MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 20 November 2019 12:57
Air Sungai Segah Tercemar, Pemkab Hentikan Sementara Aktivitas Dua Perusahaan
PEMBAHASAN MENDALAM:Bupati Berau Muharram memimpin rapat soal berubahnya air Sungai Segah di kantor bupati, Selasa (19/11). ARTA KUSUMA YUNANDA/BP

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Setelah melakukan pengambilan sampel air di Sungai Segah, yang diduga tercemar limbah perusahaan, Bupati Berau Muharram, memastikan akan menghentikan sementara aktivitas dua perusahaan perkebunan kelapa sawit. Bupati mengatakan, aktivitas perkebunan dua perusahaan sawit yang tidak disebutkan namanya itu tidak dihentikan seluruhnya. 

Hanya dua jenis kegiatan yang dihentikan sementara. Yakni proses pemupukan kelapa sawit yang dianggap tidak ramah lingkungan dan pengelolaan limbah yang dilarang untuk disalurkan langsung ke sungai.

“Sambil kita lakukan perbaikan (dari sisi regulasi) penanganan limbah, sehingga setelah aman, baru dilepas ke sungai,” jelas Muharram, Selasa (19/11).

Selama ini, kata dia, baru perusahaan tambang batu bara yang diwajibkan untuk mengolah limbahnya. Setelah kondisi air normal, bebas dari logam berat, kekeruhan dan tingkat keasaman normal, baru kemudian di buang ke sungai.

Sementara, perkebunan sawit selama ini hanya membangun drainase mengelilingi kebun. Pemupukan dilakukan saat musim kemarau.

Namun pada saat musim hujan, residu atau sisa-sisa pupuk terbawa air hujan ke sungai. Inilah yang diyakini menjadi penyebab perubahan warna air sungai, sehingga air memiliki kadar asam yang tinggi serta menjadi penyebab matinya ribuan ikan.

                “Karena berdasarkan hasilnya survei yang dikirimkan, ternyata Ph (asam-basa) yang mengalami penurunan secara ekstrem ada di ujung drainase perusahaan sawit itu. Sementara aliran sungai dari perusahaan-perusahaan itu dihentikan sementara. Dengan memblokir air agar tidak mengalir ke sungai,” katanya

Diketahui, sudah beberapa pekan ini terjadi perubahan kondisi air Sungai Segah. Normalnya, Sungai Segah berwarna cokelat dan keruh. Namun akhir-akhir ini, air sungai berubah menjadi jernih. Masyarakat juga banyak menemukan ikan yang mati. Selain kadar asam yang tinggi, ikan-ikan tersebut mati lantaran kekurangan pasokan oksigen.

Ikan di sejumlah titik Sungai Segah, harus ‘berebut’ oksigen dengan ganggang hijau-biru yang mengalami pertumbuhan secara masif.

Ganggang hijau-biru yang merebak di permukaan air sungai ini lah yang menyebabkan warna air berubah menjadi kehijauan.

Masyarakat berharap, Pemkab Berau menindak perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan.

Namun hingga kini, Pemkab Berau masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air yang diambil di sejumlah lokasi di Sungai Segah, guna memastikan, perubahan warna air sungai ini memang benar disebabkan pencemaran. (*/aky/far/k18)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 14 Desember 2019 11:27

Intensitas Hujan Tinggi, Proyek Penanganan Banjir Diuji

Hujan deras melanda Tenggarong dan sekitarnya kemarin (13/12). Beberapa proyek…

Sabtu, 14 Desember 2019 11:27

Hujan Deras, Loa Janan dan Sebulu Banjir

MESKI permukiman warga di Tenggarong aman dari banjir, berbeda halnya…

Sabtu, 14 Desember 2019 11:26

Mancing Malam Hari, Bocah SD Tenggelam

TANA PASER - Tragedi tenggelam kembali melanda warga Kabupaten Paser.…

Jumat, 13 Desember 2019 13:32

Pusat Akan Bangun Dua Waduk di Kukar

Untuk menunjang kebutuhan di IKN dan sekitarnya, pemerintah pusat akan…

Jumat, 13 Desember 2019 13:32

SPBU Wajib Laporkan Kuota BBM

SENDAWAR - Kepolisian Resort (Polres) Kubar akan menindak tegas pelanggaran…

Jumat, 13 Desember 2019 13:31

Jembatan Kukar Uji Dinamik, Hanya Kendaraan Ini yang Boleh Lewat

TENGGARONG - Penutupan Jembatan Kukar untuk pelaksanaan uji dinamik akhir…

Jumat, 13 Desember 2019 13:30

2020, Paser Alokasikan 146 Unit Rumah Layak Huni

TANA PASER - Pada tahun 2020 mendatang, Kabupaten Paser kembali…

Jumat, 13 Desember 2019 13:29

“Jalan Bubur” Mulai Berkurang, Perbaikan Awal 20 Kilometer

Ruas jalan di hampir seluruh kecamatan Kutai Timur (Kutim) rusak…

Jumat, 13 Desember 2019 13:28

Evaluasi Jabatan Tidak Produktif

SANGATTA–Wacana perampingan Eselon III dan IV pada 2020 di Kutim…

Jumat, 13 Desember 2019 13:27

Dana Pembebasan Terancam Hangus

TELUK BAYUR–Persoalan pembebasan lahan jalan ke stadion mini terus dibahas.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.