barang. Dari hal itu, usaha jual-beli online pun dijabaninya.

“Tapi saya enggak tahu kalau harus izin edar karena ketika beli di luar negeri, barang itu legal,” akunya. Memang, usaha yang ditempuhnya sedari 2017 itu sempat teradang cukai ketika barang itu dibawa ke Indonesia. “Karena cukai sudah saya bayar. Saya pikir enggak ada masalah lagi. Sampai disidak BBPOM dan Polda Juni lalu,” sambungnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers