MANAGED BY:
SENIN
10 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 15 November 2019 13:15
Kepercayaan Publik ke KPK Menurun, Presiden Harus Turun Tangan
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA - Tantangan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berdatangan pasca berlakunya undang-undang (UU) baru hasil revisi. Selain kegiatan penindakan yang terseok, KPK juga dirundung persoalan menurunnya tingkat kepercayaan publik hasil kajian Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Yakni dari 89 persen (pra pilpres) menjadi 85,7 persen (pasca pilpres). 

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan hasil survei itu menjadi preseden buruk bagi presiden. Sebab, KPK yang menjadi lembaga negara paling dipercaya publik kini mengalami degradasi kepercayaan. "Revisi (UU KPK) ini kan dianggap masyarakat sebagai bentuk pelemahan, sehingga publik susah untuk percaya kerja KPK nanti akan lebih baik," ujarnya, kemarin (14/11).

Hasil survei LSI Denny JA menyatakan mereka yang percaya bahwa KPK bekerja untuk kepentingan rakyat sebesar 89 persen pra pilpres. Namun pasca pilpres mereka yang percaya cenderung menurun meski masih cukup tinggi yaitu sebesar 85,7 %. Sementara mereka yang kurang percaya terhadap KPK cenderung naik dari 6,5 % pra pilpres menjadi 8,2 % pasca pilpres.

Boyamin mengatakan presiden harus menjawab degradasi kepercayaan itu dengan sikap tegas mendukung KPK. Salah satunya dengan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) KPK. Sebab, kalau tidak segera mengeluarkan perppu, kepercayaan itu akan terus menurun. "Bayangkan kalau publik tidak lagi percaya dengan KPK, presiden juga akan kehilangan kepercayaan," ujarnya. 

Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap menyambut baik hasil survei LSI itu. Menurutnya, survei itu menunjukkan bahwa publik masih tetap percaya dengan KPK di tengah gempuran isu revisi UU dan tudingan-tudingan tanpa bukti yang menjauhkan KPK dari masyarakat. "Kami berterimakasih kepada masyarakat yang masih percaya KPK," kata Yudi.

Yudi menilai survei yang menunjukkan adanya degradasi kepercayaan memperkuat pendapat bahwa publik percaya pelemahan KPK itu nyata. Menurutnya, poin-poin pelemahan benar-benar menjadi momok menakutkan bagi masyarakat yang ingin Indonesia bebas dari korupsi. "Mereka (publik) juga tak ingin koruptor dengan bebasnya mengorupsi uang rakyat," ungkapnya. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Minggu, 09 Agustus 2020 12:23

Pesawat Air India Express Jatuh, Begini Kesaksian Penumpangnya....

Pesawat Air India Express Boeing 737 jatuh di India Selatan,…

Minggu, 09 Agustus 2020 10:42

Mahulu Jebol Juga, Kasus Covid-19 Pertama Warga Jateng

Samarinda - Sejak kasus pertama Covid-19 dilaporkan Maret lalu di Kaltim,…

Jumat, 07 Agustus 2020 13:48

Stimulus Bansos Karyawan Harus Jelas

Pemerintah tengah mematangkan program stimulus untuk karyawan dengan gaji di…

Jumat, 07 Agustus 2020 12:10

Karyawan Gaji Di Bawah Rp 5 Juta Dapat Bansos Rp 600 Ribu

JAKARTA – Konsumsi masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak…

Jumat, 07 Agustus 2020 12:07

Ada 7 Kandidat Vaksin Uji Coba Tahap 3

 JAKARTA- Penelitian vaksin di tanah air terus dilakukan. Kamis (6/8)…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:55

1 Persen Kemungkinan Tinggal di Lebanon Itu Hilang Sudah

BEIRUT– Selasa lalu (4/8) seharusnya jadi hari gembira bagi Israa…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:49

Tarif Tol Balsam Final, Tiap Dua Tahun Disesuaikan, Pansus DPRD Terancam Kandas

Ketika suara pembentukan panitia khusus (pansus) Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam)…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:47

Sabu 200 Kilogram Gagal Edar, Ditangkap di Banjarmasin, Dua Tersangka dari Balikpapan

BANJARMASIN-Bandar narkoba dibuat bangkrut. Rencana distribusi sabu-sabu seberat 200 kilogram…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:45

Punya Pabrik Amonium Nitrat, Wali Kota Pastikan Bontang Aman

BONTANG-Penduduk Beirut, Lebanon, tengah berduka akibat meledaknya gudang amonium nitrat,…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:43

Warga Wajib Ikut Upacara 17 Agustus

JAKARTA – Perayaan HUT ke-75 kemerdekaan RI memang urung dilaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers