MANAGED BY:
JUMAT
06 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 18 November 2019 09:58
Kasus Minyak Ilegal, Cium Aroma Kongkalikong dengan Aparat
Polisi masih kesulitan dalam mengusut kasus penyulingan minyak ilegal di Samarinda. Peran “orang besar” di balik bisnis haram itu diduga jadi salah satu pemicu.

PROKAL.CO, Polisi masih kesulitan dalam mengusut kasus penyulingan minyak ilegal di Samarinda. Peran “orang besar” di balik bisnis haram itu diduga jadi salah satu pemicu.

 

SAMARINDA-Sudah sepekan sejak awal kasus penyulingan minyak mentah ilegal di Samarinda terkuak. Bermula dari terkuaknya empat lokasi di Kelurahan Sambutan pada Jumat (8/11) lalu. Penemuan lainnya terus berlanjut hingga dua penemuan lainnya di kawasan Palaran juga turut ditemukan. Satu di Kelurahan Simpang Pasir, Senin (11/11) dan Kelurahan Bantuas, Selasa (12/11).

Pihak Polresta Samarinda juga terus menggenjot perwiranya agar bisa mengungkap para mafia minyak. Walau enam lokasi berhasil dibongkar, kepolisian hingga kini baru menetapkan satu tersangka. Ardiansyah selaku koordinator penyulingan minyak di Jalan Telkom telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa belum bisa memastikan siapa dalang di balik kasus illegal tapping tersebut. Dari enam lokasi yang terbongkar, lima lokasi lainnya telah ditinggalkan para pelaku. Petugas hanya mendapati alat-alat penyulingan serta penampungan minyak yang berbaris rapi.

Ardiansyah yang digadang-gadang dapat membongkar jalur kasus illegal tapping memilih bungkam. “Dia (Ardiansyah) belum buka mulut,” singkat Damus. Ia menilai minimnya saksi dan para pelaku lainnya yang lolos, menjadi penghalang dalam pengungkapan kasus tersebut. “Andai saja, satu orang tertangkap lagi pasti akan lebih mudah diusut,” keluhnya.

Kendati ada salah satu warga yang tak jauh dari lokasi di Simpang Pasir menyebutkan adanya indikasi perusahaan legal yang terlibat, Damus tak berani memastikan. Bukti yang belum cukup kuat, membuat pihaknya enggan terburu-buru. “Pemanggilan belum bisa dilakukan, nanti jika ada bukti pasti akan dipanggil,” tambahnya.

Sebelumnya, warga yang pernah disambangi Kaltim Post pada Selasa (12/11) itu menyebut melihat perusahaan pendistribusian solar kerap datang setiap tiga hari. Warga yang sempat mengeluh kendaraannya dirusak oleh orang yang tak diketahui, juga belum dimintai keterangan.

Kemarin (16/11), sempat menghubungi Frans Hukom selaku Legal and Relation Assistant Manager Pertamina EP Field Sangasanga. Ia menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan asal minyak mentah yang berada di enam lokasi tersebut. “Masih dicek dahulu asal minyak mentah di enam lokasi itu. Apakah benar dari Sangasanga (Kutai Kartanegara) atau lain," jelasnya.

Penyisiran pipa milik Pertamina EP Asset V Field Sangasanga juga sedang dilakukan untuk mengetahui adanya titik illegal tapping lainnya. Tidak sampai di situ, pihaknya bersama TNI-Polri masih giat melakukan penelusuran titik-titik yang dicurigai adanya penyulingan ilegal.

Saat ditanya persoalan menggandeng Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim lantaran terdapat lokasi penyulingan yang berada di konsesi pertambangan? Frans menuturkan kini pihaknya lebih memastikan agar illegal tapping tidak terjadi lagi di kawasan produksinya. “Kami lebih fokus ke penyisiran dahulu,” tuturnya.

Jika nanti dirasa perlu, lanjut Frans, pihak tentu akan menggandeng dinas terkait agar pengungkapan kasus bisa lebih efektif. “Sementara kami berharap agar aparat bisa mengungkap jaringan itu. Jika nanti dirasa perlu untuk menggandeng dinas lain, tentu kami akan bekerja sama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kaltim Wahyu Widhi Heranata mengatakan, pihaknya akan membuka pintu untuk bekerja sama menuntaskan kasus penyulingan minyak ilegal tersebut. “Itu terserah yang punya kewenangan. Kalau kami dilibatkan, ya monggo,” ucapnya. Wahyu juga menuturkan akan selalu mendukung.

Persoalan adanya lokasi penyulingan di lahan konsesi pertambangan, tim investigasi Dinas ESDM Kaltim akan diturunkan untuk mengetahui secara pasti pemilik konsesi. “Saya sudah memerintahkan jajaran saya. Kami coba minggu ini,” tambahnya. Jika nanti terbukti adanya keterlibatan pemilik izin usaha pertambangan (IUP), pihaknya secara tegas akan memberikan sanksi. “Pasti kami kasih sanksi sesuai aturan,” jelasnya.

Adapun, melihat kasus illegal tapping yang terbongkar sepakan ini, Herdiansyah Hamzah, dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda angkat bicara. Pria berkacamata tersebut menuturkan illegal tapping merupakan hal serupa seperti kasus illegal mining. Namun objeknya saja yang berbeda.

Pengawasan yang lemah menjadi celah bagi para mafia minyak ilegal. “Dinas ESDM Kaltim mesti ikut bertanggung jawab. Kasus sebelumnya harusnya bisa jadi bahan pengawasan lebih baik,” tuturnya.

Masalah penegakan hukum yang lemah juga dinilai menjadi kasus serupa bisa menjamur. Vonis hukum yang minim membuat para pelaku tidak mendapatkan efek jera. “Permasalahannya dari hulu ke ke hilir. Jika penegakan hukumnya lemah ya enggak ada efek jera,” terang pengamat hukum tersebut.

Dosen yang dikenal ramah itu merasa aneh ketika setiap penggerebekan dilakukan, petugas kerap tak menemukan pelaku. Intelijen kepolisian dinilainya belum maksimal. “Setiap ke lapangan selalu bocor. Kan aneh, polisi punya intelijen seharusnya bisa meminimalisasi kebocoran informasi,” ucapnya dengan nada heran.

Herdiansyah melanjutkan, dia curiga adanya permainan dari pihak aparat dan pemerintah. “Saya malah sepakat dengan obrolan kopi masyarakat. Jangan-jangan ada yang jadi backing. Kegiatan seperti itu cuma dua, kalau bukan mereka yang punya kuasa dan kewenangan, ya para aparat penegak hukum,” ungkapnya. (*/dad/dra/rom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 06 Desember 2019 00:31

Tol Balikpapan-Samarinda Mau Digratiskan, Gubernur Bilang Belum Bisa Dipastikan

Jalan Tol Balsam Gratis Liburan Natal dan Tahun Baru Masih…

Jumat, 06 Desember 2019 00:21

Suaka Orang Utan Jompo 10 Km dari Calon Istana Negara

 Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari di Penajam Paser Utara, Kalimantan…

Kamis, 05 Desember 2019 23:13

Hakim Itu Dituntut 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

SAMARINDA–Air muka Kayat datar, kala mendengar jaksa penuntut umum (JPU)…

Kamis, 05 Desember 2019 11:32

Satu Tersangka Kembali Ditangkap

TENGGARONG-Dukungan kepada Pertamina, Polri dan TNI dalam mengungkap dalang di…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31

Bawa Misi Dagang, Gubernur Jatim Berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post

Dalam lawatan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ke…

Kamis, 05 Desember 2019 11:31
Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Difungsikan Penuh Maret 2020

Beroperasi Sebagian, Tol Balikpapan-Samarinda Bakal Digratiskan

Teka-teki pengoperasian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) akhirnya terjawab. Jalan bebas…

Kamis, 05 Desember 2019 00:29

Dirut Pupuk Kaltim Diperiksa Terkait Perjanjian Pengangkutan Amoniak

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT. Pupuk…

Rabu, 04 Desember 2019 12:00

KPK Periksa Dirut PT Pupuk Kaltim

JAKARTA- Kasus dugaan suap Bidang Pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:55

Stefano ’’Teco’’ Cugurra, Telepon Pembuka Jalan, dan Sejarah di Liga Indonesia

Kedekatan dengan pemain dan kepiawaian meramu taktik dengan ketahanan fisik…

Rabu, 04 Desember 2019 11:37

Illegal Tapping Terkuak, Hasil Produksi Meningkat

TENGGARONG–Pihak PT Pertamina Field Sangasanga mulai membeberkan hasil investigasi internal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.