MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 20 November 2019 10:17
Nasib Nestapa Stadion Palaran yang
Anggaran yang Ada Hanya Cukup untuk Bersih-Bersih

Stadion Utama Palaran yang Perlu Sentuhan Pemerintah

Jalan masuk ke stadion Palaran pun rusak.

PROKAL.CO, Dulu disayang. Kini “dibuang”. Mungkin jadi ungkapan yang pas menggambarkan nasib Stadion Utama Palaran, Samarinda saat ini. Alasan minim anggaran, membuat kompleks olahraga itu terpinggirkan.

 

NOFIYATUL CHALIMAH, Samarinda

 

SEORANG pengendara sepeda motor membersihkan sepatu olahraganya kemarin (19/11). Dia baru saja kena cipratan air lumpur karena sebuah truk trailer melintas di kawasan Stadion Utama Palaran. Setelah merasa sepatunya bersih kembali, dia melanjutkan kemudinya, sembari pelan-pelan memilah jalan, mana yang tak rusak dan mana yang tak tergenang air.

Lalu, setang kemudinya dia arahkan ke sebuah gapura, bertuliskan Stadion Utama Palaran. Sebuah stadion utama yang dibandingkan kemegahan, rekahan besar di temboknya yang justru membuat mata menyorot tajam.

Balik ke masa 2008, semua orang di Kota Tepian ingin ke stadion ini. Semua selalu ingin mengabadikan diri dalam foto di kawasan itu. Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008, jadi alasan stadion itu dibangun di Kaltim.

Tetapi sayang, Stadion Utama Palaran kini tak lagi punya daya pikat. Bangunan rusak. Rumput liar tumbuh subur di sekitar stadion. Jalanan di sekitar juga rusak dan tergenang air. Jalan yang dikuasai truk besar, membuat orang malas ke kompleks stadion yang berada di Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran itu.

Terakhir, lautan massa ke kompleks itu terjadi pada helatan Piala Gubernur Kaltim 2018 yang mempertemukan Arema FC dan Sriwijaya FC di final. Namun, adanya event itu juga tak berarti membuat stadion kian mendapat perhatian lebih.

Padahal, dahulu Stadion Utama Palaran dibangun dengan dana Rp 800 miliar dengan spesifikasi kelas internasional. Secara kapasitas, stadion itu mampu menampung 67 ribu penonton dengan kursi tunggal. Jauh lebih besar dibandingkan Stadion Gelora Sriwijaya di Palembang yang menampung sekitar 40 ribu orang.

Kisah dua stadion itu sama, dibangun untuk gelaran PON. Jika Stadion Gelora Sriwijaya untuk gelaran PON pada 2004, maka Stadion Palaran untuk PON 2008. Namun, dua stadion itu beda nasib. Sebab, Stadion Gelora Sriwijaya meski lebih kecil, namun dipilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Sedangkan, Stadion Utama Palaran tidak. Kondisi stadion yang harusnya jadi kebanggaan Kaltim itu memang bikin urut dada.

Bangunan rusak, jalan tak rata, tanah ambles, hingga dikepung tambang, membuat stadion tersebut hanya bisa bertahan. Harapannya kini satu, adanya ibu kota negara (IKN), bisa memicu kucuran dana untuk memperbaiki bangunan yang rusak di stadion.

Saat ini saja, diungkapkan Kepala Pengelola Stadion Palaran Hasbar, anggaran yang diperuntukkan stadion itu kecil. Anggaran Rp 1,3 miliar selama setahun yang dibagi untuk dua stadion, yaitu Stadion Palaran dan Stadion Madya Sempaja, hanya cukup untuk bersih-bersih di areal 88 hektare itu.

“Kami sudah memaksimalkan, memang cukup untuk bersih-bersih saja. Itu saja, sebenarnya masih kurang. Kadang kami siasati dengan tiap Jumat gotong royong di sini,” kata Hasbar.

Saat ini, hanya ada 16 pegawai yang bergantian mengurus stadion tersebut. Anggaran yang ada, membuat mereka hanya bisa bersih-bersih. Tak memungkinkan rasanya melakukan perbaikan dengan anggaran kecil itu.

Meski begitu, bukan hanya bersih-bersih dan menatap bangunan rusak, Hasbar mengaku sekitar 2016 mengusulkan audit building. Kegiatan itu untuk mengetahui tingkat kerusakan dan dana berapa yang harus disiapkan. Sekitar Rp 160 miliar diperkirakan kala itu untuk memperbaiki stadion. Namun, anggaran terbatas dan perbaikan tak bisa dikabulkan.

Kini, area stadion itu pun juga banyak dimanfaatkan siswa di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) dalam kegiatan praktiknya. Sebab, sekolahnya masih berada di sekitar Stadion Utama Palaran.

Sesekali, gedung serbaguna juga disewa. Seperti acara wisuda dan beberapa kegiatan lainnya. Masyarakat di sekitarnya yakni dari Palaran, Loa Janan Ilir, dan Samarinda Seberang pun terkadang menghabiskan waktu berolahraga di kompleks itu. Namun, tak seramai dahulu.

Hal itu diutarakan Arista (25), warga Jalan Ampera, Palaran itu mengaku dulunya kerap berolahraga di Stadion Utama Palaran. Namun, kini dia lebih suka joging di Jembatan Mahkota 2. “Soalnya, di stadion (Palaran) itu jalan ke sananya rusak. Banyak genangan air, tanahnya ambles. Jadinya malas,” pungkasnya. (rom/k15)


BACA JUGA

Rabu, 26 Februari 2020 10:24

Kerawanan Pilkada Didominasi Wilayah Timur

JAKARTA- Indonesia Timur nampaknya masih menjadi kawasan yang membutuhkan treatment…

Selasa, 25 Februari 2020 17:13

Cuma Sehari, Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Mobil Dinas Ketua KPU Samarinda

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satuan Reserse Kriminal Polres Samarinda…

Selasa, 25 Februari 2020 15:25

Mahathir Jadi Pelaksana Tugas sampai PM Baru Terpilih

KUALA LUMPUR– Politik Malaysia meledak dalam 24 jam terakhir. Perdana…

Selasa, 25 Februari 2020 15:22

Di Kawasan Ini Diperbolehkan Bangun Pabrik Semen, Bagaimana Nasib Wisatanya...??

SAMARINDA –Draf rencana peraturan daerah zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau…

Selasa, 25 Februari 2020 15:19

Main Aman di Musda Golkar, Hindari Konflik Antarkader, Pemilik Suara “Dikondisikan”

SAMARINDA–Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kaltim tinggal menghitung hari. Rencananya, ajang…

Selasa, 25 Februari 2020 15:14

Tol Balsam Gratis sampai Lebaran

BALIKPAPAN–Tampaknya Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) bakal dilintasi secara gratis hingga libur…

Selasa, 25 Februari 2020 13:18

Tanpa Corona Batu Bara Sudah Susah

Pada awal 2020, Tiongkok yang menjadi tujuan utama ekspor Kaltim…

Selasa, 25 Februari 2020 11:47

PPU Banjir, Apakah Lokasi IKN Rawan Banjir Juga..?

JAKARTA- Salah satu kawasan yang hendak dijadikan lokasi ibu kota negara…

Selasa, 25 Februari 2020 11:41

WOW..!! Pembangunan Tol dan Mal Menjadi Incaran Swasta di Ibu Kota Baru

JAKARTA- Ibu Kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi incaran…

Senin, 24 Februari 2020 17:27

Dicalonkan Ketua Golkar Kaltim, Isran Tersenyum dan Enggan Jawab Pertanyaan Wartawan

SAMARINDA - Isran Noor kembali enggan menjawab pertanyaan wartawan. Kali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers