MANAGED BY:
JUMAT
10 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 14 November 2019 12:56
Soal Sisa Proyek Jembatan Kembar yang Dilelang Belakangan, Pengamat: Harusnya Satu Kesatuan
KEBUT: Beberapa pekerja terlihat sedang melepas papan cetakan cor di salah satu sisi badan jalan Jembatan Mahakam IV. RAMA SIHOTANG/KP

PROKAL.CO,

Adanya pelelangan ulang tampaknya membuat sisa pekerjaan Jembatan Mahakam IV menumpuk di akhir tahun. Permasalahan di lapangan di luar perencanaan pun terkadang muncul. Namun, instansi terkait (Dinas PUPR Kaltim) enggan menjelaskan soal proyek dilelang belakangan itu. Padahal, soal lelang proyek itu bukan hanya urusan Unit Layanan Pengadaan.

 

SAMARINDA–Ketua Kaukus Asosiasi Perusahaan Kontraktor Kaltim-Kaltara Samsul Tribuana mengatakan, ada pengecualian proyek dilelang ulang. Misalnya, ada perubahan perencanaan atau penambahan volume di luar dari anggaran. “Harusnya pekerjaan jalan pendekat Jembatan Mahakam IV di sisi Samarinda Kota ini satu kesatuan yang tangani (PT Waskita Karya selalu konsorsium),” ungkapnya.

Menurut dia, apabila ada perubahan perencanaan atau penambahan volume sudah dari awal 2019 dipublikasikan. Jangan di akhir-akhir proyek baru melakukan pelelangan ulang. “Itu kan merugikan masyarakat. Harusnya kalau ada perubahan bukan sekarang pelaksanaannya,” tutur mantan ketua Gapeksindo Kaltim itu.

Pelelangan ini, lanjut dia, kemungkinan menyangkut anggaran yang dirasionalisasi. Namun, pembangunan tersebut untuk masyarakat, kalau tertunda sudah sangat merugikan. “Jika saja proyek itu lebih awal dilelang serapan anggaran yang diserap maksimal. Sekaligus menghasilkan kualitas proyek yang maksimal, tentunya akan menghindari keterlambatan pembangunan,” tuturnya.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kaltim Irmansyah mengatakan, progres lanjutan pembangunan saat ini yakni kontraktor telah melakukan pengecoran lantai. Rencananya, 28 November dilakukan pengaspalan di sepanjang jembatan. “Saat ini masih menunggu umur beton (masa pengecoran lantai jembatan ini 28 hari) baru boleh dilakukan pembebanan seperti pengaspalan,” ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers