MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Sabtu, 16 November 2019 11:55
Susah Solar Akibat Kuota Dikurangi
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA– Kosongnya stok solar bersubsidi di SPBU-SPBU telah menghambat aktivitas masyarakat dan pelaku bisnis. Kelangkaan solar tersebut ditengarai sebagai buntut lebih rendahnya kuota solar bersubsidi tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu. Ditambah dugaan tidak optimalnya kontrol konsumsi dan distribusi.

’’Hampir bisa diprediksi (kelangkaan solar, Red). Memang kuota tahun ini lebih rendah daripada tahun lalu. Padahal, seharusnya kuota tahun ini ditambah karena asumsi pertumbuhan ekonomi masih di atas 5 persen,’’ ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman kepada Jawa Pos (15/11).

Mengenai alasan lebih rendahnya kuota tahun ini daripada tahun lalu, Kyatmaja yang sebelumnya berdiskusi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan bahwa anggaran 2019 tidak mencukupi. Karena itu, kuota solar bersubsidi diturunkan dari 15,6 juta kiloliter tahun lalu menjadi 14,5 juta kiloliter tahun ini.

’’Angka tersebut sedari awal sudah disinyalir kurang. Kami mengkhawatirkan November dan Desember tersendat. Ternyata, benar-benar terjadi di lapangan,’’ ungkapnya.

Di samping masalah kuota tersebut, Kyat menyoroti kontrol distribusi dan konsumsi solar bersubsidi di lapangan. Pada kesempatan sebelumnya, Pertamina sempat menyinggung solar bersubsidi yang tidak tepat sasaran. Dia berpendapat, memang ada berbagai kejanggalan di sejumlah titik kelangkaan solar.

’’Pertamina pernah membeberkan bahwa ada dua daerah yang konsumsi solar subsidinya lebih tinggi daripada Pulau Jawa. Yaitu, Riau dan Kaltim. Ini kan aneh,’’ katanya.

Sebab, jumlah penduduk Jawa jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Riau dan Kaltim. Selain itu, dua daerah tersebut didominasi sektor CPO (crude palm oil) dan pertambangan yang armada truknya tidak boleh menggunakan solar bersubsidi.

Secara regulasi, memang ada kendaraan-kendaraan yang dibatasi untuk menggunakan solar bersubsidi. Antara lain, kendaraan pengangkut hasil perkebunan (perkebunan besar), kehutanan, dan pertambangan dengan roda lebih dari enam, baik dalam kondisi bermuatan maupun kosong. Selanjutnya, larangan penggunaan solar bersubsidi juga diberlakukan pada mobil tangki BBM, CPO, dump truck, truk trailer, serta truk molen (pengangkut semen).

Kyat berpendapat, BPH Migas dan Pertamina perlu lebih cermat mengawasi distribusi. ’’Sebab, dari anomali overkuota tersebut, patut diduga terjadi penyelewengan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Baik sebelum SPBU maupun sesudah SPBU,’’ bebernya.

Aptrindo sudah mendapat laporan dari anggota di tiga daerah yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan solar. Tiga daerah yang dimaksud adalah Banten, Surabaya, dan Jambi. Menurut Kyat, tak ada pilihan selain menunggu distribusi kembali normal. Pihaknya kini menginventarisasi daerah mana saja yang kesulitan solar untuk kemudian dilaporkan ke pemerintah pusat.

Kyat menyatakan, dalam kondisi saat ini, mau tak mau, pemerintah harus menambah kuota solar bersubsidi. Urgensinya adalah menjaga kelancaran dan pemerataan distribusi meski harus melewati kuota yang ditetapkan tahun ini. ’’Berharap Pertamina melakukan subsidi silang karena sebelumnya kan harga minyak rendah. Setidaknya supaya dua bulan ini tidak terjadi kelangkaan. Kita sudah salah asumsi dari awal,’’ tegasnya.

Menurut dia, permintaan solar subsidi selepas Lebaran sampai Oktober lalu memang masih landai. Namun, pada November dan Desember, demand akan naik. Sebab, para pelaku usaha bakal menggenjot target sampai akhir tahun. Aktivitas pun meningkat. ’’Jika pertumbuhan ekonomi 5 persen, pelaku usaha bisnisnya minimal harus tumbuh sama. Karena itulah, November dan Desember pasti akan push target,’’ terangnya.

Sementara itu, Pertamina tak memberikan jawaban saat dimintai konfirmasi oleh Jawa Pos. VP Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usman hanya memberikan keterangan resmi yang berisi pernyataan bahwa Pertamina akan memastikan ketersediaan solar bersubsidi di SPBU untuk mencukupi kebutuhan konsumen.

’’Untuk menjaga keandalan distribusi ke masyarakat, Pertamina menambah sekitar 20 persen suplai solar untuk memastikan pemerataan penyaluran dan percepatan distribusi,’’ ujar Fajriyah kemarin. (mia/agf/wan/c5/oni)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 14 Desember 2019 12:42
Membantu Ekonomi Eks Napiter dengan Localov

Kombatan Filipina Selatan Jual Donat Rambo

Local dan love disatukan menjadi Localov. Aplikasi lapak online atau…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:33

Wiranto Masuk Pemerintahan Lagi

JAKARTA- Sempat kosong hampir dua bulan, susunan Dewan Pertimbangan Presiden…

Jumat, 13 Desember 2019 13:18

Nama Randy-Yusuf Diabadikan di KPK

JAKARTA – Perjuangan Immawan Randy dan Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas…

Jumat, 13 Desember 2019 13:16

Sudah 12 Pegawai KPK Memilih Mundur

JAKARTA- Proses alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara…

Jumat, 13 Desember 2019 13:10

Plt dan Plh Direksi Garuda Benahi Internal Jelang RUPSLB

JAKARTA– Buntut kasus penyelundupan 15 boks onderdil Harley Davidson edisi…

Jumat, 13 Desember 2019 13:07
Aplikasi Gowes Ajak Bertransportasi Minim Polusi

Bermula dari Bali, Tebar Pesona sampai Miami

Memahami tren warga yang semakin peduli lingkungan plus kebiasaan lebih…

Kamis, 12 Desember 2019 13:39

Buka Suara, Kritisi Negeri Sendiri dan WADA

Para atlet Rusia menjadi pihak yang paling dilematis menghadapi sanksi…

Kamis, 12 Desember 2019 12:10

Kasus Novel, Istana Masih Enggan Bentuk TGPF

JAKARTA- Terkatung-katungnya proses pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik…

Rabu, 11 Desember 2019 11:55

Anak Jokowi Kian Dekat Nyalon Wali Kota Solo

JAKARTA– Pencalonan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilwali Solo tampaknya bakal…

Rabu, 11 Desember 2019 11:53

Keterbatasan Anggaran, Butuh 30 Tahun untuk Standardisasi Guru

JAKARTA- Upaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk standardisasi kemampuan guru terbentur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.