MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 15 November 2019 09:44
Teroris Medan Terpapar Istri yang Intens Temui Napiter
Polisi melakukan olah TKP peledakan bom di Polrestabes Medan.

PROKAL.CO, JAKARTA— Densus 88 Anti Teror menemukan fakta baru terkait RMN, pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. RMN diduga terpapar paham radikal dari istrinya yang berinisial DA. Diketahui bahwa DA secara intens mengunjungi napiter di Lapas Wanita Kelas II Medan. Terkuak pula rencana untuk melakukan aksi teror di Bali.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, istri pelaku bom bunuh diri telah diamankan Rabu malam (13/11). Dalam pemeriksaan diketahui bahwa DA ini lebih dulu terpapar paham radikal dibanding suaminya RMN. ”Diduga DA ini yang membuat suaminya memiliki paham radikal,” ungkapnya.

Petugas juga melakukan penggeledahan di rumah DA. Namun, belum ditemukan adanya bahan peledak. Hanya ditemukan senjata tajam dan sejumlah buku catatan. ”Dari penyelidikan Densus 88 Anti Teror diketahui DA sangat aktif di media sosial,” paparnya.

Dari komunikasi di media sosial itu, petugas mencium adanya rencana aksi teror di Bali. Untuk rencana aksi ini masih dilakukan pendalaman, siapa yang akan menjadi eksekutor dan dimana targetnya. ”Masih didalami.” Terangnya.

Peran DA tidak hanya itu. Densus 88 Anti Teror juga mendeteksi adanya aktivitas yang intens dari DA untuk berkunjuk ke Lapas Wanita Kelas II Medan. Dari hasil pemeriksaan diketahui DA sering mengunjungi napiter berinisial I.

Dia menjelaskan, Densus 88 Anti Teror masih mencari bukti terkait jaringan dari pelaku bom bunuh diri. Apakah memang pelaku ini lone wolf atau terhubung dengan kelompok teroris. ”Hubungan pastinya masih dikaji,” terangnya.

Hingga saat ini jenis dan perakit bom yang meledak di Mapolrestabes Medan belum diketahui. Dedi mengakui bawha daya ledaknya lumayan besar, namun belum bisa dipastikan laboratorium apakah ini high explosive atau olw explosive. ”Tunggu dari labfor kalau ini,” jelasnya.

Berkaitan dengan upaya deradikalisasi yang berjalan selama ini, pemerintah belum melihat perlu ada perubahan pola. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menyebut, deradikalisasi berjalan seperti biasa. ”Bukan dievaluasi deradikalisasinya, ditingkatkan (kualitasnya),” ungkap Mahfud.

Mahfud menyebutkan bahwa deradikalisasi bukan perkara sederhana. Butuh proses dan tidak bisa dilakukan begitu saja. ”Kalau tindakan melanggar hukum ya dibawa ke hukum, kalau tindakan ideologis dibawa ke wacana, kalau  tindakan ujaran kebencian dibawa ke KUHP kan gitu,” terang mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Saat ini, lanjut Mahfud, aksi terorisme sudah berkurang. Secara kuantitaf, dia menyebutkan bahwa kondisi itu merupakan kabar baik. ”Artinya jumlah teror 2017 dan 2018 itu lebih tinggi dari 2019,” ungkap dia. Selain itu, menurut Mahfud, kinerja aparat kepolisian dalam mengungkap kasus terorisme berjalan baik.

Melalui langkah-langkah antisipasi yang dilakukan, banyak terduga teroris ditangkap sebelum mereka beraksi. Karena itu, dia membantah kejadian di Medan merupakan kebobolan. ”Kalau tidak diantisipasi pasti lebih banyak,” kata dia. ”Yang tertangkap-tangkap itu kan punya rencana semua,” tambah dia.

Pria yang juga pernah dipercaya sebagai menteri pertahanan itu menyampaikan bahwa antisipasi aksi terorisme tidak pernah berhenti dilakukan. Namun demikian, satu atau dua aksi yang terjadi tidak lantas bisa disebut sebagai kebobolan. ”Antisipasi ada, ketika ada peristiwa. Itu jadi pembuka untuk ambil (terduga teroris) yang lain,” imbuhnya.

Sampai kemarin siang, Mahfud menyebut, sudah ada delapan orang ditangkap terkait dengan insiden di Medan. Namun demikian, dia tidak bisa merinci. ”Biar dijelaskan oleh Polri,” ujarnya. Yang pasti setiap aksi terorisme langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. ”Begitu ada bom ditangkap, dicari jaringannya,” kata dia.

Brigjen Dedi Prasetyo menambahkan, jumlah terduga teroris yang ditangkap hingga Kamis sore telah bertambah, dari delapan orang menjadi sepuluh orang. Yakni, lima orang di Riau, tiga orang di Banten, satu orang di Bekasi dan satu orang di Jawa Tengah. ”Masih diteliti hubungannya dengan aksi di Medan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menginginkan agar perusahaan aplikator ojek daring (ojol) menerapkan standar baru terhadap rekrutmen mitra-pengemudi masing-masing. “Rekrutmennya diperketat, harus tatap muka. Yang kedua harus ada teman yang merekomendasikan. Teman ini sudah menjadi driver,” jelas Budi.

Selain rekrutmen untuk anggota baru, Budi mengatakan perlu ada sistem pengawasan dan evaluasi terhadap driver yang sudah ada. Tidak hanya untuk mencegah hal yang negatif, namun juga hal yang positif seperti prestasi. “Contohnya dalam sehari mereka intensif (beroperasi,Red) atau tidak. Terus media sosial mereka juga harus dilihat,” katanya.

Yang ketiga kata Budi adalah lebih selektif dalam pemberian atribut seperti jaket dan helm. Budi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan rapat untuk menentukan rekomendasi apa saja yang dibutuhkan merespon insiden Bom di Medan. Menurut Budi butuh sekitar 2 hingga 3 hari.

Meski demikian, Budi yakin masing-masing aplikator memiliki sistem dan cara-cara tersendiri untuk menyeleksi mitra pengemudi yang akan bergabung. “Karena pada dasarnya kami sebagai regulator tidak mau take side. Menetapkan syarat-syarat yang  tidak bisa dipenuhi oleh aplikator,” jelas Budi. (idr/syn/tau)


BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 13:19

Nego Proyek KFX – IFX Berlanjut, Prabowo Ingin Pastikan Indonesia Tidak Rugi

JAKARTA– Menteri Pertahanan (Menhan) Korea Selatan Jeong Kyeong Doo berjumpa…

Jumat, 13 Desember 2019 11:23

Jadi Pro dan Kontra, Mendikbud Kukuh, Tetap Hapus UN

JAKARTA– Perubahan sistem pendidikan selalu memantik pro-kontra. Begitu pula dengan…

Kamis, 12 Desember 2019 13:50

KOK BISA..?? Terdakwa Narkotika Kabur di Pengadilan

SAMARINDA–Sidang yang bertumpuk dan pengunjung yang padat di Ruang Soebekti,…

Kamis, 12 Desember 2019 13:46

Perbaikan Runway Sesuai Progres, 16 Desember Bandara APT Pranoto Bakal Kembali Dibuka

SAMARINDA–Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Samarinda ditutup selama 25 hari.…

Kamis, 12 Desember 2019 13:24

Ujian Nasional Akhirnya Dihapus, Ini Gantinya....

JAKARTA– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim memastikan ujian…

Kamis, 12 Desember 2019 12:11

Selamat Tinggal Koruptor..!! MK Tunda Hak Politik eks Terpidana

JAKARTA– Publik Patut mengapresiasi KPK atas status terdakwa residivis koruptor…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Efek IKN, Investasi ke PPU Meningkat

SAMARINDA–Pembangunan jalan tol Balikpapan–Samarinda menyisakan 2,2 kilometer lagi. Posisinya…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Bekas Lokasi Penyulingan Kembali Ditemukan

TENGGARONG–Penindakan demi penindakan untuk memutus mata rantai pencurian minyak mentah…

Rabu, 11 Desember 2019 13:24

Membongkar Teka-teki dari Kasus Tewasnya Yusuf Ahmad Gazali

Senyum tipis Yusuf Ahmad Gazali jadi penyemangat Melisari selepas pulang…

Rabu, 11 Desember 2019 13:23

Bakal Pakai Bendungan, Enam PLTA Suplai IKN Baru

BALIKPAPAN–Kelistrikan di lokasi ibu kota negara (IKN) direncanakan mengandalkan pasokan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.