MANAGED BY:
SENIN
09 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Senin, 18 November 2019 09:30
Kisah Sersan Mayor yang Menjadi Perajin, Tak Ada Latihan, Cuma Lihat-Lihat
PERAJIN: Asiman Basuni menunjukkan kelebihannya mengolah kerang sebagai mata pencaharian. GUSTI AMBRI/KP

PROKAL.CO, Usia bukan tolok ukur semangat juang. Seperti Asiman, yang pantang menyerah dalam hal berdagang. Ia aktif menjajakan karyanya dari kerang.

 

KERUTAN yang tampak di tubuhnya, sudah dapat menjelaskan usianya. Namun, binar di balik kaca matanya tak dapat disembunyikan. Juga senyum cerianya, meski deretan gigi itu sudah habis termakan usia.

Tapi pendengarannya masih sangat baik. Tak ada kesulitan dalam berkomunikasi. Tutur katanya pun masih dapat dimengerti. Meski ketika berdiri dan berjalan, tubuhnya tak dapat membohongi.

Dia adalah Asiman Basuni, seorang pengrajin tua yang menetap di wilayah timur Kota Minyak. Meski perawakannya jauh dari kata muda, ia tak lantas berdiam diri.

Sepuluh anaknya telah merantau dengan keluarga baru. Bersama Sa’anah istrinya, dan salah satu anaknya ia tinggal di rumah sederhana. Tangannya begitu telaten, menempelkan kerang-kerang dan cangkang keong tersebut.

Menghubungkan satu per satu hingga berwujud menyerupai hewan. Kemudian memberi warna serta corak di sana. Buaya, penguin, dan burung adalah karakter pilihannya. Juga sebuah tabungan dengan bahan tambahan batok kelapa.

“Ndak ada latihan, cuma lihat-lihat orang di kampung saya dulu. Terus langsung bisa,” tutur kakek asal Pandeglang, Banten ini ketika ditanya tentang keahliannya.

Sejak 20 tahun lalu dirinya menggeluti bidang tersebut. Berjualan di area penangkaran buaya dan beberapa sekolah dasar. Hasil yang diperolehnya memang tidak banyak. Karena harga dagangan kisaran Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu saja.

Akan tetapi, rasa cinta akan pekerjaannya membuat ia terus bertahan. Saat ini, Asiman tidak lagi berjualan di sekitar penangkaran. Karena tingkat pengunjung yang perlahan-lahan mulai berkurang, sedangkan harga sewa kian naik.

Ketika mengenang hal itu matanya berkaca, mengingat kesulitan yang harus dilewati. Akhirnya, ia memutuskan berjualan di pinggir jalan dekat gang rumahnya. Bermodalkan meja kayu kecil tempat memajang hasil karyanya.

Mungkin naluri pantang menyerah yang ia miliki, tak luput dari masa lalu. Nyatanya, pria 92 tahun ini merupakan pensiunan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dengan pangkat sersan mayor.

Ia bahkan sempat berkisah, bagaimana kekejaman para penjajah Belanda dan Jepang sebelum kemerdekaan dulu. Petualangan bersama rekan-rekan saat melakukan siasat perang. Hingga, sejarah tentang pemberian nama kota Balikpapan.

Sungguh mengagumkan, dirinya mengingat setiap detail kejadian lampau itu. Menceritakan setiap perjuangan yang ia lalui. Serta kobaran semangat saat ia masih mengabdi pada negara.

Sampai detik ini, jiwa juang itu masih terasa. Hanya saja, tidak lagi di medan perang. Namun, di dagangan yang ia bawa berkeliling dengan sepeda. Sekarang, harapan Asiman sangat sederhana.

“Ndak banyak-banyak, Mbak. Hari ini masih bisa bangun dan makan, itu cukup untuk saya,” jujurnya. Menurutnya, harta yang melimpah tidaklah penting. Namun bisa memberi makan keluarga dengan jerih payah sendiri adalah hal yang ia syukuri. (*/okt/kri)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                

loading...

BACA JUGA

Senin, 09 Desember 2019 10:37

Juara Video Berbagi Pengalaman, Menyampaikan Sesuatu Tak Harus Melalui Lisan

Zaman kian berkembang. Generasi muda berlomba mengukir prestasi di berbagai…

Senin, 09 Desember 2019 10:36

Pakai Plat Palsu, Modus Curanmor

BALIKPAPAN - Pengembangan dilakukan Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur terhadap…

Senin, 09 Desember 2019 10:35

Penuhi JKN-KIS, Solusi Dorong PDM

Sejumlah persoalan pelayanan kesehatan dibahas dalam Clinic Management Talk. Kegiatan…

Senin, 09 Desember 2019 10:35

Verifikasi Daftar PBI Dinilai Penting

DORONGAN masyarakat yang meminta iuran untuk BPJS Kesehatan Kelas 3…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:07

Kantong Organik, Solusi Larangan Plastik di Pasar

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan menunjukkan komitmen dalam pengurangan penggunaan kantong…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:06

Dua Tahun, Lebih 10 ASN Terlibat Narkoba

BALIKPAPAN – Oknum ASN di Kaltim, termasuk Balikpapan belum sepenuhnya…

Rabu, 04 Desember 2019 11:19

Tak Bisa Miliaran Lagi..!! Dana Hibah Maksimal Rp 200 Juta

BALIKPAPAN–Besaran dana hibah dalam bentuk uang tunai kini dibatasi. Pemprov…

Rabu, 04 Desember 2019 11:18

IPAL Komunal Sudah Disosialisasikan

BALIKPAPAN--Terkait protes warga mengenai pembangunan instalasi pembuangan air limbah (IPAL)…

Rabu, 04 Desember 2019 11:17

Progres Capai 95 Persen, Depan Blue Sky Hotel Sudah Bisa Dilintasi

BALIKPAPAN-- Pengerjaan perbaikan drainase dan jalan di Jalan Letjen Suprapto,…

Rabu, 04 Desember 2019 11:13

Dua Kurir Sabu 2 Kg Didor

BALIKPAPAN- Sepekan ditelusuri anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltim,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.