MANAGED BY:
KAMIS
06 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 20 November 2019 22:41
Jelang Tutup Tahun, Progres Mahakam IV Baru 60 Persen

Bila Gagal, Kontraktor Dihantui Daftar Hitam

HARAP-HARAP CEMAS: Progres pembangunan Jembatan Mahakam IV yang baru 60 persen disangsikan beberapa pihak bakal rampung sesuai target atau akhir 2019. RAMA SIHOTANG/KP

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Tidak mudah, apabila proyek progres baru mencapai 60 persen, sedangkan masa waktu mendekati akhir (25 Desember). Dari perhitungan, proyek tersebut bisa diperpanjang kontraknya jika material dan alat berat tersedia di lokasi. Namun jika dua barang itu tidak ada, opsi terburuk putus kontrak alias masuk daftar hitam LKPP.

Ketua Forum Jasa Kontraktor Kaltim Samsul Tribuana mengatakan, tingkat kesulitan tinggi jika mendekati akhir tahun proyek masih mencapai 60 persen. “Tetapi kalau pekerjaan proyeknya pengaspalan ini masih bisa dikebut dengan catatan semua alat berat dan material sudah tersedia di lokasi. Tapi kalau alat dan material tidak siap, sangat berat proyek tersebut rampung,” ujarnya, kepada Kaltim Post menanggapi proses pembangunan Jembatan Mahakam IV (Jembatan Kembar).

Dia menyebut, meski demikian, bila masa kontrak habis, bisa diperpanjang 50 hari (penambahan waktu penalti), namun dikenai denda 0,1 persen dari nilai kontrak per harinya. Namun, lanjut dia, ada hitung-hitungannya apabila proyek itu diperpanjang kontraknya 50 hari.

Yakni, saat masa kontrak diperpanjang pembayaran proyek tahap akhir sudah masuk ke rekening rekanan kontraktor namun tidak bisa ditarik (diblokir). Selain itu, melampirkan jaminan di bank garansi. “Perpanjangan kontrak ini biasa kuasa pengguna anggaran (KPA) bersama satker (satuan kerja) memantau lokasi. Apabila dilihat pekerjaan 60 persen tapi kondisi di lapangan alat dan material tidak siap bisa dilakukan pemutusan kontrak. Kalau pun KPA yakin memperpanjang kontrak, risiko berat akan berhadapan dengan hukum,” tuturnya.

Soal lanjut tidaknya proyek tersebut, KPA biasanya berkoordinasi dengan (satker) seperti inspektorat dan biro pembangunan. Nah, biasanya hanya proyek yang mencapai 80 persen yang kontrak bisa diperpanjang 50 hari. “Tapi kalau KPA tak yakin proyek ini selesai dengan pertimbangan alat dan material tidak siap juga bisa diputus kontrak,” tuturnya.

Sanksi pemutusan kontrak tersebut Dinas PUPRPR akan mencantumkan daftar hitam kepada kontraktor tersebut di laman portal pengadaan nasional (LKPP). “Lampiran daftar hitam yang masuk LKPP ini paling lambat 5 hari sejak keputusan sanksi dan berlaku selama 2 tahun. Jadi, sanksi perusahaan tersebut tak bisa mengikuti lelang,” ujar mantan ketua Gapeksindo Kaltim itu.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers