MANAGED BY:
KAMIS
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Rabu, 20 November 2019 10:17
Ahnaf Fauzi Zulkarnain, 10 Besar KJSA Goes Digital 2019
Belajar lewat YouTube, Bikin Robot Pelayan Penderita Stroke
Ahnaf Fauzi Zulkarnain

PROKAL.CO, Berawal dari rasa peduli terhadap sesama, siswa MTsN 4 Gunungkidul Ahnaf Fauzi Zulkarnain memulai gerakan sosial. Salah satunya memanfaatkan tekhnologi digital untuk membantu penderita stroke dengan peralatan robotik.

 

GUNAWAN, Gunungkidul, Radar Jogja

 

DALAM kompetensi sains pelajar Indonesia, nama Ahnaf Fauzi Zulkarnain tidak asing lagi. Ketika duduk di bangku sekolah dasar (SD), ia menjadi salah satu finalis Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2016. Namanya cukup popular. Waktu itu dia mengikuti kompetisi dengan karya mesin perontok jagung.

Beranjak dewasa, naik level ajang Kalbe Junior Scientist Award Goes Digital 2019. Siswa kelas 9 ini membuat robot pelayanan penderita stroke yang diberi nama Rapentis. Rapentis yang dimaksud berupa rak dispenser otomatis.

Ketika ditemui Radar Jogja, Agnaf bercerita, robot prototipe yang dibuat memakan waktu dua bulan. Tidak sia-sia, Hasil karyanya masuk 10 besar nasional kategori siswa SMP atau MTs.

“Robot Rapentis merupakan alat untuk memudahkan dan melayani kebutuhan penderita stroke,” kata Ahnaf.

Kata dia, ide awal membikin robot didasari niat baik membantu sesama. Pihaknya menerima informasi ada penderita stroke di Kabupaten Gunungkidul. Tanpa pikir panjang untuk mengetahui berapa data jumlah penderita, Afnan langsung bergerak.

“Pengidap stroke umumnya terkendala dalam bergerak. Aspek fungsional dari robot tersebut juga dapat digunakan bagi simbah (lansia) dengan keterbatasan mobilitas,” ujarnya.

Didampingi kedua orang tua, lantas mencari piranti robot secara online. Mulai dari bluetooth, arduino nano (salah satu papan pengembangan mikrokontroler berukuran kecil), driver motor, motor dinamo, sensor infrared, cervo, sensor ultrasonic, saklar dan beberapa kabel jamper. Kemudian bodi robot didesain sendiri. “Keluar biaya sekitar Rp 1 jutaan,” ucap warga Seneng, Siraman, Wonosari.

Jreng-jreng-jreng, robot sudah jadi. Didampingi Pujiyanto, orang tua Ahnaf, disampaikan bahwa kinerja robot cukup simpel. Sistem kendali robot menggunakan aplikasi android. Tinggal ‘klik’, robot berjalan sesuai keinginan.

Robot didesain memiliki rak makanan dan dispenser atau wadah air minum. Robot dapat mengantar makanan dan air minum kepada yang dikehendaki. Kran dispenser secara otomatis juga dapat terbuka dan tertutup sesuai perintah melalui HP.

“Robot juga didesain berhenti secara otomatis dan bisa mundur ketika di depan ada benda menghalangi,” kata pelajar yang bercita-cita jadi peneliti itu.

 Dia mengaku belajar membuat robot secara otodidak melalui channel YouTube didampingi orang tua dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Sementara itu, sang ayah Pujiyanto, mengaku bangga dengan kerja keras buah hatinya. Kompetisi baru-baru ini mampu menyingkirkan 400-an peserta lain se-Indonesia. Pihaknya mendukung penuh hobi dan keinginan anak dalam mengikuti berbagai kompetisi sains.

“Sudah empat kali ikut kompetisi. Kali ini dapat apresiasi uang pembinaan sebesar Rp 5 juta,” tambah Pujiyanto. (laz)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 12:16
Rindu Leluhur, Bocah-Bocah Omah Cangkem Diundang ke Kaledonia Baru

Seperti Bertemu Saudara, Trenyuh Gamelan 30 Tahun Ditabuh Lagi

Bocah-bocah yang tergabung dalam Omah Cangkem belum lama ini menorehkan…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:10
SMPN 20 Depok setelah Puluhan Siswanya Terinfeksi Hepatitis A

Diliburkan Tiga Hari, Sediakan Ujian Susulan untuk Yang Masih Dirawat

Pihak sekolah membantah kesimpulan Kementerian Kesehatan bahwa penular virus adalah…

Senin, 02 Desember 2019 12:38

Sijantang Koto dan Abu ”Abadi” Cerobong Pembangkit Listrik

AGUS DWI PRASETYO, Jawa Pos, Sawahlunto   Bocah laki-laki itu…

Kamis, 28 November 2019 13:39
Mengikuti Keseharian Ahmad Tohari, Puluhan Tahun setelah Ronggeng Dukuh Paruk Lahir (2-Habis)

Nyabut Singkong, Dikencingi Dulu, lalu Dimakan Langsung, Itu Pengalaman Nyata

Ahmad Tohari akan terus menulis...selama tak ada ciap-ciap anak ayam…

Rabu, 27 November 2019 12:07
Sehari Bersama Ahmad Tohari, sang Penulis Ronggeng Dukuh Paruk (1)

Dari Gus Dur Belajar tentang Permainan Kata dan Humor

Sampai usia 71 tahun sekarang ini, Ahmad Tohari terus bersetia…

Selasa, 26 November 2019 13:22

Kisah Tutik Suwani, Sarjana Perhotelan yang Pilih Mengajar di SLB

Tugas seorang guru salah satu adalah mengajarkan baca dan tulis…

Selasa, 26 November 2019 11:31

Cerita Penyusunan Buku Saku Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

Inge dan Yayas pertama menggagas buku ini saat sama-sama menangani…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Ahnaf Fauzi Zulkarnain, 10 Besar KJSA Goes Digital 2019

Belajar lewat YouTube, Bikin Robot Pelayan Penderita Stroke

Berawal dari rasa peduli terhadap sesama, siswa MTsN 4 Gunungkidul…

Sabtu, 16 November 2019 12:57

Ananda Badudu yang Ingin Kembali Teruskan Karir Bermusik

Menjadi jurnalis dan musisi sudah dilakoni Ananda Badudu. Namun, begitu…

Jumat, 15 November 2019 09:43
Amanda Putri Witdarmono, Dirikan We The Teachers untuk Guru di Indonesia

Ibarat Helikopter, Ajak Guru Kembangkan Anak lewat Potensi di Sekitar

GURU memiliki peran penting dalam pendidikan karakter anak sejak usia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.