MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Senin, 18 November 2019 11:18
97 Satwa Dilindungi Disita KLHK

Cucak Hijau, Kakatua Jambul, Tiong Mas hingga Poksai Sumatra

Sedikitnya 97 satwa dilindungi yang diduga diperdagangkan disita penyidik Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah II Samarinda. Hewan tersebut diperoleh di Balikpapan.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Sedikitnya 97 satwa dilindungi yang diduga diperdagangkan disita penyidik Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah II Samarinda. Hewan tersebut diperoleh di Balikpapan.

Satwa tersebut ada 5 jenis burung. Yakni Cucak Daun/ Cucak Hijau, Tiong Mas, Poksai Sumatra, Nuri Maluku, dan Kakatua Jambul Kuning. “Sudah kami sita dan 2 orang resmi kami tetapkan tersangka,” terang Annur Rahim, Kepala Seksi Wilayah II Samarinda, Gakkum Kementerian LHK Kalimantan, Minggu (17/11).

Burung tersebut disita dari pedagang inisial Ep (38) dan P (41) di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km 4, sekitar Kompleks Perumahan Bumi Nirwana, Balikpapan Utara pada 22 Oktober 2019.

Dari hasil pemeriksaan keduanya, penyidik kemudian menetapkan mereka sebagai tersangka.

Keduanya dijerat Pasal 21 Ayat 2 huruf a Jo Pasal 40 Ayat 2 UU No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. “Pasal yang kami sangkakan sesuai perbuatannya,” ujar Annur.

Penetapan tersangka itu setelah penyidik mendapati alat bukti, saksi dan lainnya. Kemudian dilakukan gelar perkara bersama penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim.

Barang bukti disita dari tersangka Ep ada 44 ekor. Sementara P ada 53. Mereka diduga menyimpan, memiliki, memelihara dan memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup. Proses penyidikan masih bergulir,” sebutnya.

Terpisah, pendiri sekaligus Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid, mengakui burung Cucak Ijo masih banyak diburu warga.

Burung ini dicari karena suaranya. Ini jenis burung yang kicauannya memang indah. Jadi banyak dipakai lomba. Harganya pun memang mahal, mencapai puluhan juta. Paling rendah Rp 500 ribuan.

Burung Beo dan Cucak Hijau yang sering dipelihara masyarakat atau diperjualbelikan oleh pedagang burung, ternyata termasuk hewan yang dilindungi, dan dilarang dipelihara, dibunuh, dilukai, atau diperjualbelikan.

Informasi dihimpun, satwa yang dilindungi tadi, hingga saat ini masih banyak dipelihara masyarakat. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan warga bahwa hewan tersebut termasuk dilindungi. Ada pula yang sudah tahu namun pura-pura tidak tahu.

Sosialisasi terus dilakukan ke masyarakat termasuk pedagang burung. Karena berdasarkan Peraturan Pemerintah (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) nomor P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2018, tentang jenis tumbuhan dan satwa dilindungi.

Namun bagi pemelihara burung tersebut sejak sebelum aturan tersebut keluar, maka tidak masalah. Dengan syarat segera melaporkan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan membawa KTP pemilik, dokumentasi atau foto burung, mengisi formulir yang sudah disediakan BKSDA.

Untuk jenis beo, ada 3 jenis di Indonesia yang dilindungi, yakni tiong emas, tiong Nias, dan tiong Nusa Tenggara. Sementara Poksay Sumatera memiliki suara keras dan sangat merdu. Bentuk indah membuat binatang ini jadi incaran para pencinta burung. Termasuk untuk dilombakan. (aim/ms/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 14 Desember 2019 12:42

Anak Balikpapan Bikin Aplikasi Layanan Bantuan Hukum Advokado

Pernah berpikir mudahnya mencari pengacara layaknya cari ojek online? Sekarang…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:39

Kapolresta Garuk Preman Pandansari

BALIKPAPAN-Pungutan liar (pungli) di kawasan Pasar Pandansari, Balikpapan Barat membuat…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:39

Penculikan di Manggar, Polisi Dalami Bukti

BALIKPAPAN – Dugaan percobaan penculikan anak terjadi di Jalan PJHI…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:38

Musim Haji, Tidak Ada Lagi Jatah Staf

BALIKPAPAN - Berdasarkan survei yang dilakukan Balitbang Diklat Kemenag pada…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:34

Drainase Habis “Dimakan” Ruko

Seharusnya fasilitas umum bisa bermanfaat untuk masyarakat. Jangan sampai drainase…

Jumat, 13 Desember 2019 13:21

Banjir Diskon di Late Night Shop, Hanya Dua Hari di e-Walk dan Pentacity, Ada Game Menarik

BALIKPAPAN – Manajemen e-Walk dan Pentacity Balikpapan kembali memanjakan masyarakat…

Jumat, 13 Desember 2019 13:00

Jago Merah Ngamuk, Penginapan Ludes

BALIKPAPAN- Kobaran api Kamis (12/12) dini hari membuat panik warga…

Jumat, 13 Desember 2019 13:00

Jalur Pipa Transmisi PDAM Diubah, 2 IPAM Stop Produksi

Dua instalasi pengolahan air minum, yakni di KM 8 Batu…

Jumat, 13 Desember 2019 12:03

Truk vs Motor, 1 Satu Tewas

KECELAKAAN melibatkan truk dan sepeda motor terjadi kemarin (12/12). Satu…

Jumat, 13 Desember 2019 12:02

Satgas Pangan Awasi Distributor

Pastikan Stok Sembako dan Daging Aman Jelang Natal – sub…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.