MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Sabtu, 16 November 2019 10:11
Duit Rp 477 M Dipamerkan oleh Kejagung
Bertumpuk-tumpuk uang hasil sitaan korupsi.

PROKAL.CO, JAKARTA-- Tumpukan uang yang besarnya lebih dari kasur diletakkan di aula Kejaksaan Agung (Kejagung) Jumat siang (15/11). Uang tersebut merupakan barang bukti yang dikembalikan terpidana korupsi Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim. Jumlahnya mencapai Rp 477.359.539.000 yang merupakan kerugian negara dari kasus korupsi PLN.

Menurut Putusan Mahkamah Agung Nomor 3318K/Pid/Sus/2019 tanggal 17 Oktober 2019, Kokos dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam perjanjian kerjasama PT PLN Batubara dan PT Tansri Madjid Energi (TME). PT TME sendiri merupakan perusahaan yang dulu dipimpin Kokos sebagai direktur utama. MA memerintahkan agar uang tersebut disetorkan ke kas negara.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan, terdapat banyak transaksi ganjil dari PT PLN kepada PT TME. Perusahaan Kokos itu bekerjasama terkait izin pengadaan batubara untuk memenuhi kebutuhan pasokan PLN. Kokos dan Dirut PT PLN Batubara Khairil Wahyuni periode 2011-2012 mengatur nota kesepahaman atau MoU operasi pengusahaan batubara agar diberikan pada PT TME.

Di tengah jalan, PT TME justru tidak melakukan kajian teknis seperti yang disepakati. Batubara yang diperjualbelikan merupakan pasokan cadangan dan tidak sesuai spesifikasi. "Banyak hal yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan dan seharusnya kepada PT TME tidak dilakukan pembayaran. Tapi, oleh PT PLN Batubara, dilakukan pembayaran sejumlah Rp 477 miliar," jelas Burhanuddin.

Kokos sendiri ditangkap oleh tim tangkap buron (tabur) dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada Senin (11/11) dan langsung dijebloskan ke penjara. Selain itu, setelah mendekam beberapa hari, Kokos lantas mengembalikan uang sejumlah kerugian negara tersebut tunai.

Dia dijatuhi hukuman pidana empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. "Dijatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti. Uang tersebut telah disetor ke kas negara oleh jaksa eksekutor melalui sistem informasi PNBP online. Itu yang kami lakukan hari ini," lanjutnya.

Sebelumnya, Kokos divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Jakarta pada 12 Juni 2019. Padahal, mantan Dirut PT PLN Batubara Khairil Wahyuni tetap mendapat hukum penjara meskipun lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni dua tahun. Jaksa penuntutn umum (JPU) Kejari Jakarta Selatan dan Kejati DKI Jakarta lantas mengajukan kasasi ke MA. Kasasi tersebut akhirnya dikabulkan MA Oktober lalu. 

Kasus korupsi ini ditengarai bermula ketika PLN mencari batubara untuk pembangkit daya pada 2011. Kokos yang bergerak di usaha batubara menawarkan pasokan dari Muaraenim, Sumatera Selatan. Selama proses persidangan, dia kemudian diketahui mengatur agar proyek bisa jatuh ke perusahaannya.

Kerjasama kedua pihak ini berlangsung sejak 2012. Untuk eksplorasi pertama, PLN Batubara mentransfer dana ke PT TME sebesar Rp 30 miliar. Kemudian, Rp 447 miliar selanjutnya menyusul setelah analisis laporan konsultan keluar. Namun, diketahui kemudian bahwa analisis tersebut dimanipulasi.

Setelah keluar putusan MA, tim dari Kejaksaan mencoba mengamankan Kokos di rumahnya di Ciracas, Jakarta Timur. Namun, kemudian dia berhasil diamankan ketika sedang periksa kesehatan ke RS Bina Waluya, Jakarta Timur. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejagung Mukri menjelaskan bahwa saat itu Kokos mencoba melarikan diri.

Kokos sendiri sebelumnya pernah ditahan selama 20 hari untuk penyidikan pada Maret 2018, bersama dengan Khairil Wahyuni. Kokos kemudian ditangguhkan penahananya karena Kejati DKI Jakarta melakukan pelacakan aset tersangka lebih dulu. Hingga kemudian pada Januari 2019, Kokos akhirnya menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor. (deb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 14 Desember 2019 12:42
Membantu Ekonomi Eks Napiter dengan Localov

Kombatan Filipina Selatan Jual Donat Rambo

Local dan love disatukan menjadi Localov. Aplikasi lapak online atau…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:33

Wiranto Masuk Pemerintahan Lagi

JAKARTA- Sempat kosong hampir dua bulan, susunan Dewan Pertimbangan Presiden…

Jumat, 13 Desember 2019 13:18

Nama Randy-Yusuf Diabadikan di KPK

JAKARTA – Perjuangan Immawan Randy dan Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas…

Jumat, 13 Desember 2019 13:16

Sudah 12 Pegawai KPK Memilih Mundur

JAKARTA- Proses alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara…

Jumat, 13 Desember 2019 13:10

Plt dan Plh Direksi Garuda Benahi Internal Jelang RUPSLB

JAKARTA– Buntut kasus penyelundupan 15 boks onderdil Harley Davidson edisi…

Jumat, 13 Desember 2019 13:07
Aplikasi Gowes Ajak Bertransportasi Minim Polusi

Bermula dari Bali, Tebar Pesona sampai Miami

Memahami tren warga yang semakin peduli lingkungan plus kebiasaan lebih…

Kamis, 12 Desember 2019 13:39

Buka Suara, Kritisi Negeri Sendiri dan WADA

Para atlet Rusia menjadi pihak yang paling dilematis menghadapi sanksi…

Kamis, 12 Desember 2019 12:10

Kasus Novel, Istana Masih Enggan Bentuk TGPF

JAKARTA- Terkatung-katungnya proses pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik…

Rabu, 11 Desember 2019 11:55

Anak Jokowi Kian Dekat Nyalon Wali Kota Solo

JAKARTA– Pencalonan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilwali Solo tampaknya bakal…

Rabu, 11 Desember 2019 11:53

Keterbatasan Anggaran, Butuh 30 Tahun untuk Standardisasi Guru

JAKARTA- Upaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk standardisasi kemampuan guru terbentur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.