MANAGED BY:
SENIN
09 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 18 November 2019 11:41
Jadi Calo Vila dan PSK gara-gara Lapak Digusur
Petugas Imigrasi Bogor kembali menangkap WN ilegal asal Maroko kemarin (19/1). Empat perempuan itu diduga berprofesi sebagai PSK. (Doni/Radar Bogor/JawaPos.com)

PROKAL.CO, SOLUSI kasus perdagangan orang spesialis wisatawan Timur Tengah (Timteng) tak cukup dengan pendekatan hukum. Kebijakan pemerintah daerah dan pusat dinilai belum mendukung upaya pengentasan praktik haram tersebut.

Aktivis Bogor Selatan sekaligus Koordinator Ikatan Komunitas Puncak dan Sekitarnya Iman Sarkowi menuturkan, pemerintah selama ini membuat kebijakan yang memperparah praktik perdagangan orang di Puncak. ”Misalnya, dengan penggusuran (lapak/stan, Red) di sepanjang pinggir jalan Gadog hingga Cineberem,” ujarnya. Penggusuran itu tidak disertai relokasi. Para pedagang pun kebingungan. Mereka tidak tahu harus berjualan di mana. Akibatnya, banyak yang akhirnya beralih menjadi calo vila. ”Kalau jadi calo vila, tentu harus mencarikan perempuan. Itu tuntutannya kalau bekerja begitu,” tuturnya.

Bahkan, ada beberapa ibu pedagang yang sebenarnya mantan penjaja seksual. Mereka telah tobat dan beralih menjadi pedagang. Ironisnya, mereka kini harus merasakan pahitnya penggusuran. ”Kalau mereka kembali melakukan praktik haram bagaimana,” katanya.

Menurut dia, pemerintah harus berperan untuk membantu para PSK agar terlepas dari dunia hitam. Saat ini program yang berjalan terkesan tumpang-tindih. ”Soal penggusuran itu juga katanya pemerintah pusat, tapi disebut dari pemerintah daerah juga,” terangnya.

Sebenarnya, keberadaan pedagang di pinggir jalan itu memberikan keuntungan bagi semuanya. Wisatawan menjadi tidak takut dengan kondisi jalur Puncak yang gelap gulita. ”Ada pedagang yang justru membuat lebih aman,” paparnya. Menurut dia, persoalan di Puncak memang lintas bidang. Kemacetan hanya salah satunya. ”Pelebaran jalan apakah akan mengurai kemacetan, tidak juga,” terang dia kepada Jawa Pos (17/11).

Menurut dia, persoalan utama di Puncak adalah perekonomian. Selama ini masyarakat tidak pernah mendapat pembinaan untuk meningkatkan taraf hidupnya. ”Akhirnya masyarakat mencari jalan sendiri,” ungkapnya. Dia berharap pengentasan praktik jual beli jasa seksual itu tidak dilepas dari persoalan utamanya. Yakni, masyarakat butuh perekonomian yang lebih baik. ”Jangan sekadar pelatihan,” tuturnya.

Pemerintah diharapkan mampu membuat kebijakan yang mendukung masyarakat untuk memperbaiki ekonominya. Bila hal itu terjadi, masyarakat tentu akan mendukung upaya pengentasan praktik haram tersebut. ”Ini yang utama,” tegasnya. (idr/c10/oni)


BACA JUGA

Senin, 09 Desember 2019 16:11

Polisi Tangkap Tiga Orang Diduga Mencuri Minyak Mentah Pertamina Sanga-sanga, Begini Cara Kerjanya

SAMARINDA - Sebanyak tiga orang inisial HR, HK dan MK…

Senin, 09 Desember 2019 12:53

Jika Masih Gagal, Bentuk TGPF Kasus Novel

JAKARTA- Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu Kapolri Jenderal Idham Aziz…

Senin, 09 Desember 2019 10:54

Duit Rp 700 M untuk Proyek Air Baku Ibu Kota

Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) bakal jadi…

Senin, 09 Desember 2019 10:52
Jelajah Kampung Terpencil di Kutai Barat (2)

Simpan Potensi Sarang Lebah di Pohon Banggeris

Tugas besar diemban dua kampung terpencil di Kutai Barat (Kubar).…

Senin, 09 Desember 2019 10:50

Sisa Ganti Rugi Lahan Cemara Rindang Rp 6,7 Miliar, Ini Janji Wali Kota

BALIKPAPAN- Persoalan ganti rugi Pemkot Balikpapan kepada ahli waris atas…

Senin, 09 Desember 2019 10:49

Ada Kamera Khusus Awasi Aktivitas Kucing dari Jarak Jauh

KAMERA pengawas biasanya memantau suatu ruangan agar membawa rasa lebih…

Senin, 09 Desember 2019 10:46

ENAKNYAAA..!! PNS Bisa Kerja Empat Hari Saja

JAKARTA-Aparatur sipil negara (ASN) bisa jadi profesi paling diincar saat…

Minggu, 08 Desember 2019 22:44

Dari Pakaian yang Dikenakan, Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf

SAMARINDA - Jasad bayi diperkirakan berusia 3 tahun ditemukan di…

Minggu, 08 Desember 2019 13:44

Ya Tuhan...!! Ada Jasad Bayi Tanpa Kepala Ditemukan di Parit Jalan Pangeran Antasari

SAMARINDA - Sesosok jasad bayi diperkirakan berusia 3 tahun ditemukan…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:02

Banyak Pihak Dukung Pencopotan Dirut Garuda

JAKARTA - Tampaknya banyak pihak yang ikut geram dengan kasus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.